Profil instastories

Melepaskanmu

pagi ini udara terasa dingin mencekam, hujan masih menyisakan bau basahnya, ku hirup dalam dalam aroma bau tanah yang menguar menusuk tajam ke dalam indra penciumanku. Sejenak menentramkan hati yang sebelumnya berdegup kencang tak karuan. Ya, takaruan karena pagi ini aku akan bertemu dengan nya, di sini, di dermaga tempat kita akan berpisah tepatnya aku yang akan meninggalkan dia dan pulang ke kampung halamanku untuk melupakannya

Aku tertunduk lesu kala ia menghampiriku. Tak terasa pipiku basah di hujani air mata yang sudah tak bisa lagi aku bendung kala ingin mengucapkan salam perpisahan.

"Aku pamit, tolong jaga diri kamu baik baik. Dan satu hal aku melepaskanmu  dan merelakan kamu dengan yang lain, tolong lupakan akuUcapku yang sukses membuatnya tercengang.

"maksud kamu apaan? Kamu memutuskan hubungan kita? Jadi kepulangan kamu ini? Heuh aku gak percaya ini" Ucapnya dengan menghela napas berat

"Jadi benar apa kata orang, kamu pulang hanya untuk melupakanku?melupakan semua tentang kita?tega ya kamu ai" ucapnya lagi kali ini dengan sedikit bentakan

"Kamu yang lebih tega Can,membiarkan aku terus berdosa lebih banyak lagi, pacaran itu dosa Can hubungan kita ini haram, aku menyesal Can. Aku gak mau cintaku ke kamu melebihi cintaku ke Allah" ucapku sambil menangis tersedu sedu. Tangisanku bukan karena menyesal berucap itu ke padanya namun lebih ke penyesalan mengingat kenangan kenangan manis bersamanya yang membuatku berdosa.

Lagi lagi ia menghela nafas berat dan mengusap wajahnya kasar.

"Kamu bilang dosa?" salah satu sudut bibirnya terangkat sebelah, manatapku dengan tatapan jijik. Detik berikutnya ia berucap lagi

"Terus kenapa kamu mau pacaran denganku" bentaknya sambil menunjuk nunjuk wajahku. Aku hanya bisa terdiam lesu tak mampu berucap.

"Jawab Aisyah"

"A..a..aku khilaf Can, Nafsu ini telah menguasai diriku. Dan sekarang aku sadar untuk meninggalakan hal bahagia yang membuatku berdosa ini" tuturku terbata bata

Wajahnya ia usap kasar saat mendengarkan penuturanku, terlihat sekali nampak kekecewaan yang begitu dalam di wajahnya. 

Perasaan resah, gelisah, dan khawatir menjadi satu berkecambuk di dalam hatiku. Aku menghela napas berat untuk bisa melupakan perasaan yang campur aduk di hatiku.

"Maafkan aku, aku pamit assalamualaikum" ucapku sambil berlalu pergi meninggalkan ia yang begitu teramat kecewa dan belum sempat menjawab ucapanku.

Bodohkah aku melepaskanmu?melepaskan pria yang begitu baik padaku, kurasa tidak sebab aku akan menjadi wanita yang paling bodoh  jika harus bersamanya dalam ikatan yang haram(pacaran) yang jelas itu di larang oleh agamaku.

Jika dulu aku berdoa untuk terus bersamamu dan meminta untuk di berikan kebaikan untuk menjalaninya, sekarang sudah tidak. Aku hanya meminta satu hal yang sama yaitu melepaskanmu semoga tak mengubah apa yang sudah menjadi keputusanku dan prinsipku untuk tidak lagi pacaran alias JOFISA(JomloFisabilillah) dan berharap semua akan baik baik saja tanpa ada kata mengulang atau kembali.

TAMAT

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jun 27, 2020, 3:05 PM - MARTHIN ROBERT SIHOTANG
Jun 25, 2020, 3:02 PM - Lilis Puji Astuti
Jun 25, 2020, 2:09 PM - Erbin Simanjuntak
Jun 24, 2020, 1:54 PM - Lilis Puji Astuti