Profil instastories

Inspirasi Cerdas Insan Cendikia

MEDIA WAYANG DAKWAH ISLAM (Part 2)

Penggunaan Istilah Arab

Menurut penelitian para ahli sejarah kebudayaan, wayang merupakan budaya asli Indonesia. Meski cerita wayang yang populer di masyarakat saat ini banyak diadaptasi dari Karya-karya sastra India, namun induk ceritanya banyak mengalami pengubahan ketika bertemu dengan dakwah Islam di Jawa.

Perubahan ini dapat terlihat pada kehadiran sosok Punakawan. Punakawan adalah konsep filsafat yang menmperkuat bahwa di dunia ini tidak ada makhluk yang benar-benar baik, dan yang benar- benar jahat. Setiap makhluk selalu menyandang unsur kebaikan dan kejahatan sesuai dengan sitat dan tabiatnya masing-masing Figur Punakawan dalam tokoh pewayangan (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) memiliki makna yang berbeda-beda dan mendalam. Bahkan jika nama-nama Punakawan itu dirangkai dalam satu kalimat akan menjadi kalimat yang cukup bermakna: "Sammir Ilal Khoiri Fatruk Minal Bagho".

Ketika ditelusuri dan diteliti, nama-nama Punakawan seperti Semar, Gareng, Petruk, Bagong, ini sebenarnya berasal dari bahasa Arab, yaitu Semar/Sammir berarti bersiap sedia; Gareng Khoir berarti kebagusan/kebaikan, Petruk/ Fatruk artinya meninggalkan; dan Bagong/Bagho artinya lalim atau kejelekan.

Secara tidak langsung ini adalah ajakan (dakwah) yang diserukan oleh para wali zaman dahulu untuk mengajak masyarakat jawa agar meninggalkan kepercayaan dinamisme dan dinamisme kepercayaan-kepercayaan lain menuju ajaran Islam.

 

Maka jika para Punakawan ini disusun berurutan, Semar, Gareng, Petruk dan Bagong, akan terbaca arti maknanya: "Berangkatlah menuju kebaikan maka kamu akan meninggalkan kejelekkan".

Selain Punakawan, istilah-istilah lain dalam pewayangan juga banyak menggunakan istilah Arab. Misalnya kata Astina yang diistilahkan sebagai nama kerajaan para penguasa yang lalim, lebih dekat dengan kata Asy-Syaithan.

Lalu rajanya, Duryudana, lebih dekat dengan kata Durjana. Setiap orang jahat (durjana), pasti akan menemukan kekalahan dan menjadi teman setan di

neraka. Ketika seorang dalang memerankan Bala Astina dalam pentas wayang, tentu mereka di sebelah kiri bergabung dengan bala raksasa.

Sedangkan Pandawa selalu berada di sebelah kanan. Hal ini memberikan gambaran bahwa hal yang baik dan yang buruk itu berbeda.

Karena itu, dalam cerita wayang, Kurawa dan Astina selalu berbuat jahat kepada Pandawa Lima. Astina merampas semua hak Pandawa, dan mencoba menghabisi nyawa para Pandawa dengan ber-

bagai cara. Sementara itu, tokoh pewayangan yang dikenal kuat, perkasa dan berjiwa kesatria adalah Bima atau Werkudara. la memiliki kekuatan yang disebut dengan Dodot.

Bangbing Tulu Aji dan Kuku Pancanaka. Maksud ajian itu adalah Bima diselimuti tiga ilmu, yaitu Iman, Islam, Ihsan. Sedangkan Kuku Pancanaka merupakan kekuatan untuk melengkapi Dodot Bangbing tulu aji. Kuku Pancanaka memiliki arti Kekuatan Lima Waktu yang bisa diartikan, apabila telah memiliki Iman, Islam dan Ihsan maka tidak pernah akan meninggalkan shalat lima waktu.

Kata dalang sendiri diambil dari kata dalla yang berarti menunjukkan jalan yang benar. Wayang-wayang ini oleh dalang akan digerakkan dalam beberapa cerita Islami karya Walisongo, seperti cerita Jimat Kalimasada (Kalimat Syahadat), Dewa Ruci, Petruk Jadi Raja dan Wahyu Widayat (Wahyu Petunjuk).

Peranan wayang ini tergantung pada kemahiran seorang dalang dalam menyuguhkan pagelaran yang penuh dengan muatan moral. la memiliki amanat sebagai juru bicara dalam menyampaikan kritik, saran, pendidikan agama dan lain sebagainya. Karena itu, seorang dalang hendaknya tidak hanya pintar memainkan tokoh wayang dan senda gurau saja namun harus menguasai ilmu, khususnya ilmu agama.

Jika seorang dalang tidak menguasai ilmu tersebut, maka tidak heran jika dalam pagelaran wayang tidak ada lagi muatan moral, kejujuran, akhlak dan nilai nilai Islam sesuai dengan harapan Sunan Kalijaga dulu.

 

*Selesai ...

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:23 PM - Widi Purnamasari
Jul 1, 2020, 6:08 PM - Tika Sukmawati
Jul 1, 2020, 6:07 PM - Telaga_r
Jul 1, 2020, 5:47 PM - MARTHIN ROBERT SIHOTANG
Jul 1, 2020, 1:15 PM - INSPIRASI CERDAS