Profil instastories

Masker

Tadi pagi saya harus ke pasar, soalnya sudah kekurangan stok bahan bahan dapur.  Selama  dilakukan pembatasan sosial ini akibat  covid 19 jadwal belanja kebutuhan dapur memang sangat saya minimalkan. Seminggu sekali, pernah juga sepukuh hari.  Khawatir dengan keadaan sekarang.

Dengan berbekal pengamanan lengkap, baju lengan panjang, jilbab besar, kaos tangan dan masker yang berlapis  tiga berangkatlah saya ke pasar. Jalan menuju pasar memang ramai dan padat soalnya pemerintah daerah menetapkan pembatasan aktifitas di pasar hanya sampai jam 10.00.

Karena tergesa gesa, hampir saja motor saya menabrak pengendara lain yang juga satu tujuan.  Seorang ibu yg berada diboncengan nyaris terpental karena kaget. Kedua ibu itu serempak mengumpat kepadaku,

"Hey, matamu simpan dimana? Kalau baru belajar naik motor jangan disini, di lapangan sono"

Upss!!!  Duh, hati jadi kebat kebit jadinya.  Ibu itu terus saja ngomel sembari memperbaiki letak jilbab, helm dan maskernya. Tiba tiba aaya kok merasa aneh, merasa kenal dengan ibu itu.   Lalu saya mendekat bermaksud untuk meminta maaf.

"Maaf ya bu, tadi saya menghindari kubangan air malah ban motor nyelip saya ikut error."

Ibu itu diam lalu menatap ke arah saya lamaaaa. Saya pun demikian. Tiba tiba ibu itu tertawa keras sekali sambil membuka sedikit masker yang menutupi wajahnya dan berkata

"Aku tidak terima Nur,  harus lanjut ke Polisi. Hahaha....."tawanya pun meledak.

Akupun ikut tertawa, aku amat kenal dengan suara itu.  Dia kak Ati kakak kandungku yang boncengan dengan adik iparnya. Meledaklah tawa kita sama sama.

Orang orang yang tadi mengerubuti saat ada insiden kecil tadi pada melongo dan akhirnya satu persatu meninggalkan kami yang masih saja tidak bisa menahan tawa.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.