Profil instastories

Si melankolis yang rapuh..

MASA DEPAN PEREMPUAN HANYA DI DAPUR? Simak Alasan-Alasan Berikut !

"Kenapa perempuan harus berpendidikan tinggi? Toh, ujung-ujungnya di dapur juga."

Kalimat itu sudah tidak asing kita dengarkan. Baik dari nenek atau bahkan orangtua kita. Rasanya kodrat perempuan hanya untuk urusan dapur. Padahal, Tuhan menciptakan perempuan dengan tujuan yang lebih dari sekedar di dapur, Lho.

Barangkali, di abad ke-21 ini masih ada yang beranggapan bahwa perempuan tidak boleh menuntut ilmu setinggi-tingginya. Maka, sudah saatnya kita membuka mata dan pikiran. RA Kartini telah memperjuangkan hak-hak perempuan berpuluh tahun yang lalu. Sudah semestinya kita bergerak maju dan menjadi perempuan aktif.

Sebagai perempuan, kita berhak menuntut ilmu, lalu mengejar cita-cita, tanpa ada bayang-bayang kepercayaan itu. Kita berhak bekerja dan mengembangkan diri di dunia luar. Kita berhak mengukit prestasi sebanyak-banyaknya. Tidak ada satu pun alasan yang bisa menghentikan perempuan dalam berkarya.

Kembali ke pertanyaan, "Mengapa perempuan harus berpendidikan tinggi?". Seperti yang kita ketahui, dunia kerja sudah terbuka lebar bagi kaum perempuan. Otomatis, kesempatan untuk mandiri bahkan mampu membantu perekonomian keluarga juga terbuka lebar. Selain membantu kehidupannya, mereka akan membantu keluarga dan orang-orang disekelilingnya. Hal inilah yang seharusnya memotivasi perempuan untuk menuntut ilmu.

Di sisi lain, ketika perempuan berlatar pendidikan tinggi menikah, maka ia bisa menjadi backup plan (rencana cadangan) ketika terjadi sesuatu kepada suami. Misalnya, suami kena PHK, maka perempuan bisa turut andil mendapatkan pekerjaan atau membuka usaha sendiri.

Kasus lain yang lebih menyakitkan adalah ketika suami selingkuh (amit-amit), maka kita tidak perlu merengek, lalu menariknya ke pangkuanmu. Karena, kita mampu mandiri dengan ilmu yang kita dapatkan dulu. Tentu saja, kita bisa menyelamatkan harga diri tanpa harus mengemis cinta kepadanya.

Perempuan, kita dilahirkan tidak hanya untuk di dapur. Kita bisa bekerja, usaha mandiri, tanpa mengabaikan peran kita dalam rumah tangga. Kita bisa melakukan itu semua. Saat ada kesempatan menuntut ilmu, gunakanlah dengan baik. Namun, jika kesempatan itu belum berpihak kepadamu, tetaplah semangat mencari ilmu walaupun tidak di bangku kuliah. Jadi, jangan kesampingkan pendidikan, demi menuruti kepercayaan orang lain (yang mungkin akan merugikan kita nanti). 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.