Profil instastories

Mantan Pacar Sahabatku Jadi Jodohku

Kediri (20-04-2020) Karya Indi.

Part 1:

Namaku Ani.

Aku memiliki sahabat bernama Fitria.

Singkat cerita aku sering menjadi penghubung kisah cinta dari sahabatku Fitria ini. Dia memiliki pacar bernama Rudi. Fitria orangnya sangat dikekang sekali oleh keluarganya jika dekat dengan seorang pria atau bahkan hanya sekedar ingin jalan keluar rumahpun sangat dibatasi oleh orang tuanya. Dan aku satu-satunya teman yang dipercayai keluarganya untuk jalan bersama fitria, meski sering kali kami berdua dimarahi jika lupa pulang lebih dari jam yang ditentukan orang tua Fitria.

Setiap kali Fitria ingin bertemu dengan Rudi, sahabatku yang satu ini sering meminta bantuanku untuk menjemputnya keluar dari rumah hanya untuk bertemu dengan Rudi. Jika ada masalahpun Fitria sering bercerita bahkan sampai nangis dipundakku sekalipun itu masalah dengan Rudi.

"An, bisa jemput aku dirumah gak? Kalo gk sibuk bantuin aku keluar dari rumah dong. Pliiss." WhatsApp dari Fitria.

Jawabku pada pesannya, "Kamu mau kemana? Aku dirumah lagi persiapan ada acara. Nanti malam aku akan menjemputmu dengan alasan ikut acara dirumahku gimana? Biar kamu tidak dimarahi Ibumu."

"Terimakasih Ani". Balas Fitria

Malam harinya aku datang kerumah Fitria. Di sepanjang jalan menuju rumahku Fitria bercerita bahwa dia sudah ada janji ketemu dengan Rudi didepan rumahku. Dan saat itu pertama kalinya aku melihat dengan jelas wajah Rudi secara langsung. Rudi juga menatapku dengan tatapan asing. Tatapan pertama dari Rudi saat itu kuanggap biasa saja, karena mungkin saat itu aku masih ada hubungan dengan Angga pacarku. Jadi aku tidak terpukau dengan Rudi sama sekali, lagi pula aku juga bukan tipe orang yang suka merebut pacar orang lain terlebih itu pacar sahabatku.

2 jam kemudian Fitria sudah ada dirumahku setelah jalan dengan Rudi. Kulihat dengan heran wajahnya penuh dengan air mata. Langsung saja ku ajak Fitria masuk kedalam kamar dan ku tanya ada apa dengannya. Ternyata pertemuannya tadi dengan Rudi adalah untuk membicarakan kelanjutan hubungannya dan Fitria memutuskan untuk menyetujui permintaan Rudi untuk putus. Fitria bercerita bahwa Rudi sudah mengetahui bahwa Fitria sudah tidak suka lagi dengan Rudi dan ternyata sahabatku ini sudah punya laki-laki simpanan lain tanpa sepengetuanku dan tidak dia ceritakan padaku. 

Tapi heranku, kenapa Fitria justru menangis? Padahal kan dia yang menyakiti Rudi. Ternyata Fitria menangis karena Rudi tadi marah dan mengucapkan kata-kata kasar pada Fitria hingga melukai hati sahabatku. Tapi jika dibandingkan dengan perkataan Rudi pada Fitria, sebenarnya perilaku selingkuh Fitria dibelakang Rudi lebih menyakitkan.

Setelah kejadian itu aku dan Fitria jarang bertemu karena aku ada kesibukan baru.  3 bulan berlalu aku meluangkan waktu mampir kerumah Fitria. Aku bercerita bahwa aku sudah putus dengan Angga. Karena Angga diam-diam selingkuh dibelakangku. Fitria heran kenapa aku datang tidak sedih? Karena bagiku buat apa menangisi pria yang tidak ada rasa denganku. Lagi pula aku dan Angga juga sudah lama pacaran hampir 4 tahun, dan akupun sebelum putus dengan Angga aku sudah terlebih dahulu merasa hilang rasa padanya.

1 tahun berlalu, persahabatanku masih baik dengan Fitria. Selama ini aku juga menganggap Fitria seperti adikku sendiri. Karena usiaku 2tahun lebih tua darinya.

Saat aku mulai jenuh dengan aktifitasku yang padat. Aku mulai iseng mencari hobi baru dengan bermusik. Dengan modal suara yang lumayanlah yaa buat di dengar. Hehee. Aku memutuskan bergabung dengan band musik yang cukup hits didaerahku.

Aku terkejut bahwa yang menerimaku dan yang menjadi ketua grub musik itu adalah Rudi. Itu adalah pertemuan kedua antara aku dan Rudi. Waktu semakin berlalu, 2 bulan sudah aku bergabung dengan grub musik ini. Suatu hari saat aku pulang dari latian tiba-tiba aku mendapat pesan.

"Bulan Agustus akan ada festival musik. Apakah kamu mau ikut?". Aku terkejut ternyata pesan Whatsapp ini adalah dari Rudi. Aku heran karena tumben sekali dia mengirim pesan secara langsung padaku. Biasanya dia mengirimnya melalui pesan Grub. Karena mungkin aku digrub Whatsapp tidak terlalu aktif berbicara sehingga dia mengirim pesan pribadi kepadaku. Itu dugaan awalku tanpa menaruh curiga pada pesannya.

"Apakah suaraku layak untuk ditampilkan pada Festival musik itu?" Balasku pada pesannya.

"Kenapa tidak? Suaramu indah dan lembut". Balas Rudi.

Semenjak pesan itu Rudi mulai sering berbalas pesan denganku. Percakapan kami juga mulai akrab. Bahkan kami sering tanpa sengaja bercerita keseharian kami masing-masing. Akupun saat bertemu Rudi latihan musik juga sering melihatnya diam-diam menatapku. Suatu malam ditengah perbincangan kami di Whatsapp Rudi bertanya perihal hubunganku dengan Angga. 

Ohh ternyata Rudi belum tau bahwa aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan Angga. Aku menceritakan perihal berakhirnya hubunganku dengan Angga pada Rudi. Selang waktu esok harinya aku membaca pesan Rudi ...

"An. Kamu mau gak jadi pacarku?" Tanya Rudi.

Aku seketika terkejut pagi-pagi mendapati pesannya seperti itu. Ada setan mana yang merasukinya? Hahahaha. 

"Kamu kenapa sih Rud?. Lagi gk enak badan ya?". Balasku.

"Aku sedang tidak bercanda An. Aku bertanya serius." Balas Rudi.

Seketika aku tidak membalas pesannya. Rudi terus berusaha menghubungiku dan mengirim pesan. Namun, aku tidak membalas pesannya. 3 hari berlalu. Aku membalas pesannya.

"Aku ini sahabat dari mantanmu, bisa jadi sikapku tidak jauh beda dengannya. Aku memiliki banyak kekurangan. Aku juga bukan dari keluarga kaya. Aku punya banyak sekali kesibukan yang mungkin bisa menjadikanku tidak dapat membalas pesanmu. Aku juga mungkin tidak bisa selalu bersamamu karena kesibukanku. Apakah kamu masih mau dengan wanita sepertiku? Aku sudah mengatakan semua kekuranganku padamu. Silahkan kamu fikirkan terlebih dahulu sebelum membalas pesanku ini." Balasku untuk semua pesannya.

Seminggu berlalu. Aku sama sekali tidak bertemu dengan Rudi. Aku juga tidak bercerita perihal Rudi pada Fitria.

Namun tiba-tiba Rudi membalas pesanku setelah seminggu kami tidak bertegur sapa.

"An. Malam ini aku akan kerumahmu dengan kedua orang tuaku. Kamu tau kan makanan favoritku saat latihan. Tolong hidangkan itu untukku nanti malam ya?". Pesan Rudi.

Aku masih belum faham dengan maksud pesannya. Akhirnya malampun tiba. Aku siang hari sudah memberi tahu orang tuaku bahwa Rudi akan mampir kerumah dengan orang tuanya. Aku dan Ibu menyiapkan jamuan.

Malam hari sekitar pukul 19.05 WIB. Aku mendengar ketukan pintu. Aku bergegas membuka pintu dan kulihat Rudi dan orang tuanya sudah ada didepan pintu rumah. Aku mempersilahkan mereka masuk dan duduk. Aku memanggil dan memberitahu Ibu dan Ayah bahwa Rudi datang. Orang tuaku tidak tahu sama sekali tentang Rudi.

Saat perbincangan diruang tamu. Tiba-tiba Rudi melihat kearahku lalu berbalik melihat Ayahku sambil berkata.

"Bapak, aku sudah menerima semua kekurangan Ani. Aku juga tidak mempermasalahkan semua kekurangan yang pernah Ani sampaikan padaku. Dengan maksud saya dan orang tua saya datang kemari untuk melamar Ani sebagai calon istri saya." Ucap Rudi sambil mengeluarkan sepasang cincin lamaran dari dalam saku kemejanya.

Aku, Ibu dan Ayah sangat terkejut dengan ucapan Rudi barusan. Ayah sontak menatapku dengan penuh tanda tanya. Tanpa aku perfikir panjang, naluriku aku mengangguk dan berkata

"Aku bersedia mendampingimu dan aku terima semua masalalu, kekurangan dan kelebihanmu. Aku terima lamaranmu". Jawabku ketika Ayah menatapku.

Ayah lalu meraih tanganku dan menyatukannya dengan tangan Rudi yang sudah membawa cincin. Prosesi tukar cincin lamaranpun terjadi. Semenjak saat itu aku dan Rudi memiliki hubungan yang semakin dekat. Aku merasa lebih bahagia menjalani hubungan dengan kepastian bersama Rudi. Meskipun belum banyak yang aku tahu tentangnya.

 

Bersambung..

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani