Profil instastories

Mantan

Mantan 

Oleh: Cicci Ayata

.

.

.

 

Aku menatap layar laptop selama hampir 3 jam. Dua cangkir mocca sudah kuhabiskan hingga tandas, tapi belum juga menemukan ide untuk project antologi cerpen bersama rekan. 

Jam yang bertengger di dinding menunjukkan pukul 23.47 Wita. Harusnya tubuh ini sudah tertidur pulas di kasur empuk yang berlapis seprei bergambar doraemon kesukaanku, tapi mata dan otak sangat kompak memilih untuk tetap setia menatap layar laptop. Kutarik napas panjang dan mengembuskannya kasar. 

"Ya Rabbi ... entah ke mana perginya ide itu," gumamku. Cicak yang tengah asik memangsa nyamuk di pojokan kamar seolah menertawakan diriku yang berbicara sendirian.

Ah ... semua jadi terasa sumpek. Aku beranjak ke sisi jendela, membukanya lebar-lebar membiarkan dinginnya udara malam masuk menyapa tubuh.

Kuedarkan pandangan ke tepi jalan yang mulai lengang, di sana berkumpul beberapa anak muda sedang menyanyikan lagu dari Payung Teduh berjudul 'Akad' diiringi petikan gitar yang begitu syahdu. Liriknya mengantarkan ingatan pada kenangan bersama mantan yang sudah lama terlupakan. 

Kurasakan beberapa jahitan luka di sudut hatiku terlepas, lumayan perih. 

"Apa dua tahun tidak cukup untuk menyembuhkan patah hati karena ditinggal nikah?" 

Aku balik badan, menyandarkan tubuh ke tembok. Layar laptop masih menyala di sana. Tiba-tiba lampu di otakku yang tadinya mati langsung menyala terang benderang. 

"Oh my God. Akhirnya aku dapat ide." Ternyata, mantan ada gunanya juga. 

Memang benar, setiap kisah memiliki makna sendiri-sendiri. Kusambar laptop lalu mulai mengetik. 

 

***

 

28 Februari 2019

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.