Profil instastories

Luka hati

PERTEMUAN


_

'Brak....'

Terdengar suara gebrakan meja
di dapur pada sebuah rumah mewah. Terlihat seorang gadis cantik dengan rambut hitam sebahu sedang berdiri menatap tajam seorang wanita paruh baya yang duduk di depannya namun terhalang oleh meja makan panjang itu.

"Kenapa mama lakuin ini." Ucap gadis itu tak berpaling dari wajah wanita paru baya yang disebut mamanya itu.

Namun yang di sebut mama oleh gadis cantik itu hanya diam tak menatap wajah ankanya. Sepasang bola mata hitamnya hanya melirik ke kiri dan ke kanan, seperti menghindar sesuatu?.

"Mama, jawab aku?." Raut muka gadis itu kini terlihat sedih dan kecewa tidak seperti sebelumnya.
"Mama." Panggilnya lagi pada mamanya.


"Maaf kan aku, nak." Wanita paru baya itu akhirnya membuka suaranya. Ia kemudian memandang anaknya yang sedang berdiri di depannya. Raut mukanya juga menampakkan kesedihan dan rasa bersalah pada anaknya.
"Mama tak ingin melakukan ini. Tapi ego mama yang terlalu kuat."

" kenapa ma? Kenapa? Kenapa mama mau menikah lgi. Padahal mama sudah janji padaku kalau mama gak akan menikah lagi sama siapapun." Lirih gadis itu, terlihat wajahnya sudah teraliri air mata yang tak berhenti berjatuhan.

Mam dari gadis itu juga ikut menangis. Merasakan apa yang dirasakan anaknya.

"Maafkan mama, putri." Pinta wanita paru baya itu untuk kedua kalinya.

Gadis bernama putri itu hanya menggeleng pelan dan kemudian beranjak dari tempat itu.

"Kamu mau kemana?." Teriak mamanya khawatir melihat Sakura keluar dari rumah.

Putri hanya diam tak menjawab teriakan mamanya. Ia hanya berjalan menuju mobilnya kemudian membanting setir untuk meninggalkan rumah mewahnya yang ia tinggali bersama mamanya, hanya berdua. Ya, 1 bulan yang lalu Papanya telah pergi duluan meninggalkan ia dan mamanya. Ia sangat sedih ditinggalkan oleh papa yang sangat menyayanginya, dan ia kembali bersedih lagi ketika mamanya mengatakan bahwa ia akan menikah lagi dalam waktu dekat ini, bersama laki-laki yang wajahnya saja belum dilihat oleh putri, apalagi pribadinya. Itu sungguh sangat menyebalkan bagi putri. Ia sebenarnya tak mau marah pada mamanya tentang hal itu, tapi ia tidak tau mengapa persaannya sangat sakit seperti di lempar jutaan pedang tajam tak kasat mata di dalam dadanya ketika mamanya akan menikah lagi, itu sangat sakit sekali.

Setelah beberapa meter ia melajukan mobilnya. Tiba-tiba Putri menghentikan mobilnya. Kemudian ia keluar dari mobilnya, lalu mendekati besi sebagai pembatas jembatan. Ya, sekarang Putri berada di jembatan besar. Ia sebenarnya tidak tau mengapa ia pergi ke tempat ini. Tapi-, sudahlah putri tak ingin memikirkan itu. Sekarang, dipikirannya hanya ingin meluapkan masalahnya yang begitu berat itu. Tanpa melihat-lihat keadaan sekitar yang ia rasa sekarang sudah sepi di malam hari ini. Ia kemudian berteriak mengeluarkan segala isi dalam hatinya, meluapkan masalah yang sangat besar sehingga ia tak sanggup menanggungnya sendiri.

"AHHHHHHHHHHHHHHH." Teriak putri sekencang kencangnya.
"AKU BENCI HIDUPPPPPPPP" teriaknya lagi.
"KENAPA BEGITU RU---." Putri mengentikan teriakannya saat ia mendengar suara bariton memanggilnya, suara itu tak memnggil namanya, hanya memanggil hey. Tapi dari mana suara itu berasal, tunggu dulu, kenapa bulu kuduk putri berdiri. Dan kenpa keringat dingin pun keluar dari pori-pori tubuh putri. Kenapa ia sekrang seperti ketakutan, apa yang terjadi?. Oh, ya putri mendengar suara itu dari belakang.

'Oh.... kenpa ini terjadi. Aku dari tadi tidak takut apapun dan sekrang. Aku mendengar suara orang dari belakangnku. Itu suara orang atau bukan sih. Kalau bukan orang, apa jangan2--." Batin putri takut.

"Hey." Suara bariton itu kembali lagi terdengar di telinga putri. Oh... ya ampun. Sekarang putri memegang besi pembatas jembatan itu erat dan memejamkan matanya, ia takut sangat takut pada suara itu pada orang atau siapapun di belakang nya sekarang.

'Ya Allah.... siapakah itu. Oh.. ya Allah tolong jangan buat aku takut. Suruh orang atau makhluk di belakangku itu pergi dari tempat ini ya Allah, sungguh aku takut. Ini masih malam, lagi pula aku masih banyak dosa. Aku tak mau mati jantungan malam ini karna orang atau makhluk itu.' Batin putri lagi.

"Hey, kau. Berbaliklah." Suar dingin itu kembali memekakkan keheningan malam di jembatan panjang. Namun sepi sekali.

Sementara, putri yang kembali di panggil oleh makhluk di belakangnya itu hanya diam dia takut ketika membalikkan badannya ke belakang ia malah langsung jantungan dan died di tempat karena melihat penampakan makhluk di belkangnya itu.

"Kau tuli atau tidak sih." Suara bariton itu kembali lagi.
"Kau takut, aku bukan hantu tapi manusia seperti kamu."

'Apa?.'

Putri tersentak, tanpa pikur panjang ia langsung membalikkan badannya untuk melihat dimana suara itu berasal. Dan....










 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani