Profil instastories

Lonely girl

Ia bersandar di dinding itu lagi. Menerawang hampa melintasi hamparan dinding di hadapannya. Merentangkan kaki mencoba menerima kenyamanan kehidupan yang ia ciptakan sendiri. Ia tak bergerak dan ia tak peduli. Hanya hampa yang tampak dari wajahnya.

Tak ada yang tau apa yang ada dalam pikirannya. Tak ada yang tahu apa yang dilakukannya. Ia hanya terlihat seperti orang bodoh tak berakal yang menghabiskan hari-harinya dengan bersandar pada dinding itu.

Hal wajar yang tampak darinya ialah saat ia melakukan hal-hal umumnya seorang manusia biasa. Makan, minum, berbicara dan menggunakan gadget. Namun waktu-waktu itu tidak lebih banyak dari waktunya bersandar di dinding itu.

Ia bagai mayat hidup yang akan bergerak saat perut memanggil. Ia bagai mayat yang selalu menempati kamarnya tanpa sebuah gairah hidup yang layak.

Ia mengharapkan sebuah kehidupan normal namun ia tak tahu caranya. Ia menginginkan seseorang memanggilnya  namun yang ia dengar hanyalah suara hatinya.

Sampai berapa lama ia menghabiskan waktunya?

Tetapi, dia bukanlah seorang tanpa impian. Ia hanyalah seorang yang terlalu sulit untuk percaya orang lain akan membantunya. Satu-satunya yang dapat ia percaya adalah pikirannya. Hanya itu.

Siapa bilang hidupnya tak menarik? Hidupnya menarik dari caranya menikmati tiap hembusan nafasnya.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments
steven - Apr 24, 2020, 11:50 AM - Add Reply

ok sip pokoknya buat aku

You must be logged in to post a comment.

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:23 PM - Widi Purnamasari
Jul 1, 2020, 6:08 PM - Tika Sukmawati
Jul 1, 2020, 6:07 PM - Telaga_r
Jul 1, 2020, 5:47 PM - MARTHIN ROBERT SIHOTANG
Jul 1, 2020, 1:15 PM - INSPIRASI CERDAS