Profil instastories

Liburan kenaikan kelasku

Pembagian rapot sudah dilaksanakan kemarin di sekolah. Aku menyatakan naik ke kelas XII dengan nilai yang cukup baik. Meskipun aku tidak masuk rangking, aku tetap senang karena bagiku yang penting aku naik kelas dan tidak diremedial. Akhirnya aku pun bisa menikmati liburan panjang yang menyenangkan.

Sudah terbayang oleh Ayah dan Ibu akan mengajakku liburan ke tempat wisata yang menyenangkan seperti biasanya. Bahkan, aku sudah menyiapkan baju dan perlengkapan lain sejak jauh-jauh hari. "Kali ini aku akan berlibur kemana ya?" Tanyaku dalam hati. "Ah, kemanapun itu, penting liburan menyenangkan!"

Aku pun lalu bertemu ibu dan ayahku yang sedang mengobrol di meja makan. Lantas aku pun bertanya, "Ayah, Ibu, liburan kali ini kita akan kemana?" Terlihat Ayah dan Ibu saling memandang, dan kemudian Ayah pun berkata, “Nak, kali ini kamu liburan sama Ibu di rumah, ya. Soalnya, Ayah kali ini sedang ada tugas di luar kota. Nanti kalau ada liburan lagi, Ayah janji kita akan berlibur lagi seperti biasa. ” Aku kecewa mendengar mengaku itu. Namun, aku hanya bisa menerima keputusan dari Ayahku.

Hari-hari liburku pun hanya bisa kulewati di rumah saja. Sebetulnya, aku ingin sesekali pergi ke luar rumah, entah itu pergi bersama teman. Namun, disetujui oleh Ibuku dan sebaliknya malah disuruhnya membantu setiap pekerjaan rumah. Kalaupun aku ke luar rumah, biasanya hanya ke pasar saja, itu pun juga ditemani oleh Ibu.

Ibuku berkata bahwa aku tidak boleh keluar dari rumah karena Ibu ingin mengajariku cara mengurus rumah, memasak, mencuci, dan menyetrika baju selama liburan sekolah. Ibu mengajariku hal-hal tersebut agar aku bisa mandiri jika nanti aku kuliah atau bekerja di perantauan.

Selain meminta hal-hal tersebut, Ibu juga ingin meminta bantuan saya belajar di rumah guna menyambut ujian nasional dan memberikan jawaban lain yang akan saya hadapi nanti. Jujur saja, aku sebetulnya ingin menolak apa yang Ibu lakukan kepadaku. Namun, apa yang bisa dibuat, aku hanya bisa menerima dan mengambil saja apa yang Ibu perintahkan menerimaaku.

Pada suatu sore, Ibu tiba-tiba mengetuk pintu kamarku. Aku pun membuka pintu dan berujar, "Ada apa, Bu?"

“Kamu sekarang mandi. Ibu tunggu di luar. ”

"Loh, kita memang mau kemana, Bu?"

“Ibu mau ajak kamu ke taman kota. Ya, hitung-hitung liburan lah, masa mau di rumah terus? ”

“Hah, yang betul? Begitu kalau begitu, aku mandi dulu ya, Bu. ”

Setelah mandi, aku dan Ibu pun berlalu menuju taman kota. Meski hanya berjalan-jalan di sekitar taman kota, namun bagaimanapun juga aku merasa sangat senang. Entah karena beberapa hari kemarin terlalu lama di rumah, atau mungkin karena ini pertama kali saya lakukan-jalan di taman ini sekian lama. Ah, apapun itu, jelas aku akan menikmati suasana menyenangkan ini

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani