Profil instastories

Langit senja (simpul yang terlepas)

Part 3

06.30

Setelah satu simpul terbuka

"Senja,sepagi ini loe udah dateng?," tegur silvi mengagetkan. "Iya sil,tadi si mau ga sekolah tapi sekarang ada ulangan harian," ujarku. "Gitu,oh ya langit gimana?," tanya silvi tiba-tiba. "Ya gitu aja sil,ga pernah berubah," balasku singkat. "Ya biarin aja deh,lagi loe mau berharap apa lagi? Loe itu udah ga penting di mata dia buktinya loe ultah mana dia ucapin,ga ada kan," ucap silvi terdengar penyakitkan. "Kamu salah,bukan udah ga penting ... Tapi ga pernah penting," balasku lirih.

Setelah itu kami hanya diam tak berbicara satu sama lain,waktu sudah memasuki pukul 07.25 tidak terlihat tanda tanda keberadaan langit sepertinya dia tidak masuk hari ini. Kini hanya pikirku lah yang sibuk berkutat tentang nya . . . Setelah bel pulang sekolah "Senja ko muka loe pucet si," ucap salma teman sekelasku. "Gapapa ko,lagi kurang enak badan aja," balasku singkat. "Senja mending loe minta jemput siapa gitu,misal langit loe lagi sakit," sahut silvi tiba tiba. "Hehe ya ampun sil sil mana mungkin dia mau." bisikku dalam hati.

Handpone pun berdering menandakan ada pesan yang masuk. "Senja,loe udah pulang sekolah? Gue jemput ya?," pesan yang tertulis tertera nama riyan. "Riyan,hah riyan?." lihatku terbelalak. "Ga usah deh riyan," balasku padanya. "Gapapa gue otw nih," balasnya terakhir. "Siapa senja? Langit?," tanya silvi penasaran. "Bukan ini temen smp aku riyan," sahutku singkat.

Selang beberapa menit dia sampai. "Ayo senja," teriak riyan.

Dalam perjalanan kami hanya diam tak berbicara. Aku hanya di sibukan dengan lamunanku. Andai saja ini langit bukan riyan,andai langit seperti riyan mungkin aku akan lebih bahagia. "Langit tolong mengerti aku sekali saja,ku mohon hatiku sudah lelah." bisikku lirih

Tiba tiba riyan memecahkan lamunan. "Senja diem aja,kaya mantan lagi musuhan aja," tegur riyan. "Gapapa riyan,oh ya kenapa kamu tiba tiba mau jemput aku?," tanyaku penuh selidik. "Gpp kita kan searah ja,gue kan buka taman bacaan buat anak anak loe mampir donk kapan kapan.gue juga ngajarin melukis ke mereka," ucapnya panjang lebar. "Oh gitu," balasku singkat.

15.00 Sejak dari yang ku lakukan hanya memegangi handpone aku ingin sekali menanyakan keadaannya apa lagi dia tidak masuk sekolah hari ini. Akhirnya ku putuskan untuk menanyakannya, Tunggu,langit membuat story di medsosnya isi nya dia sedang merindukan seseorang. Apa mungkin itu aku??mana mungkin jelas jelas aku sedang bertukar pesan dengannya.

Hatiku ingin sekali menanyakan story itu. "Cie siapa tuh," tanyaku penuh selidik. "Temen ko senja," jawabnya singkat. "Temen?," tanyaku tidak percaya. "Iya temen kaya langit ama senja aja gitu," ungkapnya.

Duarrrr rasanya seperti mendengar petir di siang hari. "Oh gitu hehe," jawabku lemas. "Iya ga percaya itu cuma temen chatan aja kaya langit ama senja ga lebih," ungkapnya lagi. "Apa ga ada satu orang pun yang terselip di hati kamu," tanyaku ragu ragu. "Ada,tapi udah langit tinggal jauh di belakang.senja paham lah melupakan itu tidak mudah," jelasnya.

"Bagus sekali senja,bagus ... Dia mengatakan teman,hanya teman jadi selama ini kau di anggap apa? Teman chatan lengkap sekali senja.kini kau hanya tempat pelampiasannya,bodohnya kau menaruh hati padanya." lirih ku dalam hati. Beberapa minggu setelah kejadian itu,aku tidak lagi menghubunginya. Hanya ada riyan,hah riyan? Entahlah aku pun tidak habis pikir dengan perubahan sikapnya. Bahkan kemarin dia datang ke rumah ku meninggalkan suatu kalimat yang mengganjal di pikiranku. "Senja aku tahu kamu pasti belum bisa sepenuhnya sembuhin luka hati kamu,tapi ... Tolong buka hati kamu yang udah terlanjur kaku itu," ucapnya sambil berlalu. "Tunggu sejak kapan dia menggunakan bahasa aku kamu?dan dari mana dia tahu semua itu,"

Keesokan harinya Aku bertemu dengan langit di tangga menuju lantai dua di sekolahku. Ku putuskan untuk menyapanya.dengan menyentuh tangannya

Namun aku tersentak Hatiku biasa saja tidak ada rasa seperti dulu yang biasa nya menjadi tidak karuan di sampingnya. Kali ini berbeda Aku sudah tidak merasakan nya lagi Ada apa ini?

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani