Profil instastories

Langit senja 2

Part 2

13.00 Keesokan harinya setelah perubahan langit

"Apa langit berubah," ucap silvi setengah berteriak. "Ya sil," ucapku tegas. "Ko gw ragu ya,bukan gimana ya senja. Udah berapa kali loe pikir dia berubah tapi ujung ujungnya,dia selalu ngelakuin kesalahan yang sama,gue aja bosen loe engga?," penjelasan silvi panjang lebar.

Akhirnya aku hanya memilih diam Terkadang aku tidak menyukai silvi,entahlah semua yang dia katakan slalu benar.

Dalam perjalanan pulang. "Senja..," terdengar sayup seseorang memanggil

Ku putuskan memutar sedikit kepala "Siapa ya?," tanyaku penuh selidik. "Loe lupa ini gue riyan temen Smp loe.loe lupa?," jawabnya mengingatkan. "Oh iyan," balasku singkat. "Loe mau kemana? Pulang,mending ama gue aja gue juga mau ke rumah saudara,rumahnya searah sama rumah loe," sahutnya. "Ga usah deh," ucapku menolak. "Searah juga ayolah," ucapnya. "Yaudah ayo." balasku mengiyakan.

Dalam perjalanan "Aneh sejak kapan riyan tau rumah aku ya,kan dulu kita ga pernah sekelas tapi yaudah lah." ucapku dalam hati

Malam harinya

Malam ini langit kembali berubah.dia seperti menjauh dia menjadi jarang membalas pesanku entahlah mungkin dia sibuk atau ... "Sudahlah senja itu bukan urusanmu." ucapku dalam hati. Ku putuskan untuk membaca sebuah cerita cinta untuk mengisi waktu kosongku.

Bag 2 "Aku tidak pernah menyukai siapapun sena," ucap salah satu dialog di dalam buku itu.

Ku putuskan untuk berhenti membaca Tunggu! "Tidak menyukai siapapun?," Bukankan langit juga pernah mengatakan itu padaku. Benci aku mengingatnya Dengan ringannya dia berkata seperti itu. "Sadarlah senja kau hanya di jadikan pengisi kekosongan waktunya saat dia bosan." ucapku dalam hati.

Prakk.. Buku itu di lempar ke sembarang tempat.

Handpone bergetar "Siapa ya." ucapku dalam hati. "Save ya riyan," isi pesan itu. "Riyan,dapet nomor ku dari mana dia?yasudahlah biarkan." pertanyaan di benakku. Ku putuskan untuk membalas iya saja.

00.00 Malam itu kuputuskan untuk segera tidur "Semoga besok pagi segalanya membaik ... Segalanya," harapku dalam hati.

Beberapa hari setelah aku putuskan untuk tidak menghubungi langit lagi. "Senja,loe liat ga si kayanya beberapa hari ini si langit ga keliatan ya,Kemana ya dia?," tanya silvi padaku. "Ga tau sil," jawabku singkat. "Kayanya dia sakit deh," celetuk seseorang dari belakang. "Vera,kirain siapa," sapaku memecahkan ketegangan. "Si langit lagi sakit kayanya deh," sahutnya. "Oh baru tau aku,kamu nanya ke dia," tanyaku penasaran. "Ga si denger aja,vera udah ga pernah kontekan lagi sama langit kayanya dia lagi deket ama mantannya," ucap vera mengagetkan. "Oh gitu," balasku sambil tertawa.

"Senja kali ini kau bukan tidak penting untuknya tapi tidak pernah penting." ucapku lirih.

Jadi selama ini segalanya kebohongan dia bukan tidak menyukai siapapun tapi ...

"Udahlah senja gausah loe pikirin,gue yakin suatu saat langit akan sadar dan mungkin nyesel.karna ga ada yang cinta sama dia sebaik loe," ungkap silvi.

Lagi lagi kau tidak pernah berubah!

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani