Profil instastories

Langit Mengatakannya

 

Mendung menaungi, dua pasang kaki berlari pelan menuju sebuah pohon. Pandangan dan gerak tubuh mereka saling tak acuh. Barangkali benarlah kata pepatah: 'Tak kenal maka tak sayang'. 

"Langit tak memperbolehkan kita pulang," ucap Reza, memulai percakapan.

Almira hanya mengangguk.

"Kau tahu? Beberapa orang percaya bahwa langit bisa bicara."

Almira mendelik, seakan bertanya: 'Benarkah?'

"Coba saja kau bertanya padanya dalam hati sambil memandanginya."

Wajah tirus Almira menengadah ke langit, bulu matanya yang lentik tanpa polesan maskara mempertegas kecantikannya. Tak beberapa lama kemudian butiran air berlomba-lomba turun dari langit.

"Apa yang kau tanyakan pada langit?"

"Aku bertanya: 'Apa kau merasakan apa yang kurasakan?' Dan sepertinya langit pun merasakannya," jawab Almira sambil memainkan rintik hujan.

"Apa yang membuatmu sedih? Ceritakanlah."

"Bercerita pada orang asing sepertimu?" 

Reza mengerucutkan bibirnya, lalu berdecak, "Ckckck, sepertinya kau ini begitu polos. Justru karena aku orang asing, apapun yang kau ceritakan padaku akan aman karena tak ada untungnya menyebarkan cerita orang yang tak kukenal."

Almira menarik napas panjang. 

"Cinta itu aneh, bahagianya hanya di awal saja ketika jatuh cinta, lama-lama jadi menderita setelah semakin dekat dengan orang yang dicinta, semakin mudah sakit hati karena hal sepele." Almira menuturkan.

Reza tertawa.

"Kau tertawa? Lucu ya?" ucap Almira sambil tertunduk malu.

"Ah, tidak. Maaf." Reza memandang langit, seperti sebuah sihir tiba-tiba hujan berhenti dan perlahan-lahan muncullah pelangi.

Melihat hal itu, Almira pun bertanya: "Apa yang kau tanyakan?"

"Aku bertanya tentang apa yang kau ceritakan tadi."

"Kali ini tak mengerti jawaban langit."

"Lihatlah pelangi itu, indah bukan?" Almira mengangguk. "Begitu juga cinta. Cinta itu seperti pelangi: indah dan memberi warna dalam hidup. Namun kita harus menyadari bahwa kadangkala sesuatu terlihat indah hanya dari jauh saja seperti pelangi yang indah namun tak pernah bisa didekati, apalagi dimiliki. Cinta seharusnya pun tak menuntut untuk memiliki, karena cinta bukan soal apa yang terucap atau apa yang terlihat, tapi apa yang dirasa. Setahuku, jodoh itu sudah ditetapkan sebelum manusia dilahirkan di bumi dan bumi itu seperti medan magnet dengan laki-laki dan perempuan sebagai magnet berkutub positif dan negatif. Jadi sejauh apapun orang yang berjodoh terpisah, kelak mereka akan menyatu." Reza menjelaskan panjang lebar.

Sebuah senyuman terlengkung di wajah mereka berdua. Almira tampak memandang langit lagi, seperti bertanya sesuatu.

"Kau mau bertanya apa lagi?"

"Aku menanyakan pada langit kapan kita akan bertemu lagi."

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani