Profil instastories

LAKI-LAKI IDAMAN

 

Namanya Adira Dia seorang remaja pada umumnya yang membenci matematika tapi ada yang membedakannya dengan remaja Di era modern ini Dia belum pernah pacaran sama sekali. Dia bukan anak culun yang dijauhi teman, bukuan pula gadis buruk rupa.

 

Seperti saat ini Dia tengah berkumpul dengan ketiga Sahabatnya Sifa, Zaki dan Elsa.

 

"Ra, Kamu mau yang mana tinggal pilih" Zaki menunjukan layar ponselnya Ke hadapan Adira.

 

Layar ponsel itu menunjukan sebuah poto Zaki dan beberapa temannya. Kalau sudah begitu Adira sangat tau kemana arah pembicaraan ini. Bukan cuma kali ini saja tentunya Dia sudah sering melalui percakapan seperti ini.

 

"Gak ada" jawabnya singkat

 

"Yang ujung kiri ganteng, siapa namanya?" Elsa ikut memperhatikan gambar di ponsel Zaki

 

"Si Rifki mau di kemanain?" Zaki menatap tajam Elsa yang malah di balas cengiran tak berdosa

 

"Udah deh Zak, Kamu jangan jodoh-jodohin Dira sama temen-temen Kamu yang gak bener itu selera Dira itu tinggi" Sifa menengahi

 

"Aku nyari yang terbaik ko buat Dira. Ini nih yang pake sepatu putih namanya Very mahasiswa Jurusan mesin, cakep, pinter, suka organisasi, rajin solat, bisa ngaji, anak pak haji"

 

"Mamahnya haji juga gak?" Elsa nyeletuk bertanya

 

"Haji"

 

"Kakek, Neneknya haji juga?"

 

"Mana Aku tau!"

 

"Dira mau ya? Biar nanti kalau Kita nonton bareng Kamu ada pasangannya" Zaki mengangkat angkat kedua alisnya

 

"Gak ah!"

 

"Terus Kamu mau yang kaya gimana? Itu udah memenuhi standar laki-laki idaman tau gak!" Zaki sungguh menyerah tidak mengerti atas jalan pikiran satu temannya itu

 

Adira mengambil napas panjang lalu menghembuskannya perlahan kali ini menatap serius ketiga sahabatnya yang sedari tadi menuggu dirinya untuk merespon.

 

"Laki-laki idaman itu bukan cuma yang ganteng, pinter, soleh,  rajin solat, rajin ngaji, baik, berjiwa sosial, mandiri, bukan cuma itu tapi Dia yang Tau waktu yang tepat untuk datang dikehidupan seorang wanita"

 

"Kita ini masih pelajar. Tugas laki-laki idamanku saat ini adalah menahan gejolak cintanya. Mengendalikan perasaan masa muda yang labil membentengi diri dari hal-hal buruk, agar nanti  saat hatinya telah kokoh, usianya tiba jalannya ada tidak ada pilihannya yang diambil dengan ragu-ragu. Dia akan datang menjadikanku pengisi dalam pondasinya yang kokoh" Adira mengambil jeda sebentar

 

"Lalu tugasku juga sama memantaskan diri agar kelak layak tinggal dalam bangunan kokoh tersebut"

 

Zaki, Sifa dan Elsa terpanah mendengarnya tak bereaksi seperti biasanya. Kepercayan yang Adira pegang sangat menohok Mereka yang selama ini sering meledek Adira yang masih jomblo sampai masa SMAnya.

 

SERANG, 24 September 2017

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani