Profil instastories

Kumpulan Quotes

"Tercipta begitu saja dengan indah, coretan aksara yang baginya sangatlah berharga, kusimpan dalam peti rahasia. Terucaplah janji, akan cepat menikahi."

 

"Horor setiap orang mendengar namanya, bermain bersama dengan kumpulan remaja yang masih ragu akan kehadirannya. Jailangkung ke marilah, bawa sejuta rahasia, agar kami puas mendengarnya."

 

"Wajahmu, yang selalu terngiang di kepalaku. Meski t'lah kau tolak mentah isi hatiku, dengarlah, cintaku selalu saja untukmu."

 

"Cinta yang baru mekar, pertanda seseorang akan menjadi gila kepalang, matanya menerawang berpuitis ria membayangkan sang pujaan."

 

"Jangan merasa bangga, kecantikan dan banyaknya harta! Semua dipertanggung jawabkan kelak, di akhirat. Karena kita sama, meski di dunia berbeda."

 

"Hati mustahil bisa dipaksa untuk mencintai, butuh waktu terciptanya perjuangan atau pun mencoba saling mengenal lebih dalam."

 

"Semua insan sangatlah menghindarinya, sebuah amal yang merasa belum cukup, tahta belum tercapai, sampai milyaran uang belum terbuang."

 

"Alunan musik terdengar merdu, menemani dalam kesendirianku. Angin malam berhembus kencang, menebarkan aroma bau hujan."

 

"Temani dalam kesendirian, berjanji akan selalu merajut kebersamaan, melewati anca yang bisa saja memisahkan."

 

"Ada luka tercipta nyata saat diriku meninggalkannya, maafku mungkin tak bisa kau terima begitu saja."

 

"Rasa nyaman tak ingin ditinggalkan, meski beda lawan. Terasa memilukan jika melihatnya ia sangat nyaman dengan seseorang, seorang teman yang bisa saja menggantikan."

 

"Corona, menggegerkan dunia nyata. Takut yang terasa! Dan lupa begitu saja kepada Tuhan pelindung setiap makhluk-Nya."

 

"Jika dengan berpaling akan merubah segalanya, kurela meski terluka. Biarlah ia bahagia dengan seseorang yang baru di kehidupannya."

 

"Bersama kita menggoreskan janji, tak mungkin mengkhianati atau pun pergi meninggalkan hati. Lewati cacian dan makian! Ungkap fakta mencengangkan, bahwa kita telah halal. Terjebak dalam kekosongan, semua hanya mimpi di kegelapan malam, halusinasi berlebihan, nyata kurasakan."

 

"Tawamu candu bagiku, sayangnya kau pergi meninggalkanku. Memilih yang baru, melupakan kenangan indah masa lalu."

 

"Semua orang terguncang, ketakutan. Virus corona mulai menyebar menelan banyak korban, hanya kepada Tuhan kita berharap perlindungan."

 

"Skenario Tuhan lebih mengagumkan, jangan patah semangat karena kegagalan. Butuh proses untuk terkabul sebuah harapan, inilah kehidupan."

 

"Sabar yang kini harus kupertahankan, demi menunggu dirimu jauh di perantauan. Tak pedulikan semua gosip murahan, tentang dirimu yang berani menduakan."

 

"Remuk redam, terasa memilukan. Menatap diri ini kembali ditinggalkan, demi memperjuangkan kehidupan. Penantian panjang mengharu berada di garis kemiskinan."

 

"Cinta tergantikan dengan benci begitu mudahnya. Karena pengkhianatan, yang telah ia goreskan memilukan."

 

"Hujan pengobat luka dan pengingat kenangan lama. Untukku yang merasakan di mana awal dan akhir sebuah hubungan bersamanya."

 

"Suara kumandang adzan ciri khasmu telah tiada, pergi bersama daksa untuk selamanya. Bulan Maret mengharu! Tetua suku tinggal kenangan nama harummu."

 

"Kini corona menggegerkan dunia. Para medis dengan sigap menanggapinya, berharap semua cepat tuntas, meski sebagian orang yang dicinta telah pergi meninggalkan kita."

 

"Ditatapnya kita oleh langit malam, terucap sudah ungkapan perpisahan, gemuruh pertanda hujan datang! Saksi bisu kau yang pergi meninggalkan."

 

"Selalu bersiap melindungi, menjanjikan kebahagiaan abadi, tertawa bersama, melupakan dahulu masalah yang ada."

 

"Segala harapan yang teramat ingin terkabulkan oleh Tuhan, harus disertai perjuangan! Percuma hanya diam. Karena yang berharga akan selalu ada nilainya."

 

"Hanya sekedar kata kuungkapkan dalam secarik kertas tak berwarna. Berharap kau membaca, isi hatiku yang sebenarnya."

 

"Sekedar kata ingin kuungkapkan nyata, tetapi kau menghindar begitu saja! Berteriak bahwa diriku sangatlah bau ketiak."

 

"Kami menyambutnya senang, berharap pula virus mematikan menghilang, kabulkanlah doa kami Tuhan ... esok Ramadhan. Sucikanlah kembali semua insan."

 

"Meski jarak memisahkan kita, janganlah ada pengkhinatan, memutuskan tali persahabatan yang telah lama kita pertahankan."

 

"Suara lantunan ayat suci, mengalun indah menyelimuti malam yang sepi. Rintik hujan, membuatku nyaman dalam selimut tebal."

 

Mantan, dulu adalah sejuta harapan untuk saling membahagiakan. Kini telah pudar, pacaran tak menjamin keterikatan, meski telah usai, kuharap kami akan kembali bersama menggapai impian.

 

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:23 PM - Widi Purnamasari
Jul 1, 2020, 6:08 PM - Tika Sukmawati
Jul 1, 2020, 6:07 PM - Telaga_r
Jul 1, 2020, 5:47 PM - MARTHIN ROBERT SIHOTANG
Jul 1, 2020, 1:15 PM - INSPIRASI CERDAS