Profil instastories

Ku bandrol tubuhku

Memasang muka melas,sambil melamun di bangku pojok teras.Aku tak tega melihat nya,ibuku begitu memasang raut wajah yang jelas nampak kesedihan nya.sebagai wanita tulang punggung,ia cukup pandai menyembunyikan rasa letih nya,namun untuk menyembunyikan rasa sedihnya ibu tak begitu pandai.Hampir setiap hari ibuku memasang raut muka itu,aku sebagai anak pertama rasanya aku tak tega melihat ibu berjuang untuk keluarga,sedangkan aku hanya berpangku tangan."aku tak sanggup lagi untuk melihat raut wajah sedih ibu ku,aku harus bekerja?"seketika pemikiran itu melintas di benak ku. "Apa aku harus jadi psk? Supaya bisa mengurangi beban ibu ku."astaghfirullah seketika ide kotor itu datang tak diundang."Ide kotor itu terus menghantui benak ku,seakan-akan ide itu adalah solusi dari masalah ini.Seribu kali ku berfikir,"apa sebaiknya ku lakukan saja?...ah tidak itu sangat kotor,tapi kalau tidak.....ah." Aku hampir saja membayangkan hal buruk yang akan terjadi pada keluarga ku,jika tidak menuruti ide itu. Demi keluarga aku harus lakukan itu meski,neraka menantiku.karena aku tidak sanggup terus terusan melihat keluarga hidup dalam lingkaran nasib seperti ini. Seminggu kemudian,... Aku tiba di Jakarta,dibawah oleh mucikari di desa ku.Dengan langkah yang begitu berarti aku menuju tempat maksiat itu.Hampir setengah tahun ku jalani pekerjaan kotor ini,tanpa sepengetahuan keluarga ku.Hingga pada akhirnya ibu tahu pekerjaan ku,dan di waktu itu pula aq mulai memperbaiki jalan hidup ku,dan kembali hidup sederhana dengan keluarga ku......

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani