Profil instastories

KORBAN JAILANGKUNG

Kejadian 14 tahun yang lalu

     14 tahun yang lalu waktu Hendri masih remaja umur nya masih 17 tahun. Hendri mengalami kejadian yang sangat mengerikan yang menimpa tiga orang sahabat nya dan yang lebih mengerikan lagi kejadian itu terjadi di depan mata nya.

     Awal terjadi kejadian itu waktu mereka libur panjang sesudah UN. Sebelumnya, mereka merencanakan untuk berlibur ke luar negeri tetapi tidak diizinkan oleh orang tua. Karena merasa bosan mereka pun pergi berkumpul di sebuah cafe untuk membicarakan tentang pergi kemana liburan kali ini. Salah satu dari mereka mengusulkan/ mengajak mereka liburan ke Bandung untuk berjalan-jalan dan bermain jailangkung. Semua nya setuju tapi Hendri agak ragu karena bermain jailangkung itu berbahaya. Tetapi, karena teman nya mendesak Hendri pun akhir nya ikut.  

     Setelah tiba di Bandung mereka menginap di sebuah villa milik ayah nya Hendri. Tibalah malam jumat yaitu dimana malam yang mereka tunggu-tunggu untuk bermain jailangkung. Untuk menciptakan suasana yang lebih menantang mereka pun pergi ke sebuah rumah kosong yang letaknya tidak jauh dari villa. Karena tidak jauh mereka tidak pergi menggunakan mobil melainkan jalan kaki. Di saat mereka hendak masuk ke rumah kosong itu, Mereka bertemu dengan seorang kakek-kakek. Kakek itu melarang mereka untuk masuk ke rumah kosong itu. Tetapi, mereka tidak menghiraukan nya.

Setelah masuk ke rumah kosong itu mereka pun langsung duduk dan membaca mantra

      " Jailangkung Jailangse disini ada pesta".

Tiba - tiba.

      " aduh perutku tiba tiba mules aku keluar dulu ya cari toilet. Kalau kalian mau lanjutin lanjutin aja kadang aku lama". Kata Hendri dengan memegang perut nya.

       Di tengah hutan waktu Hendri mencari toilet, Hendri menemukan sebuah gubuk. Lalu Hendri langsung berjalan menuju gubuk itu. Saat Hendri tiba didepan pintu gubuk itu Hendri melihat ada seseorang yang keluar, dan orang itu adalah kakek yang tadi menegur nya bersama teman nya.

     " ada perlu apa cuk datang kesini, apa ada yang bisa kakek bantu". Kakek itu menawar kan bantuan pada nya.

     " apakah kakek tinggal disini". Tanya Hendri.

     " ya". jawab kakek itu singkat.

     " kek apa boleh saya numpang ke kamar mandi sebentar". Kata Hendri meminta izin.

     " boleh-boleh". Kata kakek itu mempersilahkan hendri masuk.

     Setelah selesai membuang air besar Hendri berterima kasih pada kakek itu dan meminta izin kepada kakek itu untuk kembali lagi ke rumah kosong tadi. Sebelum Hendri pergi, kakek itu mengatakan sesuatu kepada nya.

     “ Oh ya cuk Kakek ingin mengatakan apabila kamu perlu bantuan Pergi saja ke mari ke gubug Kakek ini, kadang Kakek bisa bantu.

     Saat tiba di rumah kosong Hendri melihat Jailangkung yang tadi ia pegang bersama teman-teman nya terbang dan ber api-api dan Hendri juga melihat semua teman- teman nya sedang kerasukan dan saling menyerang satu sama lain. Saat itu juga hendri teringat dengan apa yang dikatakan kakek tadi apabila ia perlu bantuan kakek itu akan membantu nya. Hendri pun langsung berlari ke gubuk tadi dan meminta bantuan kepada kakek itu.

     Sesampai nya Hendri dan kakek itu di rumah kosong, Hendri melihat Teman-teman nya sudah terdampar di lantai dan jailangkung itu ingin menyerang nya, tetapi  sebelum jailangkung itu menyerang nya Kakek itu membaca ayat al-quran dan menangkap Jailangkung itu dan memasukkannya ke dalam karung goni. Setelah jalangkung itu ditangkap Hendri pun langsung melihat keadaan teman-teman nya, ternyata mereka telah meninggal dunia. Tidak berfikir panjang ia pun langsung menelepon ke keluarga mereka dan merekapun langsung datang untuk membawa pulang jenazah anaknya tetapi orang tua teman nya itu menuduh nya telah membunuh anak mereka karena hanya Hendri yang masih hidup, mereka tidak percaya bahwa jailangkung itu bisa membunuh dan mereka tidak sekedar menuduh saja, tapi juga melaporkan Hendri ke polisi. Tetapi Hendri selamat dari tuduhan dan polisi di karena kan belaan kakek dan juga warga yang tinggal dekat situ, mereka mengatakan bahwa kejadian seperti itu sudah sering terjadi. Akhir nya mereka pun percaya dengan apa yang dikatakan oleh penduduk situ dan meminta maaf kepada Hendri atas tuduhan yang sudah mereka lontar kan

     Sebelum Hendri pulang, kakek itu mengatakan sesuatu.

     “ Hendri, nanti kalau jenazah temanmu sudah di kuburkan, kamu balik lagi kesini ya”. Kata kakek itu.

     “ Untuk apa kek?”. Tanya ku penasaran.

     “ ada yang kakek omongin, ini itu sangat penting untuk kamu”. Kata Kakek itu.

     “ Kakek bilang aja sekarang”. Kata Hendri yang tak sabar.

     “ HENDRI, AYO”. Teriak mama Hendri

     “ Kamu pulang lah saja dulu’. Kata Kakek itu.

     “ Baiklah”. Kata Hendri.

     Setelah proses pemakaman teman nya selesai, Hendri langsung meminta izin kepada orang tua nya untuk kembali ke Bandung menemui kakek itu.

     “ Ma, pa aku besok ke Bandung ya”. Kata Hendri.

     “ Untuk apa?”. Tanya Mama nya

     “ aku ada perlu dengan kakek”. Kata Hendri.

     “ Kakek yang udah selamatin kamu ya?”. Tanya Papa nya.

     “ Iya”. Jawab Hendri singkat.

     “ Perlu apa?”. Tanya Mama nya yang masih penasaran.

     “ Kakek itu mau bicarain sesuatu yang penting, aku juga gak tau apa yang mau kakek itu bicarain aku masih penasaran”. Kata Hendri.

     “ Ya udah pergi aja, tapi hati- hati di jalan dan jangan pergi ke rumah kosong itu lagi ya”. Kata papa nya.

     “ iya”. Jawab Hendri singkat.

      Setelah tiba di Bandung hendri langsung menemui kakek itu dan bertanya kepada kakek itu apa yang ingin Kakek itu katakan mengenai diri nya.

     “ Kakek apa yang ingin kakek katakan kepadaku?”. Tanya Hendri dengan penasaran.

      "Ayo ikut kakek dulu untuk mengubur Jailangkung ini di atas gunung. Setelah itu baru Kakek katakan apa yang ingin kakek sampaikan kepadamu". Kata kakek itu.

       Setelah sampai di atas gunung kami pun langsung mengubur jailangkung itu sedalam-dalam mungkin.Setelah kami menguburkannya kakek itu langsung mengatakan apa yang ingin Ia sampaikan .

     " apabila Jailangkung ini ada yang mengeluarkannya dari tanah ini dan memainkannya untuk membalas dendam maka kau akan berada dalam masalah yang besar”. Kata Kakek itu.                            

     “ tapi hari itu aku tidak jadi memainkannya  karena perutku mulas. jadi mereka langsung melanjutkannya. Tetapi kenapa aku bisa menjadi salah satu korbannya". Tanya Hendri heran.

     “ Lalu, mengapa jailangkung itu mau menyerangmu pada malam itu”. Kakek itu bertanya balik.

     “ Aku juga tidak tau”. Jawab Hendri

     “ Oh iya, apakah kamu ada membaca setengah dari pada mantra untuk bermain jailangkung." Kakek itu bertanya dengan serius

     " ada". Jawab Hendri singkat

     " walaupun kau baru membaca setengah tetapi roh jahat itu sudah datang cuma belum beraksi dan dia akan beraksi sesudah kita habis membaca mantranya".

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani