Kisah Guru Bergelar S2 Menikah dengan Sopir Truk Malaysia, Bahagia Jadi Ibu Persusuan

Trending 5 days ago 6
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Seorang guru bergelar S2 di Malaysia menikah dengan pria yang bekerja sebagai sopir truk. Dulu sempat dihina, kini mereka senang membesarkan tiga anak.

Orkid Azura dan Hafis Hozahli tengah menikmati peran mereka sebagai orang tua. Lama tak terdengar kabarnya, pasangan yang sempat viral ini sudah dikaruniai dua anak laki-laki.

Mereka ialah Muhamad Hafifi atau Fifi yang berumur 1 tahun, serta Muhamad Hafizi atau Fizi yang baru berusia 10 bulan. Tak hanya itu, Azura juga mendapatkan kesempatan untuk mempunyai seorang anak susuan bernama Nur Alisha Zahra atau Hizara yang baru berusia 11 bulan.


Azura bercerita, keputusan itu ia lakukan ketika sepupunya dikaruniai seorang anak perempuan. Kala itu, Azura mendapatkan rezeki berupa ASI yang berlimpah sehingga ia memutuskan untuk menyusui anak dari sepupunya.

"Saya mengambil keputusan untuk mengambil anak angkat dan menyusukan anak ini kerana waktu saya melahirkan anak kedua, ASI saya terlalu banyak jadi saya memilih untuk berkongsi rezeki. Walaupun anak wanita ini tak lahir dari rahim saya, namun saya amat menyayanginya," ujar Azura kepada HaiBunda belum lama ini.

Ibunda kandung dari Nur Alisha Zahra ialah sepupu Azura yang juga merupakan penduduk negara Malaysia. Sementara itu ayah kandung Hizara merupakan WNI asal Medan yang bekerja di Malaysia. Kehadiran Hizara semakin melengkapi kebahagiaan di rumah tangga mereka.

Wanita yang mempunyai gelar S2 itu kini sibuk menjalani peran sebagai guru, istri, serta Bunda tiga anak. Azura tetap menjadi guru di Sekolah Menengah Kebangsaan Bandar Baru Sentul, Kuala Lumpur.

"Saya tetap menjadi seorang guru. Kesibukan menjadi seorang guru itu perkara biasa yang dialami seluruh guru," ucap Azura.

Kini Azura dan Hafis saling menggeluti pekerjaan mereka masing-masing demi menafkahi ketiga buah hati. Di sela-sela kesibukan, mereka juga saling bergantian mengurus Si Kecil.

"Jika kami sibuk berkerja, kami saling video call bersama. Sebagai bunda dan bapak yang bekerja, anak-anak kami diasuh oleh orang uzur saya (ibu saya). Pada akhir pekan kami membawa mereka ke taman bermain, melangkah ke tempat-tempat menarik," ia bercerita.

"Dari segi pola asuh, kami bergiliran menjaga ketika anak kalau anak sakit atau demam. Pada waktu malam, kebiasaannya, suami akan bangun untuk menukar lampin (popok) anak. Alhamdulillah suami sangat membantu," ujarnya.

Sebelum menikah, pasangan ini sempat menuai cibiran karena perbedaan status sosial mereka. Baca di halaman selanjutnya.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Saksikan juga video tentang kisah cinta pria Bali dan istri bule:

[Gambas:Video Haibunda]