Profil instastories

Kenangan

Part 1

Sore itu sang bagaskara hampir tenggelam, namun langkahku semakin jauh menapaki pantai yang hampir sepi. Suasana yang begitu sepi ditambah deburan ombak dan indahnya senja membutku enggan beranjak, menatap sekeliling pantai hingga tatapan kami bersiborok mengunci pandangan satu sama lain. Perlahan langkahnya kian dekat denganku hingga jarak kami hanya 1 meter.

"Hai aku Dimas" sapanya mengawali pembicaraan kami sore itu. "Kamu? Suka senja juga?"

"Mentari, yah aku menyukai senja karena keindahannya mempu membiusku."

Keheningan kembali menyapa hingga, perlahan mentari kembali keperaduannya dan menyisahkan semburat jingga yang menghiasi cakrawala. Lunglai aku berjalan meninggalkan pantai hingga, suaranya mampu menghentikan langkahku

"Semoga ini bukan akhir dari pertemuan kita tari." Ujarnya hingga membuatku menoleh dan tersenyum padanya, "aku juga berharap begitu" batinku. Aku kembali melangkah meninggalkan area pantai dengan senyuman yang menghiasi bibir ini, angin menerpa raga ini menghadirkan hawa dingin yang menyelusup dalam raga. Deru motor menghentikan langkahku,"Dimas."

"Sudah hampir malam, angkot dan taksi sangat jarang lewat sini, "Biar kuantar kau saja, bagaimana?"

"Tii- tidak usah! aku suda terbiasa." Berusaha bersikap ketus padanya, sebenarnya aku juga mau tapi, bagaimanapun kami baru saling mengenal aku juga tidak tahu apakah dia benar-benar baik atau hanya sandiwara belaka.

"Aku bisa melihat ketakutanmu, pegang KTP ku jika aku berbuat macam-macam padamu kau bisa langsung melaporkanku pada pihak berwajib."Ambilah," ujarnya sambil menyodorkan KTP miliknya.

"Ah! Itu tidak perlu, aku percaya kau pria baik-baik,"ucapku dan beranjak naik pada boncengannya. Perlahan kendaraan roda dua miliknya mulai melaju meninggalkan area pantai.

Suasana jalan raya begitu padat oleh kendaraan. Bunyi klakson terdengar bising namun keheningan masih menyelimuti kami, Dimas kembali memacu kuda besinya meninggalkan jalanan  yang macet.

"Tari, aku tidak tahu diman ruhammu, bisakah kau menunjukan arahnya?"

"Ya! Tentu.

Aku mulai memberikan arahan padanya hingga, sampai pada halaman rumahku

"Terimah kasih, telah mengantarku mau mampir dulu?"

"ah tidak perlu lagi pula sudah hampir malam, aku langsung balik saja, ehm semoga setelah ini kita masih bisa bertemu lagi. Permisi, Assalamualaiku"

"Ya, waalaikumsalam hati-hati"

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani