Profil instastories

KEKASIH HALAL

Dulu, dulu sekali. Ketika aku pertama kali jatuh cinta padanya. Karena tak ingin kehilangan dirinya, kuberanikan diri menyatakan cinta pada dia yang telah membuat tidurku tak nyenyak. Kubawa bunga mawar merah kesukaannya. Aku berlutut di depannya dan aku semakin sadar bahwa dia bukan manusia. Di mataku, dia seperti bidadari. Wajah cantiknya benar-benar telah mengangguku.

"Khaira, maukah kamu jadi pacarku?"

Khaira menatapku ragu dan tak menjawab. Dia juga tak mengambil mawar yang kuberikan, tetapi malah melihat perempuan yang berdiri di sebelahnya. Ia kembali menatapku.

"Aldi, maaf. Aku gak bisa pacaran sama kamu." Itulah kata-kata yang keluar dari mulut perempuan yang beberapa bulan telah menganggu tidur nyenyakku.

"Tapi kenapa Khaira? Kenapa kamu menolakku?" Aku tak terima dengan jawabannya.

"Suatu saat kamu akan tahu kenapa aku menolakmu hari ini. Lagian kita masih SMA, masa depan kita masih panjang." Khaira begitu tenang mengucapkan kata-kata itu. Tak berartikah aku baginya. Aku sangat menyukainya, bahkan nyaris gila karena menyukainya.

Khaira berlalu di depanku bersama Asta, temannya. Aku masih mematung di tempat ini, kulihat bunga yang seharusnya sudah di tangan Khaira. Aku benar-benar kesal.  Apa dia tidak pernah jatuh cinta sampai ia merasa akan gila seperti yang kurasakan. Kulempar mawar merah itu ke tempat sampah yang tak jauh dariku. Aku benci hari ini.

***

Khaira telah menjadi racun bagi tubuhku. Ia benar-benar telah menghancurkan hatiku. Bahkan, mungkin hampir membunuhku. Setelah kejadian itu aku patah hati karena ditolak oleh Khaira. Untungnya sekarang aku tak akan bertemu dengannya lagi. Aku juga tidak tahu keberadaab Khaira. Terakhir kali kami bertemu di acara perpisahan SMA. Setelah itu, aku tidak tahu lagi kabar tentang Khaira. Aku pun juga tak ingin mencari tahu lagi.

Meskipun aku tidak tahu lagi kabar Khaira, jauh di hatiku paling dalam aku masih menyukainya. Aku masih berharap suatu hari nanti bertemu dengan Khaira. Sepertinya aku benar-benar sudah gila. Lima tahun telah berlalu sejak Khaira menolakku, bahkan aku juga sudah bertemu dengan banyak perempuan cantik. Tetapi Khaira tetap istimewa dan punya tempat tersendiri di hatiku.

Saat ini, aku sudah didesak oleh orang tuaku untuk menikah. Dilihat dari segi apa pun aku memang sudah layak untuk menikah. Aku tampan, tidak mungkin ada perempuan yang menolak untuk jadi istriku. Sekarang aku juga sudah bekerja dan punya penghasilan tetap. Tak ada yang kurang, hanya saja belum ada yang bisa menggantikan Khaira di hatiku.

***

Mungkin aku dan Khaira memang tidak berjodoh. Hari ini aku akan menikah dengan perempuan yang sama sekali tak kukenal. Bahkan aku tak tahu siapa nama perempuan yang akan menjadi istriku. Aku menyerahkan semuanya pada orang tuaku.

Seorang laki-laki menjabat tanganku dan memulai akad nikah tersebut. Setelah saksi mengatakan sah, seorang perempuan berjalan ke arah tempat aku duduk. Aku melihat wajahnya, dan senyumannya tak asing bagiku. Ia duduk di sebelahku dengan senyum manis menghiasi wajah cantiknya. Kemudian ia meraih tanganku dan menciumnya. Aku masih heran. Apakah ini mimpi atau nyata.

"Aldi, inilah jawaban dari pertanyaanmu dulu. Aku bahagia, karena kamu menjadi suamiku." Aku hanya tersenyum, tanpa kusadari air mata meleleh di pipiku. Inilah takdir Tuhan untukku dan Khaira. Aku begitu bahagia. 

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani