Profil instastories

Kehidupan

Aku , entahlah hanya orang biasa yang tidak mengerti arti kehidupan  , lahir menjadi perempuan satu satu nya dalam keluarga membuat ku lebih dewasa sebelum waktunya.

 

Hidup ku bisa dikatakan sangat sangat sederhana , seperti remaja tanggung pada umumnya yg mempunyai cita-cita tinggi tapi hobi malas malasan.

 

Orang tua ku cukup sederhana , mereka di pertemukan karena sebuah janji ayah mereka , menikah karena di jodohkan , kisah klasik namun penuh makna kehidupan.

 

Aku anak ke 5 dari 6 bersaudara , 4 laki laki dan 2 perempuan ,  kakak laki laki pertamaku meninggal saat dia berumur 3 thn. Sedangkan kakak laki laki kedua ku sudah menikah dengan seorang guru , kakak laki laki ketiga ku meninggal saat umur 1 thn bersamaan dengan ibu ku keguguran. Dia mengalami stress berkepanjangan karena anak anak nya di panggil yang maha kuasa lebih dulu.

 

Keguguran pertama ini adalah kakak perempuan ku yg belum melihat dunia

1 thn ibuku keguguran lahir lah aku perempuan yang seharusnya menjadi nomor dua , tapi kenyataan nya aku di jadikan nomor 1 ,1 thn kemudian lahirlah adik laki laki , dia yg paling bungsu.

 

Pada saat umurku 5 thn adikku mengalami sakit keras. entahlah ini membingungkan untuk ku yg masih tak mengerti. Ibu ku mulai strees , aku bingung , ibu ketakutan karna sakit yg di derita adik ku sama seperti sakit kakak kakak kami sebelumnya

 

Keluar dari satu rumah sakit kerumah sakit yg lainnya , hingga adikku berakhir di rumah sakit Haji Jakarta. Rumah sakit penuh kenangan di mana adik laki laki satu satunya yg aku punya hampir merenggang nyawanya.

 

Namun tuhan masih memberikan adikku kehidupan dia dinyatakan sembuh setelah 5 kantong darah berhasil di berikan , kehidupan yg penuh lika liku , doa , harapan dan keyakinan hanya itu yg kami persembahkan.

 

Aku , dari kecil sudah biasa hidup madiri dari umur 5 thn saat adikku sakit , aku terbiasa di tinggal sendirian di rumah , karena pada saat itu seluruh perhatian kedua orang tua ku hanya tercurah untuk adikku.

 

Aku anak perempuan remaja yg ingin melewati kerasnya kehidupan.

 

Aku , entahlah , dari awal aku di besarkan dengan tabiat laki laki. Aku seperti memperankan 2 orang yang berbeda. saat bersama teman laki laki ku aku berperilaku seperti laki laki dan saat bersama teman perempuan ku aku seperi perempuan

 

Aku , dari semua pergaulan kecil ku aku tidak pernah membawa adikku.

 

Kenapa  ?

 

Karna aku menganggap adik laki laki ku seperti kaca , barang yg mudah retak dan rusak. Aku menjaganya amat sangat baik , hingga pergaulannya pun aku kontrol. Aku tidak ingin dia kenapa-kenapa , karna aku menyayanginya

 

Aku , hanya remaja perempuan seperti kebanyakan. Yang penesaran dengan kehidupan luar , dengan kehidupan orang dewasa.

 

Apa aku salah ?  atau itu hal biasa yang di tanyakan oleh para remaja sepertiku.

 

Aku , yang kulakukkan hanya mengamati orang dewasa. Bagaimana orang tuaku bertengkar karna masalah sepele , bagaimana kami di bagi. Aku yang bersama ayah ku dan adikku yang bersama ibuku.

 

Tentu , meskipun terbagi kami tetap saling menyayangi.

 

Kehidupan kami bisa dibilang berkecukupan ayah ku bekerja dan ibuku mempunyai usaha.

 

Meskipun aku tau kehidupan itu bagaikan roda berputar kadang kami berada di atas kadang kami berada di bawah.

 

Kehidupan itulah yg ingin aku pertanyakan sesungguhnya , arti dari kehidupan yang kita jalani

 

Aku , aku selalu mengamati kakak kakak yang sering duduk berdua , dalam artian pacaran.

 

Aku selalu bertanya tanya , apakah kehidupan ini berkaitan denga hubungan itu , apa harus ada kaitan nya , berhubungan dengan lawan jenis.

 

Apakah itu suatu keseharusan ?

 

Sepulang dari sekolah aku selalu mampir untuk mengamati pasangan yang sedang duduk berduaan.

 

aku mengamati , menganalisah kejadian.

 

Mengapa mereka harus duduk ditempat sepi ?

 

Kenapa wanita itu harus besandar di bahu pria itu ?

 

Apa kepalanya sakit ?

 

Banyak sekali pertanyaan yang ingin kutanyakan di kehidupan ini

 

Tapi siapa yang bisa menjawab !

 

Karena aku tidak bisa menahan lagi , maka aku memutuskan untu bertanya di teman laki-laki ku.

 

kalian tau apa yang dia jawab !

 

Dia juga tidak tau , yang dia tahu dia harus belajar agar masa depannya bagus.

 

Apa kehidupan itu begitu ?

 

Kita merancang , terus tercapai

 

Aku merasa bukan begitu , apa pemikiranku salah ?

 

Yang kurasakan tidak semudah itu , tidak segampang itu

 

Sekali lagi , sepertinya pemikiranku dan perasaanku terlampau jauh , hingga sulit di kendalikan.

 

Apa menurut kalian aku salah ?

 

Tanpa sengaja mataku melihat dan membandingkan kehidupan orang lain dengan kehidupan ku , jelas berbeda.

 

Ini lah kehidupan banyak perbedaan , hingga saking banyaknya perbedaan , banyak orang yang memaksa untuk meniru.

 

Keadaanku dan keadaan tetangga ku berbeda. Kehidupan kami pun berbeda , ayahku baik , pulang tepat waktu  , menghormati ibu dan menyayangi kami.

 

Sedangkan tetangga ku. Orang yang berada rumah mewah , mobil mewah , menyalakan lagu hingga kami tidak bisa tidur.

 

Kehidupan mereka serba mewah. Namun aku sering melihat kekacauan dalam rumah itu , bahkan temanku bilang dia mempunya ibu yang banyak.

 

Aku tidak mengerti.

 

Apakah kehidupan juga seperti itu ?

 

Dia bilang iri kepada ku , aku ....

 

Bingung .

 

Dia bilang dia punya adik banyak. Sedangkan yang ku tahu adikknya cuman 2 , apakah 2 itu banyak ?

 

Apa ada yang salah dengan aku !

 

Setiap pertanyaanku tidak ada yang menjawab. Bahkan jawaban mereka bersikap menyudutkan .

 

Entahlah , yang aku tau jawaban mereka saling sindir menyindir .

 

Mereka malah menjawab kehidupan orang lain. Memuji orang lain dan mengagumi orang lain.

 

Ada yang salah di sini. Apa aku salah bertanya arti kehidupan dengan orang dewasa

 

Terkadang jawaban mereka aku tidak perlu tau , Kenpa ?

 

Kenapa aku tidak perlu tahu ?

 

Apa pertanyaan ku menyinggung ?

 

Apa aku salah ...

 

Apakah aku memiliki umur panjang , agar aku tau arti kehidupan.

 

Lihatlah , dari dulu bahkan aku terus bertanya , sampai orang tuaku tidak ingin mendengar lagi .

 

Ah , aku jadi ingat saat aku bertanya pertama kali dengan ayahku. Dia menjawab , "apa yang ku alami adalah kehidupan , aku makan bearti aku hidup , aku tertawa bearti aku hidup , yang terpenting...

 

Aku bernafas bearti aku hidup".

 

Tapi mengapa setelah mendengar jawaban itu , aku merasa tidak puas.

 

Ada rasa ketidak puasan .

 

Tapi mengapa kehidupan kita berbeda denga kehidupan sidik. Tetangga kami , aku bertanya lagi.

 

Ayahku menjawab.  "Itulah hidup , kadang kita di atas kadang kita di bawah , itu namanya roda kehidupan , semua melalui proses".

 

"Prosesnya kita , berbeda dengan prosesnya mereka". Lanjutnya.

 

Aku hanya diam , mendengar jawaban itu , tapi apa kehidupan itu begitu.

 

Apa arti nya memang begitu !

 

Apa kah kehidupan itu adalah proses ?

 

Tapi untuk apa ?

 

Untuk apa ?

 

Apa itu perlu !

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:24 PM - RimaN
Jul 2, 2020, 2:08 PM - Andi widiarti
Jul 2, 2020, 2:07 PM - Alifa Pratiwi Faisal
Jul 1, 2020, 6:04 PM - Junita Safitri
Jul 1, 2020, 5:42 PM - Nanda Fitrya Mujayinatul Faujiyah