Kasus Polio Bertambah, Menkes akan Gelar Vaksinasi Massal di Aceh Minggu Depan

Trending 2 months ago 8
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Virus polio menjadi ancaman yang kembali muncul, Bunda. Sejak beberapa waktu yang lalu, Indonesia dikejutkan dengan munculnya satu kasus yang dialami oleh seorang anak di Pidie, Aceh.

Sejak kembali tercatat, kasus ini ditetapkan berstatus kejadian luar biasa atau KLB. Sayangnya, kini anak yang terserang virus tersebut bertambah.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa ini terjadi di beberapa daerah dengan vaksinasi yang rendah, salah satunya Pidie.


"Polio itu terjadi di beberapa kabupaten, kota, yang vaksinasinya sangat rendah," tuturnya saat HaiBunda temui di Hotel Shangri-La Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kasus tersebut muncul karena beberapa alasan. Salah satunya mispersepsi yang membikin pada bunda kurang memahami pentingnya vaksinasi polio pada anak-anak.

"Bisa karena COVID-19, banyak yang enggan keluar (untuk vaksinasi anak). Juga karena pemberitaan terlalu negatif yang membikin masyarakat, khususnya ibu-ibu, yang salah mengerti mengenai pentingnya vaksinasi," ujarnya.

"Akibatnya kan keluar lagi (muncul lagi kasusnya), padahal polio ini harusnya sudah lenyap di Indonesia."

Menanggapi kasus yang bertambah di Pidie, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah akan menggelar vaksinasi polio secara massal di sana. Katanya, program tersebut akan melangkah mulai minggu depan.

"Polio itu menyedihkan lakukan anak-anak, abnormal dia seumur hidup. Itu sebabnya, akan spesifik datang ke Pidie, untuk melakukan vaksinasi polio secara masif di sana," katanya.

"Sekarang sudah tiga kasus di Pidie, maka itu Senin kita akan mulai vaksinasi."

Sebelum meninggalkan lokasi, Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk peduli dan sadar dengan pentingnya vaksinasi. Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan cakupan vaksinasi polio demi mencegah munculnya kembali penyakit yang pernah punah tersebut di Indonesia.

Virus penyebab polio

Untuk diingat kembali, polio merupakan salah satu penyakit yang ditakuti karena sangat menular, Bunda. Polio sendiri disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan total dalam hitungan jam.

Dalam kasus pertama yang kembali muncul di Pidie, mulanya pasien mengalami gejala demam pada 6 Oktober 2022. Setelahitu, pasien dibawa ke RS Tengku Chik di Tiro Sigli dan sampel tinja anak diambil untuk dianalisis di laboratorium Prof Sri Oemijati, Jakarta.

Disebut pejabat Bupati Pidie, pasien rupanya tak pernah mendapatkan imunisasi apapun. "Pasien tak pernah mendapat imunisasi apapun sebelumnya," terang Wahyudi Adisiswanto, dalam konferensi pers.

Gejala virus polio

Melihat dari akun formal Instagram @kemenkes_ri, dijelaskan bahwa virus polio menyebar melalui fecal-oral yang artinya virus berkembang biak di sistem pencernaan dan dikeluarkan melalui fases (tinja), Bunda. Setelahnya, virus pun menyebar melalui air.

Risiko akan semakin besar kalau Bunda dan Si Kecil tak menjaga kebersihan. Misalnya saja seperti perilaku buang air besar sembarangan.

Ada beberapa gejala yang ditimbulkan saat seseorang terkena polio. Berikut deretannya:

Demam. Kelelahan. Sakit kepala. Muntah. Kekakuan di leher. Nyeri di tungkai.

Biasanya gejala mulai muncul 7 hingga 10 hari setelah terinfeksi. Parahnya, polio juga menyebabkan kelumpuhan pada personil gerak. Jika ada anak dengan usia kurang dari 15 tahun mengalami lumpuh layuh secara mendadak, sebaiknya segera bawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat, Bunda.

Baca kelanjutannya di halaman berikut ya, Bunda.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen. 

Simak juga penjelasan mengenai faedah imunisasi untuk anak dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]