Profil instastories

Karma

Prosa Perasaan

By : Widia Purnamasari

 

Tuhan... menunggunya mungkin adalah hal terberat dalam hidupku. Menanti hatinya, mungkinkah itu...? Apa hatinya memang untukku? Apa dia memang milikku?  Ataukah dia hanya ingin mempermainkanku saja. Hingga kujatuh dalam peluknya dan meninggalkanku begitu saja setelah lepas dari apa yang pernah kita lalui bersama.

Tuhan...merindukannya adalah halku setiap detik. Dan karena ku tahu, hal terindah bagiku ialah dia. Aku memang butuh dia. Sosoknya. Dan karena tiada hariku tanpa merindukannya. Senyum itu yang selalu ada di dalam benakku.

Tuhan...menggenanglah segala perasaan. Mengenangnya di setiap bagian waktuku. Karena aku tahu, dia memanglah indah.  Hari-hari yang selalu kukenang ialah bersamanya. Terlebih karena aku menyadari, bahwa di setiap hidupku pernah kulalui bersamanya. Pernah kuukir hari bersama candanya.

Tapi...kenapa tiba-tiba hatiku sakit begini. Mengapa di saat aku mulai percaya lagi dengan harapan senja. Padamu lagi. Hancurkan lagi hatiku. Mengapa pula cerita kita menjadi seperti ini. Padahal dulu ialah tiada hari tanpa murung. Tapi kini... kurasa telah berakhir sudah.

Kemarilah. Biar kubukakan pintu. Agar hilang semua duka nestapa. Mengalir selayaknya air mata dan kejengkelan di hari lalu. 

Kenangan demi kenangan berlalu begitu cepat. Menghitam semakin hitam. Hingga tiada lagi tersisa. Maka dari itu, pergilah. Kupersilakan untuk pergi. Jangan di sini. Tempatmu bukan untuk di hatiku.

Engkau...kuberi tahu sesungguhnya. Terlepas dari semua perasaan yang kuberikan. Bisakah kau membiarkan aku lepas dan terbang?

Terlalu banyak yang terbuang mungkin. Terlalu banyak yang aku sia-siakan. Terlalu banyak hal yang terlewatkan. Dan itu semua adalah tentangmu. Ku mencarimu. Setelah dapat yang tersisa hanya derita. Rasa gengsi dan malu...

Kasihku...

Apa kau tahu tentang karma?

Kasihku, karma?

Mungkinkah itu yang terjadi padaku...

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.