Profil instastories

KAMU MASIH DISINI?

Kamu Disini

     Ada sebuah kos yang terkenal dengan ke angkerannya, tapi walaupun angker, masih ada yang mau ngekos disitu karena kossan itu dekat dengan kampus, jadi mahasiswa lebih banyak yang ngekos disitu karena kossan yang lain sangat jauh dengan kampus.

     Pada suatu hari, ada dua orang sahabat namanya Riska dan Rina, Mereka berdua sudah diperingatkan oleh orangtuanya, apabila mau kuliah jangan di kampus itu, karena kampus itu jauh dari rumah Mereka dan pastinya Mereka harus mencai kossan. Orang tua Mereka takut kalau mereka kuliah di kampus itu, Mereka akan ngekos di kossan angker itu. Apalagi Mereka tidak percaya dengan yang begituan, jadi susah untuk di jelasinnya.

 

     " Ma, Aku dengan Rina udah putusin untuk kuliah di kampus itu". kata Riska.

     " Kampus yang mana?". Tanya Mama.

     " Kampus ini". Kata Riska menampakkan foto Kampus tersebut.

     " Aduh... Riska, berapa kali mama harus bilang, kamu terserah mau sekolah di kampus mana saja asalkan jangan kampus itu". kata Mama.

     " Ma, Mama percaya dengan yang diceritain orang tentang kossan dekat kampus itu?". Tanya Riska.

     " Itu bukan lagi cerita sayang, tapi kenyataan". Kata mama meyakinkan Riska.

     " Kalau aku gak ngekos disitu, apa Mama akan izinkan Aku Kuliah disitu?". Tanya Riska.

     " Emang kamu mau tinggal dimana kalau gak ngekos, Kamu kan tau kalau rumah Kita ini jauh dari Kampus itu dan otomatis Kamu harus cari kossan yang dekat dengan kampus itu dan cuma kossan itu yang dekat". kata Mama.

 

     Setelah berbincang dengan Ibunya, Riska pun kembali ke kamarnya dan menelphon sahabatnya.

 

     " Rin Gimana, kamu di kasih enggak?". Tanya Riska penasaran.

     " Aku di kasih, tapi ada syaratnya". Jawab Rina.

     " Syaratnya Apa?". Tanya Riska yang makin penasaran.

     " Syaratnya, Aku gak boleh ngekos di kossan dekat kampus itu". Kata Rina.

     " Jadi gimana nich". kata Riska.

     " Aku tadi bohong, Aku bilang sama Mama ku kalau Akukuliah disitu, Aku akan tinggal di rumah nenek Kamu". kata Rina yang membuat Riska terkejut.

     " Kamu bohongnya kok gitu sich, nenek Aku kan udah meninggal". Kata Riska.

     " Ya maaf, Aku lupa". Kata Rina.

     " Jadi gimana, Mama kamu ngizinin enggak?". Tanya Riska.

     " Ya, mama ku bilang, jangan sampai Aku ngerepotin kamu dan nenek kamu, itu aja pesan dari Mama ku dan dari pesan tersebut bisa disimpulkan bahwa Mama ku setuju". Kata Rina dengan ekspresi senang.

     " Rin, Aku gak diizinin sama Mama ku". Kata Riska dengan ekspresi cemburut.

     " Kenapa, apa alasannya?". Tanya Rina.

     " Sama  kayak kamu". Kata Riska.

     " Oooo...". Kata Rina.

     " ngomong-ngomong, nanti waktu kamu kuliah, kamu mau tinggal dimana?". Tanya Riska.

     " Riska, kamu ada saudara enggak di sana". Tanya Rina.

     " kayak nya sih enggak". Kata Riska.

     “ Nah, Aku udah punya ide, gimana kalau kamu bilang sama mama kamu, kalau kamu tinggal di rumah saudara ku dan nanti disana kita ngekos aja di kossan yang terkenal itu, gimana?". Tanya Rina memberi ide.

     " Nantilah Aku coba". Kata Riska.

     " Iya". Kata RIna.

     " Rin, udah dulu ya". Kata Riska mengakhiri telphon.

     " Iya ". Jawab Rina dan menutup telphonnya.

     " Besok Aku akan coba membicarakan ini lagi dengan Mama dan sebaiknya sekarang Aku tidur”. Kata Riska dalam hati.

 

Keesokan Harinya........

 

     " Ma, Aku mau kuliah di kampus itu". kata Riska.

     " Di kampus yang kemarin Kamu bilang?". Tanya Mama.

     " Iya Ma, Mama gak usah takut, Aku gak akan ngekos disitu". Kata Riska.

     " Jadi Kamu mau tinggal dimana?". Tanya Mama.

     " Aku tinggal di rumah saudaranya Rina, ma Aku mohon....". Kata Riska dengan muka manja.

     " Baiklah". kata Ibunya mengizinkan.

 

1 minggu kemudian..........

 

     " Ini kossan yang terkenal itu?". Tanya Riska.

     " Kayaknya sih iya". Jawab Rina yang masih ragu.

     " Nah itu kampuskan". Kata Riska menunjuk ke arah sebelah kossan.

     " Oh iya, berarti ini dia kossan nya". kata Rina tanpa ragu lagi.

     " Ya udah, ayo kita masuk". Kata Riska menarik tangan Rina.

 

Didalam kossan..........

 

     " Apa kalian sudah tau tentang keangkeran kos ini?". Tanya sang pemilik kos.

     " Iya, lagipula kami tidak terlalu percaya dengan hal yang seperti itu. jadi tidak masalah bagi kami". Kata Riska.

     " kalau begitu berarti tidak masalah cuman apa yang dibilang dan diceritain sama orang-orang itu bukanlah sekedar cerita, tapi  kenyataan". Kata pemilk kos terus terang.

     " Iya, tapi terserah apa yang dikatakan mereka, kami akan tetap ngekos disini". Kata Rina yang tidak suka membahas hal yang tidak ia percayai akan keberadaannya.

     " Baiklah". Kata pemilik kos mengakhiri pembicaraan dan mengajak mereka untuk melihat kamar dan ruangan.

     " Disini kamar kalian dan dikamar ini juga ada kamar mandi cuman airnya jarang hidup, jadi  kalau airnya gak hidup kalian bisa pergi kekamar mandi itu". kata Pemilik kos.

     " Kalau disana ruangan apa?". Tanya Rina.

     " kalau disitu wc, tapi orang ini biasanya pergi ke wc itu kalau gak sanggup antri dan kalau malam gak ada yang berani ke wc itu". Kata Pemilik Kos.

     " Iya, Kami sudah tau pasti tentang keangkeran lagi kan". kata Rina.

     " Rin, kamu gak boleh ngomong gitu". Kata Riska.

     " Silahkan kalian istirahat, pasti kalian kelelahan". Kata pemilik kos dan pergi.

     " Iya ". Kata Riska.

 

Keesokan Harinya........

 

" Ka, Aku lagi kepingin rujak nich, pergi yuk beli rujak". kata Rina mengajak Riska.

" Kamu udah kayak orang ngidam aja”. Ejek Riska.

" Ih, kamu kok gitu sich ". Kata Rina.

     “ Lagian,  pagi-pagi udah ngajak makan rujak, nanti bisa diare lho". Kata Riska mempeingatkan.

     " Udah lah yok". Kata Riska.

 

Malam nya..........

 

" Ka, temenin gue yuk". Ajak Rina.

" Mau kemana?". Tanya Riska.

" Gue diare nich". Kata Rina.

" Kan udah gue ingetin tadi pagi, tapi lo aja yang gak nurut, ya udah yok". kata Riska dan menarik tangan Rina.

 

Di depan pintu kamar

 

" Kita ke wc itu aja ya". kata Rina mengajak.

" kamu kan udah dengar sendiri, kalau malam wc itu gak ada yang berani datang". kata Riska.

" kamu percaya, ya udahlah gak usah banyak mikir, ayok aku udah gak tahan". Kata Rina menarik tangan Riska.

 

" Rina buruan dong". Kata Riska.

" iya, iya sebentar lagi". kata Rina.

" Rin, gue cabut ke kamar dulu ya, mau ngambil sabun muka". Kata Riska.

" Ya". jawab Rina Singkat.

 

Beberapa menit kemudian.........

 

" gue udah siap dia belum balik lagi, mendingan aku nyanyi deh..

Matamu merah...

Rambutmu panjang...

 

" Bajuku putih...

berlumur darah...

 

" Kamu di sini?". Kata Rina menepuk bahu seorang perempuan yang menyambung lagunya.

" Rina, Lo bicara sama siapa?". Tanya Riska.

" Lo baru sampai, jadi yang disini siapa?". Tanya Rina dan memalingkan mukanya ke depan.

" Aku disini....

Mataku merah....

Rambutku panjang...

 

" Arghhhhhh". Teriak Riska dan Rina ketakutan.

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani