Profil instastories

Wanita kelahiran 2001, dan berasal dari kota garut. Menulis sudah menjadi hobi dari SMP sampai sekarang sudah menikah. Saya lulusan SMK Maarif Banyuresmi Garut, setelah lulus saya menikah dan ikut suami di Bogor.

JUNIJANU

CHAPTER 1 - BUKU DIARY JUNI

 

"Duhh.. dimana sih tuh buku"

 

"Perasaan di sini deh"

 

"Kenapa bisa ngilang yatuhann!"

 

Juni prustasi menjambaki rambutnya. Bagaimana tidak, Buku catatan nya menghilang padahal dia menaruh di atas meja sebelum ia keluar pergi ke kantin bersama Dea dan Anya, teman dekatnya.

 

"Lo gak bawa kali Jun, Lo kan pelupa " Dea bersuara karna jengah melihat teman nya yang satu itu. Kehilangan buku saja seperti kehilangan sebuah berlian.

 

"Gak mungkin. Tadi pas pelajaran Bu Riska Gue sempet nulis di buku catatan itu. Mana mungkin lupa bawa" ucap Juni yang masih menggeledah kolong meja nya.

 

Kedua temannya itu pun memutar bola matanya jengah sambil menyaksikan Juni yang panik sendiri. "Seberapa penting sih buku itu buat Lo? Sampai sampai kita aja gaboleh liat isinya. Lihat kan sekarang bukunya ilang. Kualat sih sama temen" serkah Anya sambil menyeruput Boba milk nya.

 

Bukan nya Juni pelit dan tidak mau menunjukan nya pada Dea dan Anya . Tapi isi catatan itu bukan hanya puisi dan cerpen karya nya saja, ada juga rahasia yang ia sembunyikan, tentang dirinya, tentang perasaan nya dan tentang angan nya. Juni sedikit segan jika memberi tahu kepada temannya.

 

Sekarang mereka menginjak kelas 12 SMA. Dea dan Anya tentu sudah hapal betul bagaimana sifat Juni. Tentang Juni yang menggilai novel dan cerita fiksi di wattpad. Bagi Juni tidak ada kesibukan lain kecuali membaca sebuah novel sampai ending. Juni selalu membayangkan jika dirinya menjadi tokoh dalam sebuah novel, seperti bertemu dengan laki laki badboy namun ending nya mereka bersama, bersemi menjalin cinta.

 

"Bukan nya bantuin nyari kek. Malah liatin aja" Juni mencoba mengangkat kursi ke atas padahal sudah tau dibawah sana tidak ada apa apa.

 

"Nih"

 

Seseorang menyodorkan sebuah buku tepat didepan wajah Juni. Buru buru Juni meletakan kembali kursi yang sedang di angkat nya.

 

"Ya Allah sayang akhirnya ketemu juga" dengan cepat Juni mengambil buku yang dari tadi di cari nya dan memeluk nya dengan erat. Dasar alay.

 

"Eh kok buku gue bisa ada di Lo?" 

 

Kini tatapan Juni beralih kepada seseorang yang berada di samping nya.

 

Seorang laki laki perawakan tinggi yang membaluti seragamnya dengan jaket Hoodie berwarna hitam.

 

"Tadi gak sengaja baca terus ada nama Lo disitu jadi gue kembaliin ke Lo"

 

 

"WHAT??! LO BACA ? BACA APA AJA? GAK SOPAN BANGET SIH LO BACA BUKU CATATAN ORANG!" Juni sangat terkejut mendengar penuturan laki laki yang di hadapan nya itu. Juni merasa seperti tersambar petir. Duar.

 

"Baca semuanya" jawab santai laki laki yang bernama lengkap Sakti Janu Namaan.

 

Satu detik

 

Sakti mulai menutupi kedua kuping nya jaga jaga,

 

Dua detik

 

Dea dan Anya mengikuti sakti menutupi kuping nya,

 

Tiga detik

 

"SAKTIIIIIII!!!! KURANG AJAR LO BACA BUKU GUE. DASAR SILUMAN TEMPE LO YAAA. GUE SUMPAHIN LO BESOK KETABRAK SEPEDA ONTEL SEGUNUNGG. ATAU LO MAU GUE KUTUK JADI SEMUR JENGKOL YANG BAUNYA SAMPAI DUNIA AKHIRAT. MAU LO HAH? MAU!!!"

 

Nah kan,

 

Begini lah jadinya jika ada yang membaca buku catatan Juni. Yang tadinya kalem mendadak hidung dan kepalanya mengeluarkan semburan api.

 

"Gak sengaja elahh" sakti masih dengan nada enteng.

 

"Mana ada gak sengaja tapi baca semuanya. Lo kok ngeselin sih jadi orang!"

 

"Tapi Lo suka kan?"

 

"GAKKKKKK"

 

Dengan kesal Juni pergi ke toilet sambil membawa buku catatannya . Ia tidak peduli bel masuk sudah berbunyi beberapa menit lalu.

 

___

 

"Tarik nafas...."

 

"Buang nafas..."

 

"Tarik nafas..."

 

"Buang nafas..."

 

Juni berusaha mengatur nafasnya di depan cermin toilet. Bagaimana bisa buku catatan miliknya berada di tangan sakti dan lebih parah nya lagi dia membaca semua isinya. Semuanya.

 

"Bagaimana kalo sakti baca tulisan gue yang itu Argggh"

 

Juni menjambaki rambut nya. Dia memang pernah menulis di buku catatan kalo dia menyukai Sakti, tapi itu dulu waktu kelas 10. Sekarang sudah tidak. Bagaimana kalau Sakti salah paham? Mau simpan dimana muka Juni ya tuhan .

 

"Pokok nya gue gaboleh salting dihadapan Sakti nanti. Gaboleh"

 

"Tapi gue maluuuu..."

 

"Nanti sakti ngasih tau temen nya kalo gue suka sama dia bagaimana ya Allah.."

 

"Kutuk hamba jadi sedotan WC aja ya Allah. Juni ikhlas"

 

"Atau hilangkan saja Sakti dari muka bumi ini ya Allah Juni nyesel dulu suka sama dia . Nyesel banget ya allahhhh"

 

Tok tok tok

 

"BISA GAK BERDOANYA HABIS SHOLAT SUBUH AJA. GUE DARI TADI KEBELET PUP ANJIR. LAMA BANGET SITU DI DALEM"

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.