Profil instastories

JODOHKU PLAYBOY

Bunyi bel masuk sekolah mengiringi langkahku tepat saat memasuki kelas. Segera ku letakkan tas dan duduk di kursi. Aku masih enggan berbicara dengan teman-temanku, dan memilih bertopang dagu, mengingat hatiku sedang kalut, gara gara peristiwa tiga hari lalu.

 

💔💔💔

 

"Maaf Za, Aku tidak bermaksud merebut Hamdan darimu, sungguh! Aku.. Aku.. bahkan tidak tau kalau dia menyukaiku, tapi entahlah mengapa semua jadi begini.. huu huu," cecar Hani siang itu dipelukanku. Aku masih diam mematung dengan pikiranku.

 

"Aku tidak mau Kita jadi musuhan gara-gara cowok, Aku nggak sukaa.. huu huu". Hani masih menangis sambil memberi penjelasan padaku. Aku tetap diam, dengan tatapan kosong dan masih setia dengan pikiranku. Tak lama kemudian,

 

"Sudahlah Han, tidak apa-apa, Aku baik-baik saja". ucapku sambil memeluknya lagi dan mengusap kepalanya.

 

💔💔💔

 

Sebuah kenyataan pahit yang harus ku terima bahwa, lelaki yang kusukai, yang ku kagumi sejak lama ternyata menyukai sahabatku sendiri. Sial! bodohnya aku! ingin rasanya ku berlari dan berteriak sekencang-kencangnya! mengapa Aku selalu sial dalam cinta? 

 

Perkenalkan, Aku adalah Zakia Khanza Al Malik seorang gadis polos yang beranjak dewasa karena terlalu banyak menasehati kawan-kawannya, padahal hatinya sendiri sedang gelisah galau merana.

 

Sudah banyak yang mengenalku di Sekolah, baik para murid ataupun guru karena prestasi dan jabatan yang kumiliki. Aku sudah berkali-kali mengharumkan nama sekolah hingga tingkat provinsi. Aku juga seorang ketua OSIS yang disegani. Jangan tanya apakah Aku bangga dengan apa yang kumiliki, tentu saja bangga! tetapi, tetap saja Aku hanyalah manusia. Aku pasti memiliki kegagalan, terutama dalam cinta.

 

"Pagi-pagi sudah bengong aja! Kamu kenapa?," kata Egha sambil menepuk bahuku dan membuatku terkejut.

 

"Ahh Egha! lagi asyik ngelamun juga!" kesalku sambil mengambil buku dari dalam tas. 

 

Egha adalah salah satu sahabatku dan juga teman sebangkuku.

 

"Kamu ini, masih kepikiran Hamdan ya?." tanyanya to the point yang membuatku kalang kabut seketika.

 

"Ihhh, apaan sih! ngomongin itu lagi!."

 

"Jujur aja, kamu masih nggak ikhlas kan, kalau Hamdan suka sama Hani?"

 

Sial! kenapa semakin diperjelas! cecarku dalam hati, namun Aku memilih diam saja.

 

"Khanza sayang, Kamu ini cerdas, berprestasi, ketua Osis lagi, di luar sana pasti ada yang lebih baik dari Hamdan plus suka sama Kamu.  Ya, meskipun Kalian sama-sama Ketua osis sih, tapi kan cowok ga cuma Hamdan! lagian Hamdan dan Hani gak pacaran! Hani juga nggak suka Hamdan, so? apalagi yang mau kamu galau in?"

 

Aku masih diam.

 

"Kalau Kamu gini terus, pasti Hani bakalan mikir yang enggak-enggak dan lama kelamaan hubungan kalian akan renggang! Kamu mau kayak gitu?" Tanya Egha kini sambil mengguncangkan bahuku.

 

Aku menghela nafas berat

 

"Gha, Aku udah lama yang suka sama Hamdan! wajar kali kalau Aku masih galau! meskipun Hamdan dan Hani nggak pacaran, tetap aja Aku galau! modal jabatan dan otak aja nggak cukup buat cowok suka sama Aku! Aku ini buluk! kuno! culun gara-gara kacamata ini! udah deh, makin pesimis Aku jadinya." sesalku sambil kembali menopang dagu. Egha hanya menghela nafas.

 

Aku tahu niat baik Egha ingin membuatku bangkit dari kegalauan, tapi saat ini Aku sedang tidak ingin dinasehati. Entahlah!

 

💔💔💔

 

Bel istirahat sudah sejak tadi berdering, tapi Aku masih enggan beranjak dari balkon sekolah. Aku lebih suka menyendiri dan melihat suasana sekolah dari atas. Aku bersekolah di Madrasah Aliyah yang masih dalam naungan Yayasan Pondok Pesantren, Aku pun menetap di pesantren. Jadi wajar jika ada dua ketua osis dalam satu sekolah, karena organisasi putra dan putri terpisah. Aku menjadi ketua di Osis Putri, dan Hamdan ketua Osis Putra.

 

Tiba-tiba seseorang merangkul pundakku

"Khanza, kamu liatin apa hayooo?". 

 

Lagi-lagi Aku terkejut, oh ternyata Anita

"Kamu ini! suka banget ngagetin orang," ucapku sambil mencubit tangannya.

 

"Hmm Aku mau ingetin Kamu nih, jangan lupa 2 bulan lagi kita akan buat agenda besar"

 

"Astaghfirullahaladzim! Aku lupa! benar-benar lupa nit!" kataku sambil menepuk jidat.

 

"Kamu kok baru ingetin sekarang sih!" kataku gusar.

 

"Yeeee, Aku yang disalahin, Kamu sih kebanyakan galau. Makanya cepat-cepat Kamu bahas sama Hamdan ya, biar cepat kelar tuh agenda," kata Anita santai sambil mencolek daguku.

 

Tunggu! Hamdan lagi? 

 

"Umm, iya deh, nanti InsyaAllah Aku menemui Hamdan," ucapku tak yakin.

 

"Hahaha, udah ga usah pesimis gitu, Khanza kan hebat! pasti bisa! udah ya! Aku mau kekantin dulu, hmm kamu ga mau ikut Aku?". tanya Anita kemudian.

 

Aku hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis.

 

💔💔💔

 

Pulang sekolah, Aku dilanda kegusaran yang teramat sangat. Bagaimana tidak, Aku yang berusaha mati-matian untuk move on, malah diharuskan bertemu Hamdan.

 

"Za, Aku yakin Kamu bisa profesional saat ini, kesampingkan dulu perasaanmu, ingatlah jabatanmu, oke?" kata Egha sambil menggenggam erat tanganku. Aku memang meminta Egha untuk menemaniku menemui Hamdan.

 

Aku menghela nafas berat "Kamu benar gha, Aku harus menang dengan perasaanku sendiri."

 

Lalu kami menuju supermarket pesantren, karena setiap pulang sekolah Hamdan pasti disitu. Dia adalah salah satu karyawan disana.

 

Kini Aku berdiri didepan pintu kaca supermarket, dan ku lihat dia ada di meja kasir, masih mengenakan seragam sekolah. Aku melihatnya dan dia langsung melihatku, Dia keluar supermarket dan menemuiku.

 

Ya Allah lututku meleleh, pikirku saat itu, namun dengan keras ku tahan agar tidak terlihat memalukan.

 

"Ya? Ada apa Bu ketua?," tanyanya dengan menyunggingkan senyum.

 

Sial! Aku baper dengan panggilan itu!

 

"Umm, Sebenarnya Aku mau tanya soal agenda kita 2 bulan lagi," kataku dengan suara yang nyaris seperti burung sumbang menahan kegugupan yang ada.

 

"Oh, olimpiade? yang mau kita adakan tingkat kabupaten itu kan?" tanyanya masih dengan senyum yang semakin mengembang.

 

Ingin rasanya ku lempari sepatu wajahnya agar tidak terus-terusan menebar senyuman. Aku hanya mengangguk menanggapinya. 

 

"Hmm iya iya," dia nampak berpikir sambil mengusap dagunya.

 

Lelaki ini, dengan postur tubuh tegap dan tinggi, serta pembawaan yang berwibawa, berhasil membuatku gagal move on hanya dengan senyuman. Ingin rasanya Aku mengumpat.

 

"Begini saja, besok kita adakan rapat gabungan ya membahas ini, tolong aku, beritahu anggota yang lain, agar hadir semua, ini undangan tanpa surat, soalnya mendadak, jadi tak apalah," katanya masih dengan memamerkan senyuman lagi, Ya Tuhan tolong Aku!

 

Egha yang sedari tadi berdiri dibelakangku mulai mencolek-colek punggungku, menyadari situasi yang ada.

 

"Pukul 10! Aku mau jam segitu!" Ucapku spontan sambil melotot kearahnya.

 

Hamdan terkejut kemudian tersenyum lagi.

 

"Oke Bu Ketua, siap!" katanya sambil bersikap hormat padaku. Aku hanya memicingkan mata dan mengerucutkan bibir.

 

"Aku pulang dulu, makasih waktunya!" Ucapku kemudian dan melenggang pergi, Egha mengekor dibelakangku. Ku lihat Dia melambaikan tangan dan tersenyum lagi.

 

Ya Tuhan, Aku gagal move on.

 

💔💔💔

 

Jam sudah menunjukkan pukul 10.05 WIB dan semua anggota Osis baik putra maupun putri bahkan dari MTs pun sudah hadir. Tak lama Pak Sanusi, selaku pembina kami pun memasuki musholah yang kami gunakan untuk rapat disusul Hamdan di belakangnya.

 

kulihat keduanya berbicara sebentar dan Hamdan membuka acara.

 

"Baik, sebelum kita membahas lebih jauh, ada baiknya kita tentukan siapa yang akan menjadi ketua umum dalam olimpiade tahun ini. Saya tidak akan mengajukan diri Saya menjadi ketua, namun Saya akan memberi kesempatan pada anggota Saya untuk menjadi Ketua umum." kata Hamdan tiba-tiba dan membuat setiap pasang mata tercengang.

 

Bagaimana mungkin dia membuat keputusan seperti itu? apa yang dia pikirkan? Aku sungguh tak paham dengan jalan pikirannya.

 

"Jadi, Saya tawarkan saat ini, siapa yang bersedia maju sebagai Ketua Umum Olimpiade tahun 2017?" tanyanya dengan suara lantang.

 

Buru-buru Aku mengangkat tangan untuk mengajukan penolakan, tiba-tiba

 

"Saya Mas Hamdan!". 

 

Dan semua mata memandang sosok itu!

sial! siapa lagi dia?.

💔💔💔

 

jadi disini siapa yang playboy? lalu siapa jodoh Khanza?

 

Next?

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.