Profil instastories

Jika Niatnya Lillah, Takkan Ada Kata Lelah

Disaat ayam belum mengeluarkan suaranya dan para insan masih menarik selimutnya. Aku sudah sibuk dengan gawai ditanganku. Itulah keseharianku, hanya bisa memanfaatkan kuota malam untuk membuka instagram dan youtube.

Ku lirik akun berita di instagram, sudah banyak digit korban dari covid-19 atau biasa disebut virus corona. Betapa terkejutnya aku, berawal dari 2 pasien. Sekarang sudah menembus angka 6000.

"Wow, ganas sekali virus ini!". Batinku

Pemerintah geram bukan main, dan bukan hanya pemerintah yang geram akupun merasa geram karena pemerintah sudah tegas meminta warganya untuk memakai masker dan tetap berdiam diri di rumah. Namun tak ayal dilakukan, masih banyak warga yang ngeyel keluar rumah hanya untuk sekedar nongkrong dan bermain.

Mungkin bagi para pekerja yang keadaan memang menuntutnya untuk berada di luar rumah, hal tersebut diperbolehkan asal memakai masker dan mampu menjaga sistem kekebalan tubuhnya agar tidak tertular virus tersebut.

Bagi kalian yang menyepelekan virus ini. Tidakkah kalian pikirkan, lelahnya tenaga medis? Bahkan sudah banyak tenaga medis yang gugur akibat menangani virus tersebut. Dan yang lebih miris, bagi tenaga medis yang masih berjuang melawan virus, sampai tak ada yang mau menerima keberadaannya. Takut-takut keberadaannya menularkan virus.

Tak cukup batas otak ku untuk memikirkan bagaimana cara untuk menghentikan penyebaran virus ini. Untuk membantu secara material, kurasa uangku tak cukup. Dan jika membantu secara tenaga. Apa yang bisa aku lakukan?? Kemana aku harus pergi untuk membantu??

Sambil menyeret jempol tanganku beberapa kali ke atas. Mataku tertuju pada komunitas penggalangan dana yang resmi, tanpa berpikir panjang akupun mengikuti akun tersebut dan mencoba mengirimkan DM untuk ikut berpartisipasi. Lalu ada link yang bisa langsung tergabung dalam grup whatsApp relawan. Tak berlangsung lama, tetiba gawaiku berdering. Perlahan ku buka dan mendapatkan notifikasi balasan.

"Silahkan bergabung ....."
Hatiku senang bukan main. Aku langsung mengajak teman-temanku melalui grup whatsApp.

"Assalamualaikum teman-teman, adakah dari kalian yang mau berpartisipasi menjadi relawan untuk virus corona?"

Beberapa menit berlalu namun tak kunjung mendapatkan respon dari penghuni grup. Aku sudah mulai pesimis. Ku tinggal gawaiku sebentar untuk mengambil minum. Ketika kembali, ku tengok grup sudah penuh dengan balasan teman-temanku.

"Ya, aku mau?"
"Eh dimana tuh?"
"Gimana cara gabungnya?"

Setelah itu mereka yang bertanya kujelaskan satu persatu. Setelah mereka merasa yakin, akhirnya mereka ku masukkan ke dalam grup relawan, berawal dari kami menggalang dana bersama-sama dalam situs internet.
Setelah hampir 2 minggu, dana yang kami galang sudah mencapai 2 juta rupiah. Nominal yang bisa dibilang cukup bagi kami untuk dibelikan masker.

Minggu ke 3, kami diajak oleh ketua grup untuk bersama-sama menggunakan masker turun ke jalan untuk membagikan masker bagi pengendara atau bahkan pejalan kaki yang tak menggunakan masker. Ternyata cukup banyak dari mereka yang mengabaikan kesehatannya dengan tak memakai masker.

Baru kami berjalan 1 kilometer, sudah ada anggota yang mengeluh capek. Dan meminta untuk beristirahat.

"Kak, masih jauh ga sih? Aku capek nih"

"Sebentar lagi sampai kok, di persimpangan jalan itu" jawab ketua grup relawan.

"Ah,, kalian duluan aja deh"

Di persimpangan jalan, kami bertemu dengan pak polisi yang sedang memeriksakan identitas pengendara yang berbonceng dan juga tak menggunakan masker.

Dengan membuka masker sebentar, pak polisi yang sudah terlihat tua karena ada kerutan di dahinya pun menyunggingkan senyum sumringahnya kepada kami dan berkata.

"Saya bangga nak kepada anak muda seperti kalian, peduli terhadap sekitar. Semoga niat lillahi ta'ala kalian berbuah manis dan dibalas oleh Allah dengan pahala yang berlipat ganda. Tapi pesan saya tolong ya nak membagikan maskernya jangan berkerumun."

Anggota yang mengeluh tadi pun sampai di lokasi dan mendengar kata polisi renta yang memuji kami tersebut. Ia merasa malu, badan masih segar tapi baru berjalan 1 kilometer saja sudah mengeluh. Sedangkan pak polisi yang sedari pagi berdiri mengamankan kondisi jalan saja tak mengeluh.

Setelah itu ia menjadi orang yang paling semangat dalam membagikan masker, ia mengambil jumlah masker paling banyak diantara yang lain.

Ia tersadar bahwa kalau niat baik itu tidak boleh mengeluh karena kalau mengeluh tak akan mendapatkan pahala. Dan apabila dinikmati maka akan memberikan kesenangan batin.


Semoga kalian terinspirasi dan mencoba menjadi relawan dengan cara kalian masing-masing :)

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani