Profil instastories

Lelaki penyuka hujan, kebun, buku, dan kopi.

Jekkasi Dollar'e!

Selain covid-19 yang tidak kelihatan tapi mematikan, ada pula "wabah" lainnya yang sudah jauh lebih dulu ada di kampung kami. Bedanya, wabah ini kelihatan tapi berbau "mematikan."

Wabah yang satu ini hampir setiap hari melintasi kampung kami. Wujudnya berupa truk biasa. Namun yang diangkutnya bukan barang biasa. Harganya sangat mahal. Karet mentah! Bukan karet setengah jadi. Setiap kali lewat maka baunya yang mirip bau kotoran menyebar ke mana-mana. 

Orang-orang di kampung kami biasa bilang, "Jekkasi dollar e." Artinya "Dollar lagi lewat." Orang-orang mengistilahkannya begitu karena saking mahalnya harga karet.

Yang paling parah kalau karet mentah di atas truk meninggalkan tetesan kecil di jalan maka baunya tidak akan hilang di sekitar tempat jatuhnya. Biasanya, truk pengangkut karet mentah sudah tiba di Kota Makassar namun baunya masih tertinggal di kampung. 

Apakah tetesan dari karet mentah sangat berbahaya bagi lingkungan? Saya tidak tahu. Apakah karet mentah mengandung sejenis mikroba atau bahkan amonia? Entah. Saya tidak tahu. Saya bukan pakarnya. 

Yang jelas, truk-truk itu biasanya baru "kelihatan" kalau sudah lewat beberapa menit lalu. Soalnya tidak bisa dibedakan yang mana truk pengangkut truk mentah dan mana bukan. Jadi tidak bisa diantisipasi berupa persiapan menutup hidung. 

Untunglah, ada juga hikmah di balik corona. Orang-orang yang memakai masker sulit diganggu bau "mematikan" itu. Namun bagi orang-orang yang tidak memakai masker, seperti biasa mengeluarkan ucapan -entah umpatan- "Jekkasi dollar e! "(*)

Kedai Kopi Litera-Dihyah PROject, 19 April 2020

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jun 7, 2020, 3:29 PM - Hanifah khairunnisa
Jun 3, 2020, 12:46 PM - Nurhuda mas'ud tanjung
Mei 24, 2020, 8:09 PM - Nurhuda mas'ud tanjung
Mei 20, 2020, 5:13 PM - Tjahjono widarmanto