Profil instastories

Indah Pada Waktunya

 

Di taman perpustakaan kampus ada seorang wanita sedang duduk ditemani oleh buku. Tatkala angin sore berhembus menerpa wajahnya,dia merasakan seolah masalahnya dibawa oleh angin dan dihembuskan ke udara,lepas lega.

Sekilas ingatan itu kembali hadir seolah sedang menari-nari di pikirannya.
"Hei Salwa kamu itu kalau makai pakaian kek gitu pindah aja ke Arab,gak pantas kalau dipakai di sini,dasar anak aneh, sok suci lo."

Perkataan teman-teman sejawatnya itu membuat hatinya perih,hingga air hujan turun bersamaan dengan bulir bening yang mengalir di kedua pipinya.

Salwa yang beberapa bulan lalu memutuskan  memakai kerudung dan gamis seperti yang dipesankan ole h almarhum ayahnya bahwa jika wanita sudah baligh,dia wajib menutup  auratnya. Menyadari bahwa itu adalah sebuah kewajiban dalam agamanya dan sebagai tanda bakti terakhir kali kepada sang ayah,maka akhirnya dengan segala polemik yang timbul dia pun memutuskan untuk menjalankan kewajiban dan pesan dari almarhum sang ayah.

Hari-harinya selalu diolok-olok oleh temannya,dia bukannya tak punya teman,hanya karena memutuskan untuk berubah,dia dijauhi dan dianggap musuh oleh teman-temannya.
Tetapi,tetap saja,teman baik tak akan meninggalkan temannya yang sedang berusaha baik di hadapan Rabb-Nya.

Hingga suatu hari,dia terjatuh karena disenggol sengaja oleh temannya dan teman tersebut hanya mengatakan maaf sambil tersenyum miring.

"Rasain lo,jangan sok kali jadi orang,"Kata Rani.

Hal itu dilihat oleh Kinanti yang beberapa waktu lalu mengambil cuti.

"Kamu Salwa kan ? ayo aku bantu berdiri" Sambil tersenyum
"Kamu kenapa bisa jatuh?" Tanya Kinanti.

"Enggak apa-apa aku tadi agak pusing makanya tiba-tiba jatuh." Bohong. 
Padahal Kinanti melihat dengan jelas bahwa Salwa disenggol secara sengaja oleh Rani.

Dari hari itu,mereka menjadi teman baik. Meski sebelumnya Salwa membenci Kinanti tanpa alasan hanya karena dia memakai pakaian yang sama sepertinya.

Kebencian teman-teman sejawat mereka pun semakin hari semakin bertambah,kini tak hanya Salwa yang dibenci tetapi  Kinanti juga hanya karena pakaian mereka. Semua itu karena hasutan dari Rani.

Tetapi,di suatu hari tatkala mereka semua sedang berada di Laboratorium melakukan praktikum ada kejadian yang hampir memusnahkan orang-orang di dalam ruang tersebut,suara histeris pecah karena salah seorang dari mereka salah memasukkan cairan hingga asap beracun memenuhi isi ruangan tersebut dan yang melakukan kesalahan itu adalah Rani yang gegabah karena meihat Kinan yang dipuji oleh kakak asisten karena memahami apa yang telah diinstruksikan olehnya.  Hal itu membuat hati Rani panas. Hinggatak sengaja mencampur cairan yang berbahaya,sehingga malapetaka pun terjadi.

Semua orang keluar dari ruangan,tetapi. Salwa bukan orang terakhir yang berada di sana,melainkan Rani yang masih dalam keadaan terkejut dan syok.
Melihat hal tersebut Salwa langsung menarik tangan Rani untuk keluar dari ruangan itu. Orang -orang panik histeris karena di dalam ruangan itu masih ada Rani dan  Salwa. Hingga akhirnya dua sosok gadis yang terseok-seok akhirnya berhasil keluar dari malapetaka di ruangan tersebut.

Sejak hari itu sebulan lamanya,Salwa tidak pernah lagi terlihat bahkan nomor HP nya tidak aktif.

Setelah kelas usai,karena rasa khawatir tak ada kabar berita Salwa akhirnya Rani menanyakan kepada Kinan perihal ketidakhadiran Salwa.

Hal ersebut membuat Kinan marah.
"Apa lagi yang mau kamu mau?,Gara-gara menyelamatkan kamu,Salwa sampai saat ini tidak pernah muncul lagi."

"Ohh aku tahu,kamu kesepian karena gak ada lagi orang yang kamu  dan teman-temanmu olok-olok,sekarang, kamu puas kan?"Dia mengatakan hal tersebut dengan suara yang lantang.

Lalu Rani pun menyadari kesalahannya pada Salwa. Padahal  Salwa adalah teman baiknya sebelum Salwa memutuskan untuk menutup auratnya,hal itu dibenci Rani tanpa alasan karena menganggap orang-orang yang seperti Salwa adalah orang munafik yang seolah-olah merasa suci.

Sadar, bahwa Salwa bukanlah musuhnya dan ingatan tentang perlakuan jahatnya pada Salwa,hal itu menimbulkan gejolak penyesalan yang menyesakkan hati Rani.

Hingga akhirnya kabar Salwa pun terdengar dan diketahui oleh Rani karena dia menanyakan keberadaan Salwa pada tetangga Salwa dan kenyataan yang mengejutkannya bahwa Salwa,temannya itu  sekarang sedang dirawat di sebuah  rumah sakit karena keracunan menghirup asap. Rani sadar, semua itu akibat dari ulahnya yang gegabah.

Terlihat seorang gadis yang sedang bermimpi indah di sebuah pembaringan di dalam ruangan serba putih dan di sana ada dua orang yang sedang membaca Alquran di sampingnya,ibu Salwa dan Kinan.

Selepas memberikan salam,Rani pun masuk dan melihat keadaan Salwa. Dia sangat menyesali perbuatan buruknya pada Salwa beberapa waktu lalu.

 

Kemudian, dia memeluk tubuh Salwa hingga sesenggukan dengan air mata yang tumpah.

Suatu hari di sebuah taman perpustakaan kampus,terlihat ada dua orang gadis yang  berpakaiam syar'i sedang duduk dan asyik berbicara,hingga akhirnya tanpa mereka sadari tiba-tiba ada orang yang memeluk mereka dari arah belakang dan mereka pun tersenyum melihat sosok  tersebut. Dia adalah Salwa Anantasya.
Sejak saat itu mereka bersahabat dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani