Profil instastories

Hilang

Aku mengenal Diana baru beberapa bulan yang lalu, namun kisahnya sudah membuatku tersentuh dan lebih banyak bersyukur. Diana adalah anak hasil di luar nikah, wajahnya yang cantik dan khas ia dapatkan dari ayahnya yang mana asli dari korea selatan. Karena orang tuanya saat itu belum siap dalam berkomitmen, maka Diana kecil oleh ibunya dititipkan kepada sepasang suami istri pengurus salah satu pesantren yang ada di Jawa Tengah. Oleh orangtua angkatnya Diana kecil benar - benar dibesarkan dengan berlimpahkan kasih sayang. Diana benar - benar didik menjadi seorang anak yang sholehah. Bahkan di umurnya yang masih anak - anak, ia telah menguasai bahasa arab dan mampu membaca Al-Qur'an dengan hukum bacaan yang benar. Ia tumbuh menjadi anak perempuan yang cantik dan santun kepada semua orang, ia juga merupakan anak yang sangat ceria. Sampai akhirnya, ketika Diana kelas 5 SD, orangtuanya menjemputnya kembali untuk tinggal bersama mereka. Diana yang masih kecil itu pun menolak, karena yang ia tahu orangtuanya adalah ummi dan abinya yang sekarang. Dengan kesabaran dan ketabahan ummi dan abinya, mereka menjelaskan kebenaran kepada Diana bahwa benar, dirinya hanya dititipkan kepada mereka.

Berkat dinasehati oleh orangtua angkatnya, Diana pun akhirnya setuju untuk tinggal bersama ayah dan ibu kandungnya. Namun setelah setahun lebih ia tinggal bersama orangtua kandungnya, ia merasa sangat rindu ketika tinggal bersama ummi dan abinya. Karena orangtua kandungnya selalu bertengkar setiap saat, hal itu sangat berbeda dengan kehidupan ummi abinya yang sangat harmonis walau sederhana. Perasaan Diana pun semakin tertekan saat mendapati orangtua kandungnya bercerai, dan sekarang ia tinggal bersama ayahnya karena memang hak asuh Diana jatuh kepada sang ayah dengan alasan karena ayahnya mempunyai penghasilan tetap. Diana yang saat itu tinggal menghitung bulan untuk ujian nasional harus mengalami hal yang sangat menakutkan. Ia mendapat perlakuan kekerasan seksual dari ayah kandungnya sendiri, Diana berusaha menolak, tetapi apa daya tenaganya kalah telak dengan sang ayah. Ia sudah berusaha berkali - kali untuk kabur dari rumah sang ayah, namun berkali - kali pula ia gagal. Sampai datang suatu masa, ayahnya memasuki kamarnya dan berniat "melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan" sampai Diana menamparnya dengan keras. Karena Diana tahu benar bahwa yang dilakukan ayahnya adalah salah. Karena dahulu Diana benar - benar dididik oleh orangtua angkatnya dengan benar. Setelah ditampar Diana, ayahnya murka dan langsung memasukan Diana ke sebuah panti asuhan.

Meskipun Diana berada di panti asuhan, namun ia tetap sekolah dan ia juga berprestasi di sekolahnya. Menurut Diana, panti asuhan adalah tempat terbaik untuk saat ini dibanding ia harus tinggal bersama ayahnya. Yang mana akan membuatnya semakin tertekan. Maka Diana pun menghabiskan masa remaja awalnya dalam panti asuhan, sampai akhirnya ia berhasil masuk ke salah satu universitas ternama yang ada di Yogyakarta. Ia mengambil program studi Filsafat, karena ia mulai meragukan adanya Tuhan akibat dari tekanan - tekanan yang ia dapatkan di masa lalunya. Maka ia sempat menjadi seorang atheis selama satu tahun, faktor dari membaca buku - buku yang tidak di filter terlebih dahulu. Namun, ditahun kedua ia kuliah, ia mulai kembali mempercayai adanya Tuhan, namun ia memilih untuk tidak beragama apapun itu. Pada sampai akhirnya Diana mengenalku dan menanyakan kepada makna kebahagiaan, karena menurutnya kebahagiaan itu terlalu abstrak.

"Menurutmu kebahagiaan itu apa sih Tan?" Tanyanya kepadaku.

"Bahagia itu saat kita tahu siapa diri kita sendiri, karena dengan mengenal diri sendiri kita akhirnya akan mengenal Tuhan. Karena orientasiku untuk mencapai kebahagiaan sejati."

"Itu jawabannya bullshit banget Intan, semua hal itu tidak harus disangkut pautkan dengan Tuhan. Karena agama itu gak mempengaruhi apa - apa.

"Kamu bertanya pendapatku, lalu aku menjawab. Salahnya dimana?"

"Aku hanya tidak suka dengan cara berfikirmu Intan."

"Harusnya aku yang berkata seperti itu Diana, aku bingung dengan cara berfikirmu Diana? Yang dulunya kamu sangat taat beribadah, sekarang apa? kamu seperti orang kehilangan arah. Aku mengerti kamu marah kepada Tuhan karena masa lalumu itu, namun lihatlah sekarang, apakah dengan kamu tidak beragama kamu damai dalam menjalani kehidupan? kurasa tidak."

"Jangan berlagak kamu tahu segalanya Tan."

"Siapa juga yang berlagak tahu segalanya, aku tidak tahu segalanya. Karena memang aku bukan Tuhan. Aku hanya bisa mendoakanmu Diana, semoga kamu dapat menemukan arah lagi untuk hidup.

Itulah sedikit percakapanku dengan Diana yang menurutku paling beda dari obrolan kita biasanya. Pelajaran yang aku ambil dari ini adalah

1. Tidak memulai hubungan jika belum mempunyai komitmen, sehingga tidak akan terjadi seperti ibunya Diana yang hamil diluar nikah. Dan belum bisa bertanggung jawab dengan perbuatannya, sehingga Diana kecil dititipkan kepada sepasang suami istri yang tidak mempunyai keturunan.

2. Mendidik anak dengan baik akan menumbuhkan anak itu berakhlaq mulia, terbukti saat Diana tinggal bersama orangtua angkatnya.

3. Hubungan yang dimulai dengan cara yang salah akan cepat tumbang, terbukti saat orangtua kandung Diana bercerai.

4. Sberat apapun cobaan, kita harus tetap berprrestasi. dibuktikan dengan Diana dapat masuk ke universitas ternama yang ada di Yogyakarta.

5. Trauma terhadap sesuatu akan mengubah pola pikir seseorang, terbukti Diana mengalami tekanan mental yang cukup parah karena masa lalunya dulu.

6. Jika tidak ingin kehilangan arah, maka kuatkanlah bagama kita.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:23 PM - Widi Purnamasari
Jul 1, 2020, 6:08 PM - Tika Sukmawati
Jul 1, 2020, 6:07 PM - Telaga_r
Jul 1, 2020, 5:47 PM - MARTHIN ROBERT SIHOTANG
Jul 1, 2020, 1:15 PM - INSPIRASI CERDAS