Profil instastories

Herlendy

Langit mulai terang, kicauan burung terdengar bersambut suka. Sang mentari pancarkan warna orenji diufuknya. Seorang wanita berambut hitam sebahu menggendong bayinya, ia berjalan menuju kamar anak pertamanya Clara. Clara adalah anak dari Alif dan Yuni. Mereka memiliki dua orang anak, anak yang kedua laki-laki dan masih bayi, bernama Kevin. Saat ini usia Clara sudah 12 tahun. Clara sudah kelas 6 SD. Pagi itu adalah hari libur panjang Clara, Usai melaksanakan UN dan USBN minggu lalu. Hari ini Ibu akan pergi ke pasar dan mengajak Clara untuk membantu membawakan barang belanjaan, sedangkan ibu akan menggendong kevin yang tidak mungkin ditinggal karena masih perlu ASI. Selepas mandi dan sarapan, ayah memesankan becak untuk mengantar kami ke pasar. Aku duduk disamping ibu yang sedang menggendong adikku. Sesekali ku lihat wajah adikku yang mungil dengan bola mata yang sipit dan hidung yang bulat, kulitnya yang masih putih kemerah merahan membuatku semakin gemas, terlebih rambutnya yang setengah ikal, mengingatkanku pada rambut ikalku saat bersekolah TK dulu. Tak terasa kami sudah tiba dipasar, kami pun segera masuk ke dalam pasar dan berbelanja, saat sedang melintas aku melihat ada seorang penjual kelinci, dia adalah seorang nenek tua yang terlihat murung dengan dagangannya yang sepi pembeli. Aku merengek dan meminta Ibu untuk membelikanku kelinci kepadanya. Awalnya ibu melarangku karena ibu juga hanya bawa uang sedikit, tapi dengan segala rayuanku akhirnya ibu mengiyakan. 

"Nduk cah ayu, mau beli kelinci ya.. ini lihat lucu lucu sekali kan, ada yang masih kecil juga loh, ayo lihat ini nduk " nenek itu menawarkan kepadaku dengan sangat ramah

"Iya nek, saya mau beli yang putih kecil itu" pintaku pada nenek

"Oh iya, ini nduk.. Jangan lupa dikasih makan dan minum ya kelincinya biar cepat besar " nasihat nenek padaku

"Pasti nek, ini nek uangnya.. " ucapku sambil membayarkan

"Terimakasih nduk.." ucap nenek sambil tersenyum lega

Kemudian aku dan ibu pulang sambil naik becak yang mengantarkan kami ke pasar tadi. 

"Bu, bang Maman mana yah.. Tadi becaknya disitu kok gak ada " ucapku kesal

"Tadi bang Maman bilang mau ke toilet, kita tunggu di depan wartel itu aja yuk.. " jawab ibu sambil mengajakku beranjak

Setelah bang Maman muncul, kami pun segera pulang. Sampai dirumah aku tunjukkan kelinci baruku pada Ayah. Ayah sangat terkejut, tidak biasanya aku segembira itu. Kemudian aku mengajak kelinci baruku masuk ke Kandang yang telah dibuatkan Ayah untuknya. Aku sangat suka kelinci kecilku.Dia selalu membuatku gemas dengan tingkah jailnya, terlebih bulunya yang putih bersih menambah indah dirinya. Bola matanya yang berbinar binar bagaikan pernik pernik yang cantik. 

"Ibu, Ayah,  Aku telah sepakat akan memberikan nama kelinci kecilku ini Herlendy " ucapku spontan yang langsung dilirik kedua orang tuaku dengan heran. 

"Ya.. Nama yang bagus, cocok untuk kelinci kecil ini " jawab ayah seolah setuju pada pintaku. Sedangkan ibu hanya tersenyum mengiyakan kata ayah. 

Lalu ku bawa kelinci kecilku ke halaman belakang dan ku ajak bermain disana.. Dia terlihat begitu senang, memakan rumput segar dan menikmata permainannya denganku. Bahagianya aku memilikimu Herlendy ku. 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani