Profil instastories

HE

Prolog

Alice Agatta adalah seorang wanita yang sejak kecil telah menanggung pahitnya kehidupan. Saat umur 6 tahun dia telah merasakan pahitnya roda-roda kehidupan. Dia hidup dengan segala aturan-aturan kedua orang tuanya yang over protektif karna ke protektif-an orang tuanya Alice hanya merasakan kehidupan seperti dalam penjara yang tak ada cela untuk menikmati masa remajanya. Suatu saat nanti jika aku mempunyai seorang anak aku tidak akan seperti mereka mengekang dengan segala peraturan-peraturan ini. Tekadnya.

 

Alice memang tipe orang yang gampang membaur. Dia pun mempunyai banyak teman baik di sekolah maupun luar sekolah. Namun menurutnya banyak teman pun hanya sia-sia dia tidak di perlakukan sama oleh orang tuanya seperti teman-temannya itu. Dia merasa tidak pantas untuk menjadi sangat dekat dengan teman-temannya. Namun hanya ada satu teman yang selalu mengerti keadaan dia. Tak hanya mengerti dia namun mengerti akan sikap kedua orang tuanya.

 

Jika kalian mengira Alice adalah tipe orang yang tak pernah berpacaran kalian salah. Alice normal seperti cewe-cewe pada umumnya dia pernah beberapa kali mempunyai seorang kekasih. Mempunyai kekasih bagi dia agar sedikit tidak kesepian. Walaupun Alice tau dia tidak di perbolehkan mempunyai status berpacaran oleh kedua orang tuanya. Hanya saja dia tetap memilih menjalin hubungan selain karna memang dia merasa kesepian ia juga sangat memimpikan mempunyai seorang kekasih yang sangat mencintainya. Namun semuanya tidak ada yang benar-benar mencintai dia. Mereka hanya menginginkan hartanya saja. Tetapi saat ini dia mempunyai seorang kekasih yang menerima dia apa adanya dan mengerti kedua orang tuanya.

 

Saat itu Alice sedang duduk di salah satu kursi di kantin dengan minuman kesukaannya Jus Mangga. Tiba-tiba saja ada seorang lelaki yang duduk disampingnya. Heran? Jelas. Karna baru kali ini ada seorang cowo yang berani menggangu kesendirian nya.

 

"Lagi ngapain?"ucap cowo itu so akrab kepadanya

 

"Dih kepo,siapa sih lu?"alice geram karna dia mengusik kesendiriannya

 

"Santuy aja dong nanya baik-baik juga"jawab cowo itu sembari mencolek pipi alice

 

"Apa-apaan sih lo,najis banget sumpah"Alice meninggalkan lelaki itu

 

"Gaje bener ganggu aja"gumam Alice

 

Dan kemudian Alice pun sampai di kelasnya dengan raut wajah yang memperlihatkan kejengkelan nya,diapun duduk dikursinya lalu menempelkan pipi tembemnya ke meja dan memejamkan matanya.
Tidur di kelas baginya sangat nyaman dari pada harus pergi ke UKS seperti teman-temannya.

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani