Profil instastories

Harapanku Sederhana

 

Aku tak tau kapan Allah akan mengabulkan semua do'aku.Kini disujud sepertiga malamku,aku menangis sembari berdoa bersungguh-sungguh.

 

Aku Arsy Maulia.Usiaku menginjak umur 16 tahun.Diusiaku yang 16 ini ada banyak masalah yang aku hadapi.

 

Aku tau semua orang mempunyai harapan yang berbeda,contohnya saja harapanku dan Ibuku.Ibuku berharap usai taman SMP,aku bersekolah di SMA yang ibuku favoritkan.Tapi hatiku menolak aku ingin masuk pesantren.

 

Itulah harapanku yang berbeda dengan Ibuku.Menurutku apa susahnya memasukanku ke Pesantren yang aku inginkan? Tapi Ibuku bersikeras menolak mentah-mentah keinginanku.

 

Aku ingin memperdalam ilmu agama bu"Pintaku dengan sangat memohon.

 

Tak usah banyak keinginan Arsy Maulia!ibu tegaskan sekali lagi jangan banyak membantah!"itulah perkataan ibuku Sekar untuk kesekian kalinya.

 

Lihat Kakakmu Milla, Dia bisa sukses tanpa memperdalam ilmu agama kan?Pesantren itu tidak berguna Arsy!"lanjutnya

 

Itulah ibuku yang sangat aku sayangi dan hormati dihidupku.Ia selalu membanding-bandingkan dengan Kakakku Milla.

Ku akui kakakku memang sukses.Sekarang dia menjadi Model Majalah.Itu memang cita-citanya dan Ia berhasil mewujudkannya.

Tapi sayangnya kakak tak berhijab sama seperti ibuku,tak berhijab. Sebenarnya aku ingin mereka berhijab,sudah berkali-kali aku mengingatkan mereka,tapi jika aku terus memaksa,akan ada pertikaian diantara aku dan mereka.

Tetapi aku tak pernah berhenti mendoakan yang terbaik untuk keluargaku.

 

Cita-citaku ingin mengajarkan ilmu agama pada semua orang.Itulah semangatku berharap ingin masuk Pesantren.

 

Aku mencoba lagi membujuk ibuku"Aku benci kau mengatakan itu Arsy!berhenti memaksaku Arsy!Aku Muak!ikut ibu"perkataan ibu refleks membuatku menjatuhkan butiran bening dimataku.

Aku dibawa ke tempat yang amat aku tak sukai yaitu gudang.Lalu ibu meninggalkanku seorang

diri disana,aku tak memberontak seperti yang anak lain lakukan jika diperlakukan seperyti ini.Aku hanya diam dan berdo'a dalam hati.

 

Aku tak pernah berhenti berdoa karena aku yakin,tak ada doa yang tak akan dilkabulkan.

 

***

 

Hari ini perasaanku entah mengapa tak enak,aku rasa akan ada sesuatu yang terjadi pada ayahku.Aku tak ingin jauh dari ayahku.

Hari ini aku merengek pada ayah agar ia tak pergi bekerja ke kantor.

Tapi ayah bersikeras akan pergi bekerja,ia berkata lembut padaku sambil mengelus puncak kepalaku" ayah janji akan lebih cepat pulang sayang,kau jangan khawatir yah"

 

Akupun hanya mengangguk,aku tak mau egois,kubuang fikiran jelekku tentang sesuatu itu.

Kemudian aku mengantar ayah sampai teras depan,dan mencium tangannya.

Ia pun mencium keningku.

Kulihat ia masuk kedalam mobil,dan pergi melesat seperti angin.

Setelah tak terlihat oleh mataku,aku memutuskan untuk kembali kedalam rumah dan membantu ibuku bersih-bersih dihalaman belakang.

 

***

 

Malampun tiba,tapi ayah belum juga pulang.

Terdengar suara handphone ibu berdering.Dan terlihat ibu lari mengangkatnya.

 

"Apaaaa!!!!" Teriak ibu histeris,dan ia melemah karena kakinya tak mampu berdiri seperti sebelumnya.

Aku yang melihat itu langsung lari kearah ibu,dan bertanya ada apa sebenarnya ini kenapa ibu menjadi seperti ini.

 

Kau tau jawabannya? Jawaban ibu bukan hanya melemahkan kakiku,tapi juga tubuhku. 

Ayahku Meninggal karena kecelakaan!

Aku merasa aku tak mampu berdiri,pandanganku mulai kabur dan gelap seketika.

 

 

Pelan-pelan aku membuka mataku,ku lihat sekelilingku putih entah dimana aku.

Samar-samar aku melihat ada orang yang mendekat kearahku,kuarahkan pandanganku ke arahnya.

"Ayaah!" panggilku "aku merindukanmu ayah,mengapa kau meninggalkannku yah?" Itu adalah ayahku,aku menangis sejadinya dan ia memeluku dan mengelus rambutku.

 

"Kau jangan menangis seperti itu Arsy sayang,ini sudah takdir,tapi percayalah ayah sangat mebyayangimu sayang" ujarnya.

 

Aku semakin menangis kencang sekali.Dan iapun berkata kembali.

 

"Pulanglah sayangku,dan raihlah cita-citamu untuk memperdalam ilmu agama dan mengajarkannya pada orang lain. Bimbinglah ibumu Arsy dengan baik.

Aku tau kau gadis yang baik,kau juga anak yang kuat. Pergilah kepesantren Anaku,dan jangan lupa do'akan ayah" setelah mengatakan itu,ia tiba-tiba menghilang diiringi cahaya yang sangat silau hingga aku tak mampu membukakan mataku.

 

"Ayaaaahhhhhh!"

 

"Syukurlah kau sudah sadar Arsy" ucap kakakku

 

"Mana ayah kak?"Ia hanya menunduk sedih.Aku melihat ke arah kananku terdapat jasad ayah yang sudah tak dapat bergerak.

 

Aku menangis sejadinyaa

 

" Ayaaaahhhh!"

 

***

 

Sudah tiga hari setelah ayah meninggal,Ibuku sakit.Aku tak pernah meninggalkannya.Aku selalu ada disampingnya.

 

Suatu hari ibuku mengajakku berbicara serius."ibu bermimpi bertemu ayahmu Arsy! beliau ingin kau masuk pesantren.Sekarang Ibu izinkan kamu 

masuk Pesantren nak".Aku tak percaya mendengarnya.Sungguh! kini harapanku akan terwujud.

Aku menangis bahagia sangat bahagia.Kupustuskan untuk berangkat kepesantren setelah sehatnya Ibuku.

 

Setelah tiba dipesantren,tak lupa aku berpamitan pada ibu mencium tangannya.Dan ia mencium pipiku.

 

Aku berjanji,akan belajar ilmu agama dengan bersungguh-sungguh

Terimakasih Banyak ya Allah keinginanku akan segera terwujud.

 

 

 

 

 

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.