Profil instastories

Happy New Year & Love

Happy New Year & Love - Page 2
Karya : milkita

“Boong! Kenapa dia udah punya pacar?! Padahal aku cinta sama dia dari lubuk hatiku ...” Gadis yang berada dibelakangnya menjadi prihatin, gadis itu menhela napas dan mengusap pundak temannya itu.

“Udahlah Lice, kamu bahkan gak pernah ngobrol sama dia, gimana dia bisa suka sama kamu?” Alice menatap temannya dengan tatapan terkejut, “Gak ada cewek yang paham tentang dia selain aku, inget itu baik-baik nona Azry!” Azry berdecih kesal, dia bertopang dagu, matanya menatap Alice.

“Tanggal berapa dia lahir?” Azry bertanya kepada Alice yang sedang menyeruput minumannya.

“Tanggal 24 Februari, jam 01.25” Azry memasang wajah datar, tangannya mengambil makanan yang tersedia.

“Warna cat kamarnya?”

“Biru, dindingnya dipasang poster tokusatsu Jepang.” Azry berhenti memakan camilannya, “Kata sandi smartphone-nya?”

“Hm? 2401” Alice menjawab dengan mudah membuat Azry terpana. “Kamu apaan? Stalker ya?” Alice tersenyum bangga, dia mengibaskan rambutnya dan menunjukkan tanda peace kepada Azry.

“Aku gak paham jalan pikirmu Lice.” Alice mengerucutkan bibirnya dan menatap sedih Azry.

“Kamu gak suka liat aku bahagia Zy?” Azry menggeleng dengan cepat, “Bukan gitu! Tapi coba kamu pikirin deh, emangnya dia bakalan nerima kamu kalo kamu nembak dia?” Alice berpikir sejenak, matanya menatap keluar jendela.

“Suka kok, kan aku imut.” Azry menatap Alice dengan pandangan tak percaya, “Ini udah malem, aku mau pulang.” Azry mengambil tasnya, dia berdiri diikuti Alice. “Eh?! Udah mau pulang? Gak nginep disini?” Azry menggelengkan kepalanya.

“Oh yah Lice, aku denger di sekolah kita ada yang buat ramuan gitu.” Kata Azry.

“Ramuan ... Apa yah ... Aku lupa, kamu tanya sama dia aja deh.” Azry berjalan melewati dapur dan sampai di pintu depan rumah Alice.

“Namanya siapa?” Alice memandang Azry yang sedang memakai sepatunya, “Bima, kelas 12-A.” Alice menepuk tanganya, bibirnya membentuk huruf O, “Kakak yang katanya jenius seangkatan kita itu yah ... Ganteng gak?” Azry menghela napas dan membuka pintu rumah Alice, “Liat aja sendiri, walaupun libur begini dia tetep ke sekolah.”

“Wah?! Ngapain?!” Azry menggelengkan kepalanya, “Kalo gitu aku pulang dulu, bye.” Pintu rumah Alice tertutup sepenuhnya, dia melihat ke arah jam dinding.

“Udah malem ... Besok aja deh kesana, kali aja ada love potion.” Alice tertawa saat mendengar perkataannya, “Tentu aja itu gak mungkin sih yah ...” Dia berjalan ke arah kamarnya, memikirkan jam berapa dan baju apa yang akan ia kenakan nanti.

“Yah, sekarang kita lihat tentang si Bima itu, mungkin saja, ada sesuatu yang membuatku tertarik padanya ...”

>>>

Alice menatap smartphone miliknya, 'tanggal 17 bulan Desember.' Batin Alice

“Sungguh? Dia masih ke sekolahan walau sudah llibur? Darimana dia masuk?” Gadis itu menatap ke arah gerbang yang sepenuhnya terkunci. Dia mengigiti kukunya dan memejamkan mata.

“Oi, apa yang kau lakukan?” Alice mendengar suara, dia membuka matanya.

“Ah ... Kak Bima yah!” Alice menunjuk ke arah Bima, dia melompat-lompat seperti anak kecil. “Apa yang anak SD lakukan di sini?” Alice berhenti melompat, dia menggembungkan pipinya seraya berkacak pinggang. “Umurku 17 tahun loh, dan aku ini SMA.”

“Kau seperti anak SD dengan tinggi segitu.” Bima menahan tawa membuat Alice ingin memuku kepalanya menggunakan batu.

“Hey, darimana kau bisa masuk?” Alice bertanya, dia mendekat ke arah gerbang. Bima menatap Alice, mulutnya membuka, mengucapkan kata-kata yang membuat Alice semakin ingin memukul kepala Bima.

“Manjat.” kata Bima, mendengar perkataan Bima, Alice benar-benar memanjati gerbang sekolah dengan santai, dia mengeluarkan nada-nada secara acak. Bima berdecak takjub melihat keberanian Alice, masalah utamanya adalah ... Dia memakai rok, bukan celana.

Alice sudah sampai diatas gerbang, dengan senyuman merekah, Alice melompat dari atas gerbang membuat Bima terkejut. “Oi!” Bima berhasil menangkap Alice dengan mengorbankan dirinya, Alice tersenyum, dia berdiri dan mengucapkan kata

“Makasih kak! Sekarang ruangan kakak ada dimana yah.”

Bima menggeram kesal, dia bangkit dari tempatnya dan menahan pergelangan tangan Alice, “Ngapain kamu ke sekolahan?” Alice mengerjapkan matanya,

“Pengen ketemu sama kakak.” Bima menunjuk dirinya sendiri. “Aku?” Alice mengangguk.

“Kata temenku, kakak pernah buat ramuan gitu. Aku mau nanya, kakak buat love potion gak? Yah, tapi aku yakin itu gak mungkin ...” Bima membeku, raut wajahnya menjadi datar, aura hangat yang ia keluarkan, berganti menjadi dingin dan serius.

“Ada, walau aku gak tahu itu ampuh atau enggak.” Bima melepaskan pegangannya dari lengan Alice, dia berjalan menuju gedung belakang. “Love potion dibuat dari bunga peach.”

“Aku gak peduli sama bahannya, aku butuh sama ramuannya.” Bima menghela napas, “Kamu yakin mau pakek ramuan itu? Bukannya sama aja kayak dia gak cinta sama kamu?” Alice diam mendengar ucapan Bima.

“Kalo pakek ramuan itu, artinya cinta orang itu palsu bukan? Jadi, percuma aja.” Bima berhenti secara tiba-tiba, membuat Alice yang berada di belakang Bima menabrak punggung Bima. “Maaf.” Bima meminta maaf, tangannya memutar knok pintu. Alice dikejutkan dengan keadaan ruangan itu.

“Uwah ... Kotor ...” Bima masuk ke dalam ruangan, “Aku bukan tipe yang suka bersih-bersih.” Alice masuk, dia melihat Bima yang sedang mengeluarkan sesuatu dari dalam lemari, “Kemarilah.” Alice mendekat ke arah Bima, dia melihat ada empat ramuan.

“Ini semua love potion, aku belum ngelakuin uji coba jadi ...”

“Aku.” Bima menatap Alice, “Aku mau jadi uji coba ramuan kakak, dan kalo ini berhasil, buatin aku love potion yang banyak.” Alice menatap Bima dengan tatapan serius. “Tentu.” Dengan percaya diri, Alice meminum ramuan itu.

>>>

“Ini udah bulan Desember terus tanggal 31 bentar lagi tahun baru yah.” Kegiatan Alice untuk bersih-bersih ruangan terhenti saat mendengar ucapan Bima. “Kakak, waktu tahun baru ada acara gak?” Alice bertanya, Bima menatap Alice sebentar, lalu kembali mengerjakan ramuannya.

“Kenapa? Mau ngajak jalan-jalan?”

“Geer banget sih, aku cuman nanya. Gimana sama ramuannya kak?”

“Sabar kenapa sih Li, kamu mintanya banyak sih, mana banyak itu gak nyebutin angka lagi.” Alice menendang kaki Bima,

“Jangan ngatain aku begitu yah kak! Ngambek nih!” Alice melipat tangannya dan mengalihkan pandangannya dari Bima.

“Iya, iya, aku minta maaf.” Bima tersenyum dan mengusap lembut rambut Alice,

‘Ah ... Aku jatuh ...’

“Kak, ada minuman gak?”

“Kenapa?”

“Aku bawa makanan tapi lupa bawa minum.” Bima berjalan ke arah pintu,

“Yaudah aku beliin, sekalian mau beli kopi.” Alice mengangguk, dia menatap kepergian Bima dengan senyuman.

To : Azry
From : Alice
Subject : -

‘Zy, aku rasa ... Aku beneran jatuh cinta, kamu tahu sama Kak Bima kan? Dia ganteng banget! Tipeku. Dan kali ini, aku gak bakalan lepasin dia, aku dan Kak Bima. Kami akan selalu bersama, selamanya.

Doakan aku yah!’

“Alice, aku bawain minumannya nih.”

“Iya, aku juga udah nyiapin makanannya kok. Yang biru punya kakak yah.” Mereka makan dengan damai, dihiasi dengan canda tawa yang membahagiakan.

“Selesai! Karena udah sore, aku mau pulang duluan yah kak. Jangan kangen sama Alice yang imut ini yah.” Bima
melambaikan tangannya ke arah Alice.

>>>

“Alice!” Suara teriakkan terdengar, Alice berbalik, disana, Bima berdiri dengan dada yang kembang kempis. “Besok, kamu mau liat kembang api sama-sama kan?”

Alice tersenyum, “Tentu.”

Mereka berjalan dengan bergandeng tangan, “Aku beruntung bisa ketemu sama kakak dan kali ini, aku gak bakalan ngelepasin apa yang seharusnya menjadi milikku.”

“Begitu yah ... Kalo gitu, abis nonton kembang api mau ke tempat biasa?”

“Tentu!”

>>>

Azry membuka pintu, dia berjalan ke arah lemari dimana, Bima menyimpan love potion. “Si Alice itu, dia menuangkan semua love potion yang dibuat oleh Bima.” Azry mengacak-acak rambutnya, “Dia itu beneran gila atau gimana?”

“Azry.”

“Apa?” Azry menatap Alice, mereka sedang berada di cafe. “Kayaknya aku suka sama Kak Bima deh.”

“Hah? Cepet juga kamu move on, kali ini apa aja yang kamu tahu?”

“Tanggal lahirnya 4 April jam 04.23, Hobby Kak Bima main game android, makanan favoritnya itu sushi, minuman kesukaan dia kopi espresso, pelajaran favoritnya kimia, dia belum pernah pacaran. Kata sandi emailnya bimaalkanugraha, warna cat kamarnya merah.” Mendengar penjelasan dari Alice, Azry memiliki firasat yang buruk.

>>>

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.