Profil instastories

Assalamualaikum Sobat literasi Haii saya Nissa Aljannah lahir di Sumedang,15 Februari. Penyuka senja dan hujan. Miskin harta kaya kosakata. Semoga apa yang diimpikannya tercapai. Aamiin...

Hadiah Termanis Untuk Ibu

Hadiah termanis untuk Ibu

Marah. Kata orang, satu kata itu mencerminkan rasa sayang setiap manusia kepada yang lainnya. Termasuk dalam sebuah hubungan. Marah merupakan bukti nyata rasa kasih sayang yang tulus. Tapi sepertinya hal ini tidak berguna bagi Raina dalam hubungan bersama kedua orang tuanya.

Raina. Gadis penyabar dengan segala kekurangan yang dimilikinya karena dirinya terlahir tidak sempurna bahkan ibunya sendiri tidak mau mengakui dirinya sebagai anaknya.

Didalam rumah sering terjadi pertengkaran antara kedua orangtuaku, kata tentangga orangtuamu hanya bisa bikin ulah saja. Raina membatin dalam melihat apa yang tengah terjadi didepan matanya.

“Ambil saja anakmu itu gak ada gunanya bikin beban tau, Mas. Kalo bisa kerumah pantikan saja” cerca ibu Raina.

“Kamu gak punya perasaan sekali sebagai ibu. Dimana letak kasih sayangmu itu? Apakah sudah membatu hati mamah? Begitu teganya mengirim anak sendiri ke panti asuhan” tegas Ayah Raina begitu tak rela kehilangan anak semata wayangnya harus terlantar diluar sana.

Raina hanya terkujur kaku bungkam mendengar dan melihat perdebatan yang sedang terjadi antara ayah dan ibunya, dia mengikhlaskan bila dirinya harus diusir dirumah karena percuma jika disini terus membuat hubungan kedua orangtuanya semakin memanas dan aku tidak mau mereka berpisah hanya karena seribu kekuranganku.

Raina berlari menuju kamarnya, batinya tersiksa, pikirannya kacau, dan hatinya sakit. Dia depresi dan nekad kabur dari rumah lalu meninggalkan selembar surat dan sebuah kotak kado untuk Ibunya.

Tak ada yang mengetahui keberadaan Raina sekarang dimana karena orang tuanya sibuk oleh pekerjaannya masing-masing hingga lupa mengecek keberadaannya.

Ayah Raina mengetuk pintu kamar Raina.

Toktoktok

 “Raina, ayo makan dulu?” pinta ayahnya, tak ada geming suara Raina didalam kamarnya.

Sontak Ayahnya kaget lalu membuka pintu kamar terus menerus  hasilnya nihil tak bisa dibuka, “Kok pintunya dikunci. Kamu ada dialam, nak? Apakah kamu kabur, nak?” tanpa berpikir panjang langsung mendobrag pintu kamar.

 “Raina kamu dimana, nak? Ayah kangen. Ya Alloh, tolong lindungi anakku dari marabahaya diluar sana, jaga anankku dan semoga anakku dirawat dengan baik” gumam berdoa dialam hati. Karena seorang Ayah tidak mau anak gadisnya tidak bahagia, jika tidak mereka merasa  telah gagal membahagiakan anaknya.

“Ada apa sih teriak-teriak, Mas?” Ibu Raina melihat kamar sudah tak berpenghuni. “Loh, Raina kemana, Mas? Tolong jawab Yah!” sontak kaget dan merasa bersalah.

“Sudah, Bu. Ayah juga gak tahu keberadaan dia sekarang dimana? Bersama siapa? Berdoa saja supaya anak kita baik-baik saja diluar sana.”

“Kamu mau kemana, Mas?”

 “Mencari Raina, kamu jaga rumah saja” tegas Ayah Raina.

Sudah beberapa minggu belum saja menemukan keberadaan Raina,  orang tuanya sudah melapor ke polisi tak ada pemberitahuan sampai saat ini, bahkan teman-temannya tak ada yang mengetahuinya. Sudah larut malam, pencarian diistirahatkan dulu dan dilanjut besok.

Ibunya merasa terpukul kehilangan anak semata wayangnya, membereskan kamar anaknya dan menemukan selembar kertas dan sebuah kotak kado lalu membaca surat didalamnya yang berisi.

Untuk Ibu dan Ayahku Tercinta

Maaf jika Raina bukan anak yang diinginkan ibu dan ayah.

Maaf jika Raina tidak seperti anak diluar sana yang sempurna.

Maaf, Raina harus pergi tanpa bilang ibu dan ayah, karena Raina ingin ibu dan ayah tetap bersama walaupun tanpa keberadaanku disana.

Ibu, Ayah ku menyayangimu

                                                                                                                               Raina

Ibunya menangis membaca surat anaknya Raina lalu membuka sebuah kado yang isinya foto mereka bertiga terseyum bahagia,” Maafkan ibu, Nak. Ibu janji akan menjagamu dan kita akan berkumpul bersama lagi seperti sedia kala.”

Setelah sekian lama mencari akhirnya Raina ditemukan oleh ayahnya dan dibawa pulang kerumah untuk menemui ibunya.

“Kamu jangan pergi lagi yah, sekarang kita temui Ibumu.”

“ Iya, Ayah, aku juga sudah rindu rumah dan sangat rindu sekali Ibu” ucap Raina senang karena waktu yang sudah lama ditunggu olehnya telah tiba didepan mata.

“Kalo ke Ayah rindu gak?.”

“Sangat bahkan sangat rindu sekali. Ayo cepet, Yah. Aku mau ketemu Ibu.”

Sesampainya dihalaman rumah, Raina langsung masuk melesat kedalam rumah dan mencari Ibunya.

“Bu... bu... dimana? Ini Raina sudah ada dirumah,” teriak Raina tak ada sautan dari Ibunya.

Raina langsung masuk kekamarnya dan Ibunya sekarang ada disana memegang suratku dan kadoku yang aku hadiahkan untuk Ibu dan Ayahku.

“Ibu sudah membaca suratku dan melihat isi kadoku,” ucap Raina.

Tanpa kata, ibunya langsung memeluknya dan berkata, “Jangan tinggalkan Ibu lagi,  Nak. Ibu janji akan menjagamu dan menyayangimu selalu.”

Api harus dibalas dengan air begitupun dengan marah dibalas dengan kasih sayang serta pelukan.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani