Profil instastories
Mey
Mey

Goodbye

Prolog

Terkadang apa yang kita lihat tidak seperti apa yang sebenarnya terjadi Dan tidak selalunya apa yang kita ketahui merupakan hal yang kita anggap benar. Itulah kenapa Kita memiliki dua mata untuk melihat, dua telinga untuk mendengar, dan satu mulut yang memutuskan.

 

*********

 

"Tidakkkkkk.....ahhhhhhh....hikz...." Teriakan seorang gadis di sebuah ruangan tertutup dimana terdapat dua orang pria bertubuh tegap dan besar tengah berdiri di kedua sisi pintu luar ruangan. Dan seorang pria berumur sekitar 40 tahun tengah berdiri menatap pintu berwarna biru mudah yang di dalamnya seorang gadis yang tengah meronta-ronta. 

"Maafkan Ayah.... " hanya itulah kata yang keluar dari mulut pria tersebut dengan ekspresi sedih dan marah pada dirinya sendiri yang tidak pernah membayangkan akibatnya akan sebesar ini. Namun, inilah yang tindakan satu satunya yang harus dia ambil, walau mungkin saja anaknya akan sangat membencinya.

 

"Yhaaa..... haaaaaaaa....." gadis tersebut melempar segala yang ada di hadapannya merobek bantal dengan kedua tangannya, membanting kursi dan meja belajarnya, merobek semua buku buku yang ada di rak-rak. "Heee... kenapa! Kenapa Ayah sekejam itu!" Teriaknya prustasi. "Owh iya! Anda tidak pantas menjadi seorang AYAH!!! anda sangat kejam dan tidak punya perasaan. Bahkan sampai mengurung anaknya sendiri." Ucapnya dengan nada keras agar orang diluar ruangan mendengar ucapannya. 

 

Sementara pria yang tengah berdiri diluar mendengar segala ucapan yang dilontarkan anak gadisnya. Sakit? Yah hati siapa yang tidak merasa sakit jika mendengar kata kasar yang diucapkan anak kandungnya sendiri? Walau dia tau itu kesalahannya sendiri. Namun, sekeras kerasnya seorang Ayah bertindak dia tetaplah seorang ayah yang dapat merasakan apa yang di rasakan anaknya dan menderita melihat oenderitaan anaknya. 

Namun, apakah dengan tindakannya ini sudah benar? Mungkin tidak. Saat ini dia tidak dapat berpikir jernih. Pikirannya kacau dan cuman inilah cara yang ada di otaknya. Dia hanya menunggu saat dimana anaknya tenang didalam sana.

 

🍁🍁🍁🍁

 

Hehehehe sampai disini dulu yah perkenalannya.....

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani