Profil instastories

Good Bye (Bagian Akhir)

Sebenarnya sudah lumayan lama Nawa menyadari bahwa tidak ada kemajuan yang ia dapati selama menyukai Hikal. Sementara Nawa adalah tipe cewek yang tidak mau memulai duluan, kalaupun harus memulai, sedikit saja di awal. Harga diri, harga mati. 

 
Dan satu tahun, bukan waktu yang sebentar menurut Nawa. Karena sebenarnya Nawa termasuk orang yang mudah berpindah hati. Namun entah apa yang terjadi sekarang, Nawa benar-benar stuck dengan pesona cowok bernama Hikal ini. 
 
Tidak sekali dua kali Nawa meminta bantuan pada kakak kelas cewek yang kenal dengan Hikal untuk sekedar memberinya informasi seputar Hikal. 
 
Namun, tidak sekalipun ada kabar ataupun tanda-tanda Hikal dekat dengan seorang cewek, dan hal itu juga tak mengubah apapun karena nyatanya Hikal masih juga tidak pernah menunjukan respon sedikit pun terhadap Nawa, tidak maju, tidak pula mundur, karena bagaimana pun juga, langkah awal saja sama sekali belum tercipta.
 
Hingga suatu ketika Nawa menyadari bahwa dirinya dijadikan bahan ledekan teman-teman Hikal untuk Hikal. Saat itu, salah satu teman Hikal bernama Bram, mendekati Nawa yang tengah duduk dengan teman-temannya di bangku bawah pohon beringin. Bram seperti sengaja menyodorkan sebuah hoodie yang tak lain tak bukan adalah milik Hikal kepada Nawa. Seakan memberikan hoodie itu pada Nawa demi mengerjai Hikal agar Hikal mau datang sendiri mengambil hoodie-nya pada Nawa. Dan dapat ditebak bahwa tak jauh dari sana, teman-teman Hikal nampak puas tertawa sambil menyimak aksi Bram. Yang tak kalah mengejutkan adalah, Hikal ikut mengambil bagian dalam menertawakan Bram, seakan hal itu hanya candaan dan tidak berpengaruh apapun bagi Hikal. 
 
Jelas itu menandakan bahwa sebenarnya sudah banyak teman Hikal yang tahu bahwa Nawa menyukainya, begitu pun dengan Hikal sendiri. Nawa yakin betul bahwa sebenarnya Hikal sudah peka, namun hal itu bukannya membuat Hikal mulai mendekat padanya, malah membuatnya jadi sering dipermalukan. 

 

"Dapat Kak Hikal nggak, dapat malu iya,"

 

*****

 

Sore hari ini sudah menunjukan waktu pulang, Nawa tengah berjalan menuju gerbang sekolah bersama Nadir. Ternyata Hikal dan teman-temannya pun belum pulang, dan masih duduk-duduk di bangku bawah pohon beringin. Tiba-tiba salah seorang teman Hikal ada yang menyeletuk.

 

"Kal, Kal, itu Kal ada anaknya," diikuti sorak-sorai meledek.

 

Tak bisa dipungkiri, Nawa mati kutu. Ia pun mempercepat langkah kakinya sembari berharap Nadir tidak nyeletuk aneh-aneh.

 

Dan tidak disangka, Hikal beserta teman-temannya mengikuti Nawa serta Nadir dari belakang menuju ke parkiran sekolah. Bercampur kesal, rasanya Nawa ingin menghilang saja dari bumi. 

 

Hingga akhirnya mereka pun satu-persatu berlalu.

 

Sesampainya di rumah, Nawa menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur dengan gusar. Tanpa mengganti seragam, Nawa mulai memejamkan matanya dalam. Terbayang sosok yang selama setahun ini menempati hatinya. Lama Nawa resapi perasaannya.

 

Sebenarnya jika boleh jujur, Nawa sudah lelah menunggu hal yang tidak ada kepastiannya seperti ini. Terlebih saat mengingat berbagai aksi ledekan dari teman-teman Hikal, bahkan Hikal seakan tidak menganggap serius baik itu celotehan teman-temannya maupun perasaan Nawa. Miris. Nawa merasa dirinya terus terombang-ambing. Baik oleh Hikal, bahkan oleh perasaannya sendiri. Entah sampai kapan ia harus berada dalam keadaan yang ia benci berjudul menunggu.

 

Menunggu, menunggu, menunggu, malah menanggung malu.

 

Nawa sudah muak.

 

Hingga sebuah keputusan membuat Nawa membuka mata dan terduduk. Kemudian Nawa merogoh sakunya mengambil ponsel.

 

Dengan perasaan campur aduk. Nawa membuka akun Instagramnya.
Ia menuju pada kolom search.
Diketiknya nama yang sudah lama mengombang-ambing perasaannya. 
Muncul akun yang beberapa bulan belakangan sering kali Nawa kunjungi walau hanya sekedar melihat-lihat. 
 
"Cukup sampai sini!"
 
Diperhatikannya tombol itu sekejap.
Hingga akhirnya Nawa menarik nafas dalam, kemudian dengan mantap, menekan tombol yang berarti menyudai satu-satunya hubungan yang selama ini Nawa punya dengan Hikal. 
Yakni pertemanan di Instagram. 
 
"Selamat tinggal Rachmad Arozahikal."
 
 
_Akun Ini bersifat Pribadi_
 
 
IMG-20200628-WA0006.jpg
 
 
 
 
~

 

Minggu, 28 Juni 2020.

Metro, Lampung.

21:43. 

IF. 

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani