Gila-gilaan, Maria Vania Kuat Dikasarin saat Bercinta 90 Menit: Kayak Main Bola

Trending 1 week ago 5
ARTICLE AD BOX

Body Goals Maria Vania (Instagram/@maria_vaniaa)

Dikenal sebagai model yang kerap tampil buka-bukaan, Maria Vania kini mulai berani bicara soal gaya bercinta yang paling ia sukai.

Maria Vania terang-terangan mengaku lebih suka gaya bercinta kasar alias hardcore. Lantas, bahaya nggak ya lakukan organ intim alias vagina?

Maria Vania. (MataMata.com/Adiyoga Priyambodo)Maria Vania. (MataMata.com/Adiyoga Priyambodo)

Pengakuan soal gaya bercinta itu diungkap Maria Vania saat diundang menjadi tamu di acara PODSKUY yang dipandu Boris Bokir.

"Dijambak, ditampar?" tanya Boris tiba-tiba, namun tak membikin wanita seksi kelahiran 16 April 1991 itu lengah.

"Oh I like it (suka banget). Digigit sekalian," sahut Maria Vania sembari tersenyum.

Mendengar pengakuan Maria Vania, Boris Bokir hanya dapat tertawa selama obrolan mereka yang menjurus ke arah vulgar.

Kemudian, Maria Vania mengaku tak basa-basi saat berhubungan intim. Wanita asal Bandung itu pun mengakui kuat meladeni musuh mainnya di atas ranjang.

"Gue orangnya enggak sabaran. Ya enggak sih kalau itu (hubungan intim) harus lama, maksudnya langsung aja, tapi lama," kata Maria Vania mengutip kanal YouTube KUY Entertainment.

Maria Vania di kawasan Tendean, Selasa (20/9/2022). [MataMata/Oke Atmaja]Maria Vania di kawasan Tendean, Selasa (20/9/2022). [MataMata/Oke Atmaja]

Seperti pertandingan sepak bola, Maria Vania bahkan mengatakan dapat lakukan hubungan seksual selama 90 menit.

"Empat puluh lima menit kali dua sesi lah, (kayak pertandingan sepak) bola," katanya.

Hubungan seksual secara kasar sebenarnya berisiko berbahaya, terutama bagi perempuan.

Hubungan seks yang kasar memang biasanya meliputi tindakan menarik rambut, menggigit, mencambuk, bahkan tiba memborgol pasangan. Hal lebih ekstrem juga dapat menimbulkan dorongan keras pada vagina atau dubur.

Dikutip dari Guardian, perilaku kasar terhadap instrumen kelamin seperti itu dapat saja terjadi kerusakan. Bisa saja ringan, seperti laserasi atau robekan karena pendarahan yang berlebihan. Sampai dapat juga parah seperti kerusakan pada vulva, bibir vagina dan struktur luar vagina. Maupun kerusakan pada rektum atau kandung kemih.

Telah banyak dilaporkan kasus kerusakan luas pada vagina akibat tindakan seks yang kasar. Bahkan dapat jadi permanen.

Untuk mencegah kerusakan serius, disarankan melakukan praktik seks yang lebih kondusif sembari tetap mendapatkan kepuasan maksimal. (Lilis Varwati)

Pop.matamata.com