Profil instastories

gamis pertama untuk istriku

 

 


     •Gamis pertama untuk istriku•

~happy reading~

Aku memilihmu bukan karna harta ataupun tahta, aku memilihmu karna kesholehanmu.  Harta bisa dicari bersama,aku tak masalah jika harus hidup sederhana digubuk kecil denganmu. Asalkan kita bahagia dan kamu bekerja dengan ikhlas dan mendapat rezeki itu dengan cara yg halal.

Ya habibi,  aku akan mendampingimu sampai kau sukses kelak.  Aku ingin seperti ibunda khadijah yg ketika nabi mempunyai masalah ibunda khadijah mampu menenangkannya. 

Ya habibi, tetap bimbing aku menjadi istri yg baik untukmu. 
Ya habibi genggam jari jemariku ini hingga kematian memisahkan kita kelak.

1 bulan telah berlalu dengan semestinya,  kehidupanku pun berbeda karna aku sekarang sudah menjadi seorang istri. Aku memilihnya cukup sederhana alasanku karna tutur katanya yg lembut, kesholehannya, dan insyaa allah dia mampu membimbingku menjadi bidadari surganya kelak.

"Dek.., "panggil seseorang yg membuatku kaget.

"ehh..,  abang udah bangun? Mau dibuattin apa bang? "tanyaku sembari duduk.

"gk usah,  abang mau langsung kekebun. " ucapnya dengan semangat dan senyum yg mengembang.

Barakallah suamiku, semoga Allah selalu membuatmu seperti ini selalu tersenyum. Sungguh senyummu menentramkan hati,perkataanmu menenangkan siapapun yg mendengarnya,  dan ucapanmu sungguh indah untuk didengar.  Betapa beruntungnya aku memiliku wahai kekasih dunia akhiratku.

"abang..," panggilku yg membuatnya menengok lalu menghampiriku.

"ada apa khumairahku. " jawabnya sembari mengelus kepalaku yg tertutup jilbab.

Blushh.., pipiku merah merona ketika ia menyebut kata 'khumairah'.  Sungguh walau sederhana perkataannya tetapi mampu mengetarkan jiwaku.

"adek boleh ikut kekebun?." tanyaku sembari tersenyum.

"adek belum terbiasakan pergi kekebun kan?. " tanyanya dan aku mengangguk.

Memang belum pernah aku pergi kekebun.

"nanti adek kenapa-napa,  abang yg repot. " ucapnya sembari tertawa meledek.

"ish.., abang adek tuh mau belajar.  Masa abang gk ijinin adek sih. " ucapku dengan nada sendu.

"ya udah,  ayo ikut abang. " ajaknya yg membuatku tersenyum lebar.

Bahagia itu sederhana, bahagia itu bukan setiap hari shooping,pergi ke mall, makan direstaurant bermerek. Bahagia itu ketika pergi berdua dengan suami lalu suami mengandeng tangan kita lalu berbisik 'ya khumairah,  walaupun kau kotor-kotoran kau tetap cantik dimataku.  Jadilah kekasih dunia dan akhiratku'. 

**
Aku memasak hasil panenku dikebun tadi pagi, mungkin makan malam kali ini sederhana.  Tetapi, ada rasa bahagia yg sebelumnya belum pernah aku rasakan.

"dek.., " panggil suamiku dan aku menengok lalu tersenyum.

"ada apa bang? ." tanyaku.

"masih lama masaknya?  Abang udah gk sabar makan masakan adek. " ucapnya dengan tersenyum sembari menampakkan gigi rapinya yg putih.

"udah selesai kok,  tinggal adek beresin. " jawabku sembari membawa masakanku.

Sebelum makan suamiku memimpin doa terlebih dahulu. Kami makan 1 piring bersama, sungguh sangat ni'mat tiada tara.  Tiba-tiba ada yg mengetuk pintu dari luar.

"biar abang aja yg bukain. " ucapnya sembari mencuci tangannya sedangkan aku mengangguk.

Ceklek...

"assalamualaikum, ustadz Hamid. " ucap seseorang yg tak lain tetangga kami.

"wa'alaikumussalam,  pak.  Mari masuk. " ajakku sembari tersenyum.

"assalamualaikum, neng Marwah. " sapa pak Dede tetangga kami.

"wa'alaikumusalam pak. " jawabku dengan seuntai senyum.

"tujuan saya kesini ustadz,  besok dirumah saya ada acara pengajian.  Apa mau ustadz jadi pengisi acaranya dan sekaligus pemberi materinya?." ucap pak Dede.  Sedangkan suamiku menatapku dengan tatapan bertanya, sedangkan aku tersenyum dan mengangguk pertanda 'terima saja'.

"insyaa allah pak besok saya akan datang. " jawab suamiku.

"terima kasih banyak ustadz Hamid,  kalau begitu saya pamit dulu. " pamit pak Dede.

Ya,  suamiku keluaran pesantren dan suamiku penghafal al-quran dan dia pintar cermah.  Makanya penduduk desa disini mengandalkan suamiku jika ada acara kerohanian.

"khumairahnya abi gimana hafalan surat ar-rahmannya?. " tanyanya sembari mengusap kepalaku dengan lembut.

"eum.., baru setengahnya abi. " jawabku sembari tertawa.

"mau setor setengahnya sekarang atau besok fuul hafalannya?. " tanyanya sedangkan aku diam pertanda sedang berpikir.

"eum.., sekarang aja deh bi. " jawabku sembari tersenyum simpul yg cukup manis menurutku.

"ya sudah,  abi dengarkan. " jawabnya. 

"----------."

"maa syaa allah, suaranya adek merdu sekali. "pujinya yg membuatku sedikit baper. 

"gimana bi?  Ada yg salah gk sama bacaan adek?. " tanyaku. 

"alhamdulillah,gk ada.  Nah, besok umi lebih rajin lagi hafalannya. " ucapnya sembari mengusap kepalaku. 

"siap abi. " ucapku sembari tersenyum. 

Bahagiaku, bukan sekedar hidup mewah.  Bahagiaku sederhana belajar ilmu agama bersamamu,lalu ketika aku salah kamu akan menegurku dengan penuh kasih sayang. 

Ya habibi, aku beruntung memilikimu. Semoga dengan ikatan suci ini aku semakin dekat dengan surga berkat engkau wahai habibiku. 

Ya habibi, tetap bimbing aku menjadi istri yg baik. Nasehati aku ketika aku salah, jangan biarkan aku melakukan dosa yg membuat hisabmu berat kelak diakhirat. 

 

 





"----------."

 

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani