Profil instastories

FUCKBOY Online

Cerita ini menceritakan tentang seorang remaja SMA (nama remaja tersebut Aldo)  yang mempunyai dua karakter yang berbeda. Karakter-karakter ini menggambarkan kehidupan remaja tersebut berdasarkan lingkungannya.

 

Karakter yang pertama yang ia gunakan di kehidupan aslinya. Dimana karakter yang pertama ini menggambarkan sifat aslinya.

Dia hanya seorang pendiam canggungan yang tidak pandai berkomunikasi dengan orang lain , dan selalu gugup ketika berhadapan dengan cewek yang cantik. Tetapi dia juga memiliki sifat konyol sifat ini sering ia tunjukan ketika berhadapan dengan orang-orang yang ia kenal

Dan karakter yang kedua. Karakter yang kedua ini sering ia gunakan di kehidupan dunia mayanya. Karakter yang kedua ini berbanding balik dengan karakter aslinya. Dimana karakter yang satu ini lebih ke orang yang supel dan pandai bergaul.

Karakter ini juga sering ia gunakan untuk membuat cewek-cewek jatuh cinta ke dia. Dan dia mempunyai banyak cewek di dunia mayanya dengan karakter tersebut.

 

**

Krining krining (dering HP)

Huuaahhh...

Suara dering HP itu membangunkan Aldo.

Aldo yang masih menguap dengan pandangan yang masih samar-samar mencari sumber suara HP-nya itu.

“Huuuuahhh...dimana hp gua.

“Nahh ini dia”

Aldo membuka HP-nya. 

“Selamat pagi...Pagi Aldo...Do bangun woi..Do udah bangun belum”

Notifikasi chat itu memenuhi laman yang ada di HP Aldo

“huhh,,masih pagi woi”

Aldo melemparkan HP-nya dan pergi ke kamar mandi. Setelah ke kamar mandi Aldo kembali ke kamarnya membuka HP-nya dan membalas semua chatan itu.

“Pagi juga....pagi  Cinta....udah bangun kok....kamu udah bangun belum” Aldo membalas semua chatan itu disertakan emote love yang sering ia gunakan ke cewek-cewek itu.

Krining..Satu pesan masuk. Aldo membuka satu pesan itu yang berisi kalimat “Do yang kemarin itu gimana”

Aldo merasa heran dengan kalimat tersebut, dan dia pun men scroll kembali chatanya dengan cewek tersebut. Aldo terkejut dan berteriak melihat chatan yang berisikan percakapan 

“Do sebenarnya aku suka sama kamu,, walaupun aku gak pernah liat kamu, tapi aku nyaman chatan sama kamu. Jadi mau gak kamu jadi pacar aku”

Pada saat itu Aldo terkejut melihat dia bakal ditembak oleh seorang cewek. Dan itu juga baru pertama kalinya ada seorang cewek yang menembak Aldo. Karena biasanya Aldo yang nembak duluan ke cewek.

“Ehh.. nanti aku pikirin dulu yahh”

“Oke di tunggu

Setelah melihat kembali chatanya itu Aldo bingung harus jawab apa. Karena kondisi Aldo pada saat itu ia sudah mempunyai lima orang cewek, walaupun ia belum pernah bertemu dengan cewek-cewek itu.

“Aduhhh gimana nihh,,terima atau nggk yahh,,kalau gua terima, berarti sekarang gua punya enam cewek,,dan gua harus bisa membagi waktu gua dengan ke enam cewek itu?.

“Aghgghhh,,kalau gua tolak..gua gak bisa minta pulsa lagi ke ini cewek”

“Terima gak, terima gak, terima gak,,, yaudah gua terima aja”

Aldo memutuskan untuk menerima cewek itu, karena takut sumber penghasil pulsanya itu hilang.

“Iya aku mau”

“Bnerr nih Do”

“Iyahh

“Horeeee,,jadi kapan kita ketemuan?”

........

“Hahhhhhh!! Ketemuan” Aldo berteriak mendengar kalimat itu.

Ibu Aldo yang dari tadi terganggu mendengar Aldo berteriak, menghampiri Aldo ke kamarnya dan membuka pintu dengan keras.

“Aldo berisikkk!!,,kamu kenapa hahh pagi-pagi udah berteriak kayak orang gila”

“Hehehe nggk mahh, ini lagi liat film horor jadi terbawa suasana dehh” ucap Aldo mencoba meyakinkan mamahnya.

“Pagi-pagi udah nonton film horor..sekolah!! liat tuh jam”

“Hahhh!!”. Aldo kembali berteriak melihat jam yang menunjukan pukul 7.

“Berisikk!!! Cepat berangkat!!!!”

 

Akhirnya Aldo berangkat dengan keadaan yang udah siang sekali 

***

Aldo lari buru-buru masuk ke gerbang yang saat itu mau di tutup.

“Stop!!!” Suruh Aldo ke penjaga yang mau menutup gerbang itu

“huh... (Menghela nafas) akhirnya keburu juga”

Melihat kondisi sekolah yang masih ramai Aldo merasa lega karena ia tidak kesiangan. Dan dia meninggalkan keramaian itu, dan langsung  berjalan menuju kelasnya. Diperjalanan menuju kelasnya Aldo teringat sesuatu. Ia lupa belum membalas chatan mereka tadi pagi. Aldo langsung membuka HP-nya dan membalas semua chatan itu.

“Ohh maaf yahh tadi aku di suruh ibu aku dulu,,” ngelak Aldo mencoba mencari bermacam alesan.

Ketika Aldo berjalan sambil membalas semua chatanya itu, Aldo tidak sengaja menabrak seorang cewek, yang ternyata seorang cewek itu adalah Sindi yang tadi pagi ia terima sebagai pacarnya

Aldo terdiam kaku, gugup dan keringat dingin, semua rasa itu tercampur aduk pada saat  berhadapan dengan cewek itu. Aldo memalingkan pandangannya, berdiri dan langsung lari meninggalkan cewek itu.

“Siapa tuh cowok,,kok ngelihat gua kayak ngelihat hantu aja” ucap Pelangi yang tidak tau kalau cowok itu adalah Aldo.

Aldo bersembunyi menunggu Sindi pergi menjauh darinya.

“huh (mengelus dada) untungnya dia gk tau siapa gua”

..

“Dorrr!!”Salah satu teman Aldo mengagetkan Aldo

“Heuhhh,,bikin gua kaget aja lu Ki”

“Lagian lu kenapa sembunyi-sembunyi kayak gini”

Salah satu teman Aldo yang lainnya juga ikut-ikutan mengagetkan dia.

“Woi!! (Menepuk punggung Aldo dan Riki) kalau main petak umpet ajakin gua dong”

“ Siapa yang main petak umpet,,gua lagi mantauin tuh cewek (menunjuk ke arah Sindi)

“Lu suka yahh sama dia” tanya Dodit ke Aldo

“Nggk..soalnya tuh cewek nembak gua tadi pagi” ucap Aldo yang bicara dengan tidak sadar

“Hahhh!!!...nembak eluuu” mereka terkejut sekaligus tertawa mendengar ucapan Aldo tersebut

Aldo yang baru sadar dengan ucapannya itu kaget, karena yang mereka tau orang seperti dia mana mungkin bisa dapetin pacar.

Tawa mereka semakin menjadi saat melihat ekspresi Aldo yang kaget seperti itu.

“Duhh gua keceplosan lagi” ucapnya dalam hati sambil menahan rasa malu

“Udahh Do gua gak kuat,,mending ayo kita ke kelas” Suruh mereka sambil menahan tawa mendengar ucapan Aldo tadi.

“Bagus lahh kalau mereka gak percaya” ucap Aldo dalam hatinya yang merasa lega karena mereka gak percaya.

***

Setibanya mereka dikelas, Dodit yang masih tertawa mendengar ucapan Aldo tadi mengumumkan ke semua orang dikelasnya kalau Aldo sudah mempunyai pacar.

“Heii semuanya dengarr!!, Aldo sekarang udah punya pacar. Dan sekarang kita bakal di traktir Aldo sepuasnya”

“Yeeeeyyy”

“Horeee”

“Hidup Aldo”

Sorak mereka yang ada dikelas merasa senang karena bakal di traktir oleh Aldo 

“Sialan lu Dit” gumam Aldo yang kesal dengan Dodit.

Aldo hanya tersenyum gugup saat Dodit mengumumkan perkataannya itu. Suasana dikelas itu semua tertuju pada Aldo yang berusaha tetap tenang menahan malu. Dan Aldo mencoba memberitahukan kebenarannya itu ke semua yang ada dikelasnya.

Dengan gugup Aldo berbicara

“ehh,,maaf yahh temen-temen, yang barusan dikatakan Dodit itu gk bnerr. Mana mungkinlah orang seperti gua dapat pacar yakann”

Aldo berusaha meyakinkan mereka agar ia tidak mentraktir semua orang yang ada dikelasnya.

“Hahah bnerr tuh temen-temen, mana mungkin Aldo dapet pacar,,Dodit nya aja yang terlalu melebih-lebihkan” Riki mencoba membela Aldo yang keliatan gugup dan berkeringat dingin itu.

“Hmmm iya juga sihh mana mungkin dia dapat pacar,, dia kan orangnya seperti itu” ucap salah satu cewek dikelasnya.

Aldo melihat kearah cewek itu yang merupakan salah satu dari cewek Aldo itu. Dia hanya tersenyum menanggapi cewek itu.

“Yahhh gk jadi traktiran dong”

“Huuuuuh”

Sorak mereka yang mengeluh karena gk jadi di traktir 

Lalu seorang guru datang dan semua yang ada dikelas langsung terdiam dan kembali ke tempat duduknya masing-masing.

Pelajaran pun dimulai..

Ditengah pelajaran ketika guru itu sedang menerangkan, Aldo masih sempat-sempatnya mencari kesempatan, buat ngebales chat yang tadi belum sempat ia balas. Karena dia duduk di kursi paling belakang jadi dia merasa aman dan gak takut ketahuan.  Melihat gelagat Aldo yang dari tadi menunduk kebawah meja membuat guru itu penasaran dengan apa yang sedang dilakukan Aldo. Guru itu lalu mengepalkan kertas dan melemparkanya ke Aldo. Tapi Aldo mengira kalau kertas itu pasti ulahnya Dodit, dia mengabaikan kertas yang terkena kepalanya itu. Murid-murid dikelas kembali memperhatikan Aldo. Mereka tersenyum cengengesan melihat Aldo yang saat itu sedang dilihat oleh guru itu dengan tatapan tajam. Mendengar guru yang tadi terus-terusan menerangkan, dan kini tiba-tiba menjadi diam,membuat Aldo merasa aneh dengan keadaan itu. Sedangkan murid-murid masih pada tersenyum bahkan ada yang tertawa melihat gelagat Aldo. Karena merasa aneh, Aldo pun mengangkat kan kepalanya yang menunduk itu dan terkejut dengan tatapan guru yang menatap kearahnya dengan tajam, ditambah murid-murid yang tertawa cengengesan melihat Aldo itu. Aldo hanya bisa tersenyum canggung dengan keadaannya pada saat itu.

Aldo cepat-cepat nyembunyiin HP-nya itu

 

“Aldo ngapain kamu nunduk terus di bawah meja

“ehh..” Aldo bingung mau cari alasan apa

Guru itu menghampiri Aldo seraya berkata

“Ibu tanya kamu lagi ngapain”

Aldi mencoba tetap tenang dan mencari cara agar keluar dari situasi itu.

“Ohh ini Bu ( menunjukkan sebuah roti yang ia  keluarkan didalam sakunya ) , saya tuh kan belum sarapan. Jadi saya nyari kesempatan buat bisa makan ini roti, lapar banget Bu”

“Suruh siapa makan makanan di kelas” tanya guru yang masih melotot itu

“Hehe, iya Bu maaf”ucap Aldo yang pura-pura bersalah

“Makanya kamu sarapan dulu sebelum sekolah”

“Kali ini ibu maafkan, tapi jangan di ulang lagi Ok” Suruh guru itu yang sudah gak melotot lagi.

“Iya Bu maaf”

..

“Do tadi lu lagi mainin HP kan” tanya Riki yang tadi sempet memperhatikan Aldo

“Nggk,, bnerann gua lagi makan roti”

“yakinn...”

“Yakinn”

“hmm mungkin gua salah liat yah”

...

“Huh Untung dia percaya” ucapnya dalam hati merasa lega

***

Bel istirahat berbunyi..

Aldo bersama dua temannya itu pergi pergi ke kantin buat ngisi perutnya yang lapar.

Ehh iya gua lupa belum ngenalin mereka berdua. Mereka berdua adalah sahabat Aldo sedari kecil, mereka selalu masuk disekolah dan kelas yang sama sejak dulu. Bagi Aldo mungkin mereka itu lebih dari yang namanya teman ataupun sahabat. Karena cuman dengan mereka saja Aldo merasa nyaman ketika berkomunikasi. 

Yang pertama Riki: Riki adalah orang yang periang, supel dan pandai bergaul. Dia juga merupakan salah satu cowok terganteng di sekolah itu, dan dia sering didekati oleh banyak cewek.

Yang kedua Dodit: Dodit adalah cowok yang humoris walau agak sedikit bandel. Tingkah lakunya itu sering membuat orang lain tertawa, yang membuat orang-orang merasa nyaman ketika didekatnya.

Ok cukup segitu dulu yahh perkenalanya kalau mau tau kelanjutannya simak cerita ini sampai akhir.

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani