Profil instastories

Fase Menstruasi beserta Pengertiannya

Fase Menstruasi beserta Pengertiannya

By : Widia Purnamasari

 

Remaja  adalah  masa  peralihan  dari  anak-anak  menjadi  dewasa.  WHO membagi  remaja  menjadi  kelompok  remaja  awal  pada  usia  13-14  tahun,  remaja tengah  pada  usia  15-17  tahun  dan  remaja  akhir  pada  usia  18-21  tahun. Masa remaja ditandai dengan adanya pubertas dan pada wanita ditandai dengan datangnya menstruasi pertama kali yang disebut dengan menarche. Mentruasi  adalah  perdarahan  yang  terjadi  secara  periodik  dari  uterus  dan disertai dengan pelepasan endometrium. Setiap bulan wanita mengeluarkan sel telur yang  matang  dari  salah  satu  indung  telur  sebelah  kiri  atau  sebelah  kanan  secara bergantian. Dinding rahim akan menebal dan apabila tidak terjadi pembuahan maka akan rusak dan luruh keluar sebagai darah menstruasi. 

Lama siklus menstruasi dapat menggambarkan keadaan organ reproduksi dan sistem hormonal seseorang. Selain itu, apabila siklus mestruasinya normal juga dapat memudahkan dalam menghitung masa subur. Seorang  wanita rata-rata mengalami menstruasi teratur pada usia 18 tahun. Jarak antara hari pertama menstruasi dengan menstruasi berikutnya disebut dengan  siklus  menstruasi.  Normalnya  wanita  mengalami  siklus  menstruasi  antara 21-35 hari.  Siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari. 

Sepanjang mengalami  fase menstruasi, wanita pasti  pernah  mengalami  riwayat pola  siklus  menstruasi  yang  tidak  teratur.  Siklus  menstruasi  yang  memanjang lebih dari 35 hari yang dinamakan oligomenore, siklus menstruasi yang kurang dari 21  hari  dinamakan  polimenorea  serta  yang  tidak  menstruasi  selama  tiga  bulan berturut-turut dinamakan amenorea. Pola  siklus  menstruasi  dipengaruhi  oleh  faktor  hormonal,  kelainan  sistemik, kelebihan hormone prolacktin, IMT, usia menarche, aktivitas fisik dan stres. Stres tersebut merupakan  suatu  respon alami terhadap  proses  adaptasi  dan  pengaturan  tekanan internal dan tekanan luaran (stressor). Stres melibatkan sistem neuroendrokrinologi yang berperan dalam reproduksi wanita.

Wanita  yang  mengalami  stres  mengeluarkan  hormone  kortisol  yang merupakan  produk  dari  glukokortiroid  korteks  adrenal  yang  disintesis  di  zona fasikulata. Hormon ini mempengaruhi jumlah hormone progesterone di dalam tubuh. Ketidakseimbangan  hormon  ini  akan  menyebabkan  perubahan  pada siklus  menstruasi wanita. Dalam siklus menstruasi, perubahan kadar hormon dalam tubuh wanita akan terjadi. termasuk jika terdapat perubahan dalam fase menstruasi. Berubahnya jumlah hormon dapat mempengaruhi fisik dan emosi yang bisa muncul beberapa hari sebelum menstruasi. Gejala ini disebut sindrom pramenstruasi atau premenstrual syndrome (PMS). Orang yang mengalami gejala PMS biasanya mengalami kenaikan tingkat emosional. Emosi yang dirasakan bisa dilampiaskan berupa amarah, murung, gelisah, sedih atau moodswing yang tidak jelas.

Selama menstruasi, sakit atau kram perut sering terjadi. Ini juga yang biasa mempengaruhi tingkat emosi seseorang. Saat menstruasi, wanita akan mengalami pendarahan dari vagina selama 2 hari hingga 1 minggu, dengan volume darah rata-rata sekitar 30-70 mililiter. Namun ada sebagian wanita yang mengeluarkan darah lebih banyak. Volume pendarahan terbanyak terjadi pada hari pertama dan kedua. Durasi serta volume pendarahan pada fase menstruasi yang dialami masing-masing wanita berbeda-beda. Tiap wanita dianjurkan untuk memperhatikan atau mencatat siklus menstruasinya agar dapat menyadari apabila terjadi kejanggalan tertentu. Siklus menstruasi yang tidak biasa atau volume darah yang berlebihan terkadang dapat menandakan adanya masalah kesehatan. 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.