Profil instastories

EMAK-EMAK

 

"Idih ... sombong amat sih ni orang?" gerutu Mak Yeyen pada tetangga sebelah rumah. Dengan bibir yang dimonyongkan, dia mengomel tak karuan. 

"Mak ngapain sih ngedumel gitu?" tanya Doni penasaran. 

"Itu tuh Tante-tante sebelah rumah, si Mak Sum sombong banget, mentang-mentang udah sold out dan lepas dari status janda." Mak Yeyen menjawab dengan bibir masih monyong. Ia tak ikhlas saingannya nikah lebih dulu. 

Anak laki-laki wanita tangguh itu hanya mengelus dada melihat kekonyolan tingkah ibunya. Di usia yang hampir setengah abad masih saja mengurusi hidup orang. Padahal yang di-julid-in juga tak peduli dengan hidupnya. 

Sejak suaminya meninggal, Mak Yeyen mengasuh putra semata wayangnya sendiri. Saat itu, Doni masih berusia lima tahun, dan kini sudah dua puluh lima tahun. 

Mak Yeyen membanting tulang demi menghidupi ia dan sang anak. Kehidupan yang keras membuatnya menjadi wanita mandiri. Cocok mendapat julukan wanita tangguh. 

Mungkin saat ini ia telah lelah. Sudah saatnya beristirahat. Namun, masih ada yang mengganjalnya. Doni belum menikah. Ia ingin melihat putranya menikah dan memiliki anak. 

***

"Hah!" Mak Yeyen kaget melihat mantan janda berduaan dengan anak gantengnya. 

Wanita berperawakan agak pendek dan berisi itu hendak menghampiri mereka. Saat hendak masuk, terdengar suara klakson mobil. Ditolehnya ke belakang, ternyata suami baru Mak Sum.

Mak Yeyen menepi. Pengendara dalam mobil itu membuka kaca mobil dan tersenyum. Ia berlalu begitu saja dari hadapan Mak Yeyen. 

Melihat suami Mak Sum datang, ia putuskan untuk pulang. Lagi pula, Mak Yeyen sudah tak melihat Doni barsama tetangga yang dianggap sok cantik itu. Entah lewat mana, wanita cantik itu tak melihat putranya. 

"Dari mana, Don?" tanya Mak Yeyen basa-basi ketika sudah di rumah. 

"Dari rumah Tante Sum, tadi minta tolong pasangin LPG," jawab Doni lalu minum air putih di genggamannya. 

"Ih ... amit-amit jabang bayi, jangan deket-deket sama si Sum. Mak gak suka. Dia ke-PD-an, sok laku."

"Idih, Emak!" Doni berlalu dengan geleng-geleng kepala. 

***

Mak Yeyen yang sebal karena kejadian tadi, teringat sampai alam bawah sadar. Ia terbangun dan melihat ada seseorang duduk di tengah kamar. Ia menghampiri orang tersebut. Mereka ngobrol sampai hampir sepertiga malam. Wanita ini sampai terbahak-bahak mendengar cerita orang di hadapannya. 

Doni yang hendak ke dapur mendengar suara Mak Yeyen. Ia penasaran apa yang terjadi. Pintu kamar diketuk beberapa kali, tetapi tak ada respon. Lelaki tampan itu membuka pintu dan masuk kamar tanpa izin. Dilihatnya sang ibu tertawa sendirian. 

Doni mendekati Mak Yeyen dan memukul bahunya. Wanita tangguh itu terkejut dan menoleh ke arah Doni. 

"Mak ngobrol sama siapa?" tanya Doni penasaran. 

"Sama bapakmu," jawab Mak Yeyen hendak melihat lawan bicaranya. 

Ia terkejut saat melihat di depannya tak ada siapapun. Ibu dan anak ini saling pandang, bertanya-tanya tentang kejadian itu. 

Tamat

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani