Profil instastories

Duka Barista

Hendak ke mana? Duduklah di sini, di samping raga yang tengah merindu.

Mari, kita nikmati bersama secangkir kopi hitam yang telah kuseduh dengan air mata sendu.

Jangan menolak, aku memaksa. Ini hanya sementara waktu.

 

Ada apa dengan wajahmu?

Ayo tersenyumlah! Setidaknya aku tahu, kau bahagia setelah aku memeluk rindu dengan kedua lenganku.

Tidak... tidak, mungkin setidaknya aku tahu kau telah menemukan cerita baru yang bahagia seusai cerita bersamaku.

 

Cepatlah diminum. Kopi itu telah kehilangan manis dan sekarang kehilangan kepulan asapnya.

Melayang-layang dan menikahi udara. Membawa pada ingatan pertemuan pertama.

Ah, sudahlah. Aku tak akan lagi mengungkitnya. Cepat habiskan! Seketika akan kau rasakan beku itu menelusup ke dalam segumpal darah. Kalau tidak salah, hati namanya.

 

Sandarkan punggungmu, santai saja. Coba kembali pikirkan, apa yang telah kau lakukan?

Menemukan barista lain yang memesona. Bagaimana perasaanmu, bahagia 'kan?

Selamat, setelah ini baristamu yang lama akan pergi bersama duka yang telah terkantongi rapi pada saku gamis kesukaan.

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.