Profil instastories

Penyuka Sastra dan Pecinta Budaya Lokal

Dinamika Rindu dan Sebuah Jalan Pulang

Sungai-sungai di perkampungan tak lagi sejernih pikiran embun pagi di pelaminan pucuk-pucuk cendana

Telah miskin ingatan untuk kembali pulang pada garis-garis lurus

Di mana ayat-ayat leluhur menjadi tumbal barter janji

Hingga hujan tak lagi menulis janji kepulangannya

 

Musim panen hampir tiba waktunya

Bakul-bakul masih kosong

Lumbung tak lagi tersedia untuk menyimpannya dengan pujian

Dan nenek sudah tak lagi bergairah menganyam puan untuk para mempelai

 

Perempuan-perempuan desa berbaris mengantri untuk mandi

Sebelum senja pamit dengan sebuah rindunya

Mereka sudah harus berada dalam sunyinya kamar-kamar khayalan kenangan

Dengan sebuah potret lelakinya 

Dan balasan surat cintanya

 

Lelakiku yang berdosa

Sebelum tahun berganti angka ganjil

Bawalah aku dalam selimut dan kelambu pudarmu

Untuk beradu kecepatan rindu

Bahwa: aku adalah mempelaimu yang datang dari nadimu

...

Batas Kota, 02/04/2020

: sebuah catatan pulang

Pic: pesonatravel.com

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:24 PM - RimaN
Jul 2, 2020, 2:08 PM - Andi widiarti
Jul 2, 2020, 2:07 PM - Alifa Pratiwi Faisal
Jul 1, 2020, 6:04 PM - Junita Safitri
Jul 1, 2020, 5:42 PM - Nanda Fitrya Mujayinatul Faujiyah