Dilanda Tumor Hidung, Nasib Miris Dilan Ditinggal Ibu dan Diejek Teman

Trending 3 days ago 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Penyakit tumor tak mengenal usia, uzur ataupun muda dapat saja mengalami tumor. Penyakit inilah yang juga dialami Dilan Satya Ardana (4) asal Lampung Timur. Bahkan Dilan mengidap tumor di hidungnya yang membikin dirinya sering dirundung oleh teman-temannya.

"Dia suka diejek-ejek, katanya takut lihat hidungnya Dilan. Jadi dia mainnya di sini kan temennya baik-baik semua. Katanya mau dioperasi lagi sih tapi biayanya gak ada karena mbahnya tuh udah gak kerja, udah tua, jadinya mandek operasinya," ucap salah satu tetangga Dilan, Sugiarti kepada relawan berbuat baik, Amrizal di Lampung Timur.

Nasib Dilan semakin pahit saat dirinya tetap berumur 40 hari sudah ditinggal kedua orangtuanya. Sang bunda menjadi imigran bekerja di Singapura namun lenyap kontak dan tak kunjung pulang. Sementara sang ayah memilih bekerja di Bengkulu dan menitipkan Dilan dan kakaknya Cinta kepada kakek neneknya.


Padahal bagus kakek dan neneknya sudah semakin sepuh, bahkan kakek Dilan, Sunbandi, sudah alami katarak. Kedua lansia ini lah yang menjadi tumpuan Dilan dan kakaknya. Sehari-hari pasutri lansia ini mencari nafkah dari membikin sapu lidi dan gula aren yang hasilnya tak seberapa.

"Biasa lakukan gulanya 200 kg dikasi uang Rp 300-350 ribu. Buatnya 4 hari baru dapat 65 kg. Ini untuk operasi gak cukup, untuk biaya sekolah saja kurang apalagi tiba operasi. Kemarin itu kata dokter Rp 15 juta untuk seluruh operasinya. Kalau operasi pertama dibantu kalau gak dibantu gak bisa. Kasihan diejek teman-temannya," ucap Mbah Katminah, nenek Dilan sedih.

DilanDilan/ Foto: berbuatbaik.id

Dilan memang pernah ditangani dokter dan menjalani operasi pertama pengangkatan tumor jinaknya beberapa bulan lalu. Itupun hasil dari donasi orang-orang karena BPJS Kesehatannya menunggak. Namun operasi kedua tak dapat dilanjutkan karena biaya operasional pulang pergi ke rumah sakit begitu mahal. Akhirnya, kakek nenek Dilan pun menyerah dan tak membawa cucunya lagi ke dokter.

"Tadinya (benjolan) gede kayak telur, waktu itu dioperasi trus terakhir mau dioperasi lagi tapi (Dilan) kena Corona. Aku sudah habis uang gak dapat ke sana lagi dan harus isolasi. Karena ga ada biaya, ada BPJS Kesehatan tapi sangu-nya gak ada, pergi berobatnya gak ada. Bisa menghabiskan uang sekali jalan itu Rp 500 ribu. Kata dokternya sekali lagi operasi plastik," jelas Mbah Sunbandi, kakek Dilan menambahkan.

Kedua lansia ini pun lantas mengharapkan donasi dan donasi kepada para penderma melalui berbuatbaik.id. Dengan asa kesembuhan sempurna untuk Dilan dan tak lagi cucu kesayangannya mengalami perundungan.

"Saya terima kasih kalau Bapak-bapak igin bantu saya, mau mengobati Dilan karena hambatan biaya duit, kayak gini keadaan saya. Jadi saya hentikan pengobatan itu, mau operasi itu kedua, karena saya gak sanggup mencari duit. Mudah-mudahan donasi sampean diberi kelancaran," pungkasnya lagi.

Sahabat baik, punggung uzur Mbah Sunbandi dan Katminah sudah semakin renta dan susah menanggung beban cucu-cucu mereka. Alangkah baiknya kalau kita membantu para lansia ini semakin tegar untuk menghidupi cucunya dan menyembuhkan Dilan yang dilanda perundungan karena tumor hidungnya.

DilanDilan/ Foto: berbuatbaik.id

Jangan ragu lagi, segera bantu kesembuhan Dilan dan meringankan dua pasutri lansia ini dengan Donasi sekarang juga di berbuatbaik.id. Kabar baiknya, seluruh donasi yang diberikan seluruhnya akan tiba ke penerima 100% tanpa ada potongan.  Bunda yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, dapat memantau informasi seputar kampanye sosial yang anda ikuti, berikut update terkininya.

Jika berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik dapat mendaftar menjadi relawan. Bunda pun dapat mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!

(mul/ziz)