Profil instastories

Dikejar rombongan tawon

Siang itu, seperti biasa aku berangkat untuk sekolah agama di madrasah yang sekaligus juga pondok pesantren. Aku berangkat sekolah pukul 2 kurang, karena tepat pada pukul 2 itu pembelajaran akan dimulai. Semua masih berjalan seperti biasa dan biasanya aku baru bisa pulang sekolah setelah selesai solat berjama'ah Ashar.

Sore itu, selepas solat tak seperti biasanya aku ingin sekali pulang melewati jalan kecil belakang madrasah. Akhirnya, kuputuskan untuk pulang melalui jalan tersebut. Tak kusangka, ternyata keputusanku telah membuahkan hasil yang kurang baik, hehee...

Awalnya, aku merasa heran karena tepat di samping madrasah seperti banyak orang ramai. Ahh,, mungkin itu hanya kumpulan biasa saja, pikirku seperti itu. Aku tetap melanjutkan langkahku sampai akhirnya tepat di ujung belakang madrasah yang tadi ku bilang disampingnya ada banyak orang ramai, diseberangnya aku pun berhenti sejenak.

"Neng, awass". Teriakan orang-orang yg ramai itu membuatku panik seketika dan lari sekencang-kencangnya. Tak lama kemudian, salah satu orang menghampiri untuk melihat keadaanku. Awalnya, aku tak merasakan sakit sedikitpun malah lebih ke shock karena ketika lari itu orang-orang masih histeris meneriakiku. Aku bener-bener bingung dengan apa yang sudah terjadi, sampai akhirnya orang yang menghampiriku bercerita bahwa tadi aku telah dikejar oleh ratusan tawon yang tadinya ingin mereka musnahkan karena sarangnya yang sudah semakin besar di dekat madrasah itu yang ditakutkan akan membahayakan warga sekitar.

Orang itu terus melihat-lihat kondisi badanku, sampai tak lama kemudian aku merasakan lengan tanganku sangat sakit. Saat dicheck, ternyata salah satu tawon menempel dan telah berhasil menyengatku. Orang itu langsung menyuruhku pulang agar sengatan ini bisa cepat diobati. "Beruntung hanya satu tawon yang gigit", ucap orang itu. Setelah menyadari akan sengatan itu, tanganku benar-benar sakit dan membengkak biru serta agak sedikit kaku selama beberapa hari.

Esoknya, semua teman-temanku heboh membicarakan kejadian yang menimpaku kemarinnya. Semua orang menanyakan kondisiku seraya tak habis pikir dengan kejadian yang telah ku alami. Masalahnya, mereka benar-benar melihat kalau ratusan tawon telah mengejarku pada kejadian itu, beruntungnya hanya satu tawon yang berhasil menyengat. Hhahahaa... 

Akupun kalo inget kejadian itu merasa sangat bersyukur karena ratusan tawon itu tidak semuanya menghajarku dengan sengatannya. Selepas kejadian itupun, aku sudah tak berani pulang melewati jalan belakang madrasah.

 

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.