Profil instastories

Denallie dan Penglihatannya

DENALLIE 

Seorang wanita berlari keluar dengan langkah tergesa-gesa, dia menutupi  telinganya dengan sangat rapat, sehingga tak terdengar suara yang ada di sekitarnya. Seorang lelaki terlihat mengikutinya dari belakang dan berteriak memanggil nama wanita itu, namun wanita yang dipanggilnya seolah tak ingin peduli dan tetap melanjutkan lari kencangnya.

 

“Al! Allie! Denallie!”

 

Denallie tak menghiraukan panggilan temannya, dia hanya berlari menuju kelas. Setelah  sampai kelas, dia langsung duduk di bangku kedua dekat jendela sambil tetap menutup telinganya. Denallie terlihat ketakutan, sedari tadi dia tak berani mengangkat kepalanya.

 

“Al! Kamu kenapa? Kenapa kamu lari tadi? Aku khawatir.”

“Bim,” ucap Al dengan suara gemetar, air matanya jatuh begitu saja. “Wanita itu,” ia tak sanggup melanjutkan ucapannya, suaranya terhalang air mata yang turun dengan deras di pipinya.

“Wanita siapa Al? Aku gak tahu,” Bimo bingung, sebenarnya siapa yang dibicarakan oleh Denallie.

“Wanita yang mengikuti dari semenjak pulang camp Bim, dia tadi menampakkan dirinya di perpustakaan. Dia berdiri tepat di depanku, menunjukkan senyum menyeringainya, dia tertawa sangat kencang dan sangat mengerikkan. Aku tak tahan lagi Bim.” Al menutup wajah dengan tangannya, air matanya tak berhenti turun. 

 

Semenjak pulang dari camp, Denallie bisa melihat makhluk-makhluk aneh, dia melihat seorang anak lelaki dengan benjolan besar di kepalanya. Anak itu melambaikan tangannya dan berteriak “Tolong! Tolong! Ayah tak menjemputku sampai sekarang!” Teriakkan itu membuat Denallie bergidik ngeri. Bayangan anak itu pun masih menempel jelas dalam ingatannya, bahkan sampai dia berada di rumah.

Teman-temannya bilang, saat di camp Denallie kerasukan cukup parah. Mustahil Denallie memiliki tenaga yang sangat besar di dalam tubuh mungilnya. Saat itu Denallie melawan semua orang yang menahan badannya, hanya dengan sekali hempasan Denallie mampu menyingkirkan tangan guru lelaki yang memegangnya kuat. Denallie sadar, namun dia tak bisa melakukan apa-apa. Tubuhnya seperti di kuasai oleh sebuah makhluk yang sangat besar, hitam pekat, mata yang bercahaya membuat makhluk itu semakin mengerikan.

Makhluk itu mengatakan, “Bongana maneh jeung ngahalangan jalan kula rek mawa budak. Ayeuna panon jero maneh dibuka ku kula.” Jika di artikan dalam bahasa Indonesia menjadi seperti ini. “Salah kamu menghalangi jalanku untuk membawa anak (manusia). Sekarang mata batinmu akan ku buka.” Suara makhluk itu membuat Denallie semakin takut. Saat dia sadar sepenuhnya, Denallie merasakan sakit dan pegal-pegal yang luar biasa di tubuhnya. 

Ya, seperti yang sudah dikatakan. Denallie menjadi bisa melihat sosok-sosok yang menakutkan. Sejauh ini, makhluk yang dia takuti adalah wanita jelek yang mengikutinya. Wanita jelek itu mempunyai rambut yang panjang, berbaju merah, kuku-kuku tangan yang sangat panjang, wajahnya yang dipenuhi luka dan darah, suaranya yang sangat menyeramkan, dan pipi sebelah kanannya yang robek hingga hampir sampai ke telinganya.

 

Bersambung

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.