Demo Nakes: Covid Datang Kami Lawan, Covid Hilang Kami Dilupakan

Trending 1 week ago 6
ARTICLE AD BOX

Massa aktivitas di Patung Kuda mengulas balik bagaimana para honorer Nakes menanggung risiko selama menangani Covid-19. Massa aktivitas di Patung Kuda mengulas balik bagaimana para honorer Nakes menanggung risiko selama menangani Covid-19. Foto: Instastori Indonesia/Feraldi Hifzurahman

Jakarta, Instastori Indonesia --

Massa dari Forum Komunikasi Honorer Nakes dan Non-Nakes (FKHN) menggelar aktivitas unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (22/9) hari ini. Mereka menuntut pemerintah agar honorer nakes dan nonnakes dapat diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam aktivitas tersebut, mereka juga menyuarakan tuntutan melalui berbagai poster hingga spanduk yang dibentangkan selama demo berlangsung.

"Covid-19 Datang Kami Lawan, Covid-19 Hilang Kami Dilupakan," tulis salah satu poster.

"Capaian vaksin menuju 100 persen. Nasib kami menuju 0 persen," tulis poster lainnya.

Sebagian poster menyuarakan protes berkaitan dengan kesejahteraan nakes. Tak sedikit juga yang mengilas balik bagaimana para honorer nakes menanggung risiko selama menangani Covid-19.

Selain itu, sebagian pedemo lainnya menyuarakan nasib mereka yang tak kunjung diangkat menjadi ASN. Massa bahkan menyebut dirinya sebagai honorer kekal karena hingga kini belum mendapat kepastian.

"Di saat pandemi kami garda terdepan, di saat pendataan pengangkatan kami dikesampingkan," bunyi poster lainnya.

"Belasan tahun mengabdi, masa jadi honorer abadi?" tulis salah satu poster.

Sementara itu, saat ini perwakilan massa diketahui tengah menuju Istana Kepresidenan untuk berjumpa perwakilan Istana. Mereka bakal melakukan audiensi untuk menyampaikan tuntutan para honorer nakes dan non-nakes.

Koordinator aktivitas Idung Munawar mengatakan sebanyak empat perwakilan termasuk Ketua Umum FKHN Sepri Latifan sudah berada di Istana. Mereka diterima oleh pihak Kantor Staf Kepresidenan (KSP) untuk melakukan audiensi.

"Saat ini 4 orang sudah masuk, terdiri dari perwakilan berbagai daerah," kata Idung.

"Untuk saat ini kita baru diterima oleh staf presiden dan mungkin tindak lanjutnya mudah-mudahan presiden sendiri dapat langsung terima kami dan Ketum," lanjutnya.

Diketahui, massa menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menerbitkan Peraturan Presiden (PP) spesifik yang mengatur honorer nakes dan nonnakes dapat diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya telah menjanjikan pemerintah akan mengangkat tenaga kerja honorer di bidang kesehatan sebagai ASN atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Budi menyebut pengangkatan honorer nakes jadi PNS dilatarbelakangi mengkhawatirkannya kondisi di sektor kesehatan yang kekurangan SDM. Sebagai gambaran, kata Budi, tetap ada 586 dari total 10.373 puskesmas yang tak punya dokter.