Profil instastories

Dari Balik Jendela

Bukankah indah, menikmati padam listrik ditemani lampu sentir sambil bertukar cerita dengan keluarga. Tiap bait puisi Sapardi kesukaanku turut larut bersama aroma bumbu hujan di bulan Juni yang pekat bercampur suara desir angin yang nyaring. Aku mencintai atmosfer kedamaian itu.

 

"Kasihan ya, pak Kades." Mamak mulai ke topik cerita selanjutnya.

"Ah! Sudahlah Mak, jangan cerita itu lagi. Nanti saja, setelah hidup lampu." Kak Rida terlihat gusar,  lekas Mamak mengalah lalu mengalihkan pembicaraan. 

"Bagaimana dengan kau Martha? Sudah kau kemas perlengkapan kuliahmu?"

"Martha?"

 

Aku tahu, mamak tengah berbicara denganku. Aku sengaja tak menyahut, kulihat air muka Juni sudah nampak kelabu. Aku mengiba, pertanyaan Mamak tentu menyakitkan batinnya. Aku berdiri dari tempat dudukku, ingin kuraih tangannya lalu mengutarakan banyak motivasi untuknya. 

 

"Jun!" Ia tak menyahut, lalu hilang dari balik jendela. Seminggu lalu, kami pernah berjanji untuk kuliah di tempat yang sama.

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.