Daftar 9 Larangan bagi Turis Saat Wisata di Bali

Trending 1 week ago 6
ARTICLE AD BOX

Instastori

Kamis, 22 Sep 2022 10:30 WIB

Bagikan :  

Belakangan banyak turis asing yang berulah dan bikin onar, padahal saat berada di Bali ada budaya istiadat dan budaya yang mesti dihormati dan dipatuhi. Turis asing saat berada di Bali. (Foto: Instastori Indonesia/Safir Makki)

Jakarta, Instastori Indonesia --

Belakangan, sejumlah turis diketahui berbuat onar ketika wisata ke Bali. Sikap dan perilaku jelek yang dilakukan turis-turis asing itu menjadi sorotan banyak pihak sekaligus mendapat kecaman.

Bali memang menjadi salah satu destinasi favorit untuk wisatawan mancanegara. Tapi, ketika berada di Bali, turis tentu mesti mematuhi aturan adat yang ada di Pulau Dewata tersebut.

Sebab, beberapa tempat merupakan area sakral dan suci seperti pura. Selain itu, ada Hari Raya Nyepi yang wajib dihormati para turis. Sopan santun dan tingkah laku juga harus dijaga selama di Bali, karena masyarakat setempat amat menjaga budaya istiadat dan budaya.

Apalagi, masyarakat Bali dikenal ramah dan tetap mempertahankan norma-norma yang berlaku. Sebagai pendatang, anda tentu juga harus bersikap serupa demi menghormati.

Berikut larangan-larangan bagi Turis Selama di Bali, seperti dirangkum dari berbagai sumber. 1. Keluar Rumah Saat Nyepi

Hari besar keagamaan di Bali seperti Nyepi tentu patut dihormati oleh para turis. Saat hari itu tiba, turis juga tak boleh berkeliaran atau keluar rumah, seperti yang dilakukan masyarakat lokal.

Kamu cukup membeli stok makanan untuk sehari lampau jangan keluar rumah ketika Nyepi, apalagi tiba berulah di jalanan.

2. Tidak Sopan di Area Sakral

Pecalang atau petugas pengamanan budaya Bali memeriksa suhu tubuh umat Hindu yang akan bersembahyang saat Hari Raya Galungan di Pura Jagatnatha, Denpasar, Bali, Rabu (16/9/2020). Perayaan Hari Raya Galungan yang merupakan hari kemenangan kebenaran (Dharma) atas kejahatan (Adharma) tersebut diikuti umat Hindu di Pulau Dewata dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.Hari Raya Galungan di Pura Jagatnatha, Bali. (Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

Jangan tiba mendapat masalah di Bali karena anda dianggap kurang sopan, terutama ketika berada di tempat-tempat suci dan sakral di Pulau Dewata.

Kamu mesti menjaga perilaku dan tak menodai kesucian tempat suci di Bali, karena bukan mustahil kalau melakukannya anda dapat mendapat kecaman keras tiba diusir dari Bali.

3. Melangkah atau Menginjak Sesajen

 flowers, rice, leaves, food, candy, and even a little money. Often chicken or homeless dogs come to eat the offerings and destroy them. For balinesian people is this OK, because divines can life in animals too.Ilustrasi sesajen di Bali. (Foto: iStockphoto/Kerrick)

Saat berada di Bali, anda akan memandang banyak sesajen atau canang di sekeliling lingkungan, yang sengaja diletakkan oleh masyarakat setempat. Itu merupakan budaya Bali yang harus dihormati, sehingga anda mesti tahu aturannya.

Sebab sesajen atau canang itu tak boleh dilangkahi, diinjak, atau dirusak oleh siapapun. Kalau itu terjadi, anda berarti dia menghormati budaya Bali dan bersikap sembarangan.

4. Sembarangan Masuk Area Suci

Sekali lagi, kesopanan selama di Bali benar-benar mesti dijaga terutama bagi kalian yang pendatang. Kamu harus teliti melihat-lihat sekitar, karena dapat saja anda tak sengaja masuk ke area suci di Bali.

Jangan sembarangan masuk ke area suci atau masuk tanpa izin. Beberapa kawasan di Bali dilarang dimasuki orang lain karena kesuciannya, dan aturan itu mesti kita patuhi.