Profil instastories

Creepypasta: Final Battle-Prologue

‘Cepat. Semakin cepat! Aku tidak boleh terlambat! Ini adalah malam penentuan....’

 

Setidaknya itulah yang menjadi semangat bagi James, seorang psikopat yang memiliki kekuatan untuk mengendalikan ular. Kekuatannya diwariskan oleh garis keturunan laki-laki di keluarganya. Ayahnya, seorang pawang gagak, beserta kakeknya, mempunyai kekuatan untuk memanggil anjing dari jarak puluhan kilo meter. Belum diketahui apa kekuatan para nenek moyangnya, dan darimana pertama kali kekuatannya itu berasal. 

 

Tapi nasib buruk membawanya pada pekerjaan ini. Ia tertangkap basah saat sedang mengiris telinga korbannya. Seperti yang dikatakan tadi, dia adalah psikopat yang hobi mengkoleksi telinga para korbannya. Naas, saat ingin kabur dari kejaran polisi, salah seorang dari kepala polisi itu memiliki gerakan yang lebih cepat dari dirinya. Tak sampai kedipan mata, pria yang bernama Charles Grey itu sudah ada di depan mata James, dan dengan cepat pria itu menusuk leher James dengan obat bius.

 

Sekitar 5 detik, James masih berusaha untuk lari. James memanggil para ular untuk mengelabui para polisi, tetapi itu tidak bertahan lama. Ular yang dipanggilnya dengan cepat terlihat tidak bergerak lagi di lantai akibat gas beracun yang ditembakkan oleh para polisi. Dalam samar James merasakan tubuhnya tidak dapat bergerak, disertai datangnya sekumpulan orang yang memakai masker pelindung…

 

.

 

James terbangun di sebuah ruangan kecil dengan keadaan tidak terikat apapun. Ini aneh, pikirnya. Mereka membiarkanku terlepas seperti ini? Sungguh perbuatan bodoh. Heh, aku akan dengan mudah pergi dari sini, batin James. Saat berdiri, kepalanya terasa sedikit pusing. Mungkin ini pengaruh dari obat bius tadi. Dia berjalan kearah pintu dan memutar gagangnya. Mustahil, tidak terkunci. Betapa bodohnya kepolisian disini, sampai membiarkan seorang penjahat bergerak dengan bebasnya.

 

Dengan senyum yang mengembang, James melangkah ke luar. Tapi tiba-tiba terasa sengatan listrik menjalar di tubuhnya. James terpental masuk kembali. Listrik yang menyengatnya berhenti seiring dengan masuknya tubuh James kembali kedalam ruangan. “Sensor listrik? Itu tidak berguna, bodoh!” umpatnya dengan kesal, berharap ada seorang yang mendengarnya. 

 

Dilihatnya ada sebuah jendela kaca dengan ukuran yang cukup besar. Dia hanya perlu memecahkan jendela itu jika ingin keluar dari ruangan ini.

 

Tidak ada barang apapun dalam ruangan itu, tetapi James tidak putus asa. Ia menggunakan kakinya untuk menendang jendela hingga kaca jendelanya berhambur keluar. Pemandangan diluar menunjukkan bahwa James sedang berada di bangunan yang cukup tinggi, mungkin ini lantai 10, atau lebih? Ia tidak tahu. Ia memanggil sejumlah ular dan entah darimana datangnya sekelompok ular mulai merayap masuk melalui jendela. 

 

James bisa memerintah para ular tanpa berbicara, segeralah ular-ular tersebut membentuk tali yang menjulur sampai kebawah. Nampaknya gedung ini tidak terlalu tinggi. Ini akan memudahkan James untuk turun. Ia menaikkan kakinya ke jendela dan meraih salah satu ekor yang bertumpu pada gagang jendela. Badannya sudah siap naik keatas jendela, sampai sepersekian detik kemudian, kembali, arus listrik menyengat tubuhnya. Hal ini membuat James terjatuh kembali ke dalam ruangan.

 

.

 

Ia melihat beberapa ularnya sudah jatuh kebawah. Huh, dasar ular lemah, batin James. 

 

Dari arah pintu, muncul sebuah sosok yang sudah tidak asing bagi James. Itu adalah Charles Grey. James mengenal kepala polisi yang satu ini dikarenakan Charles terkenal dengan kepiawaiannya menangkap penjahat. Bahkan para pembunuh berantai yang cukup menggemparkan masyarakat juga sedikit berhati-hati terhadapnya.

 

Charles tersenyum dengan senyum yang aneh. “Halo, James. Nampaknya kau sudah mengetahui siapa aku bukan?”

 

James sedikit jijik dengan kata-katanya yang seakan membanggakan dirinya sendiri. “Cih, kalau tahu memang kenapa? Apakah penting, mengingat siapa dirimu?”

 

“James yang malang… kau bahkan tidak bisa keluar dari ruangan ini bukan? Lihatlah dilehermu. Itu adalah gelang leher yang sengaja diprogram agar kau tidak bisa keluar satu senti pun dari ruangan ini.”

 

Sial, jadi ini penyebabnya, pikir James sambil menyentuh lehernya, dan merasakan ada benda seperti gelang yang terasa dingin. Mengapa ia baru sadar sekarang, jika ada benda aneh ini dilehernya? Mungkin lagi-lagi pengaruh obat bius…

 

.

 

James mencoba menarik paksa gelang leher tersebut, tetapi kembali, sengatan listrik menjalari tubuhnya. Ia berteriak dan mengumpat dirinya sendiri. Merasa lemah bagaikan pecundang. Kalah oleh sebuah gelang leher, huh?

 

“Well, James…” lanjut Charles “Sekalipun kau merusak gelang leher itu dengan suatu alat khusus, maka dalam waktu kurang dari satu detik, gelang itu akan menyuntikkan racun yang tersimpan didalammnya ke dalam lehermu. Yah, racun itu baru di tes untuk membuat lumpuh seekor kerbau sih, mungkin jika kau bisa selamat dari racun itu, ini akan menjadi semakin menarik….”

 

“Apa yang sebenarnya kau inginkan?” James merasa amarahnya sudah tidak bisa ditahan lagi. Tapi dia harus berhati-hati dalam tindakannya.

 

“Mudah saja, aku ingin kau melakukan sebuah tugas. Lalu, aku akan membebaskanmu sebagai bayarannya…”

 

“Katakan saja dengan cepat, aku tidak suka menunggu!”

 

Senyum Charles semakin sinis. Dengan sedikit menahan tawa ia berkata, “kau tahu tentang Jeff The Killer? Tangkap dia untukku, maka aku akan memberimu sebuah kebebasan.”

 

.

 

-To be Continued-

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.